Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Dinamika Sosial Ekonomi Pedagang Warung Kelontong Madura di Kota Malang Abd. Wafi; Ferdinan Bashofi; Hendri Setiawan
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 3 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i3.856

Abstract

Hadirnya toko sembako Madura di masyarakat Malang mendapatkan banyak persepsi salah satunya toko Alfaduro. Masyarakat menilai bahwa warung sembako Madura dapat memberi manfaat kepada siapa saja yang membutuhkan kebutuhan pokok. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan persepsi masyarakat Kota Malang terhadap keberadaan warung sembako Madura di lingkungan sekitar dan untuk mengamati beberapa respons para pedagang mengenai kecocokan penjualan yang ada di kota Malang, serta peneliti ingin medapatkan beberapa jawaban dari Toko Kelontong terhadap penjualan modern yang terdapat di kota Malang pada tahun 2024. Kegiatan dalam segi ekonomi yaitu usaha untuk daya dan tarif hidup di Masyarakat, karena dengan semakin meningkatkan usaha di toko kelontong madura, dan semakin meningkatnya suatu dalam pertumbuhan dalam ekonomi dan kebutuhan di Masyarakat. Dalam penelitian ini, peeneliti mengunakan pendekatan sosiologi yang terdiri dari penelitian kualitatif deskriptif dengan metode wawancara yang dilakukan oleh peneliti menggunakan pendekatan secara langsung terhadap masyarakat di Kota Malang dengan objek penelitian yang terdiri dari 5 orang. Dari beberapa objek yang di ambil oleh peneliti dalam penelitian ini menggunakan sumber data yang diperoleh dari hasil wawancara yang dilakukan dengan berbagai pengamatan baik melakukan wawancara seacara langsung atau dengan mengunakan alat bantu yang beupa pencatatan, perekaman maupun camera. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan berbagai temuan yang terdiri dari tanggapan maupun jawaban para pedagang terhadap keberadaan barang dagangan toko kelontong yang berada di kota Malang.
Makna Simbolis Tradisi Maligay Iraw Tengkayu di Kalimantan Utara Norita Sari; Ferdinan Bashofi
HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary Vol. 4 No. 3 (2026): HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/hijm.v4i3.6341

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna simbolik Maligay dalam tradisi Iraw Tengkayu masyarakat Tidung di Kalimantan Utara. Tradisi Iraw Tengkayu merupakan upacara adat yang dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil laut serta permohonan keselamatan. Maligay menjadi unsur utama dalam prosesi ritual karena berfungsi sebagai tempat sesaji dan simbol hubungan manusia dengan Tuhan, leluhur, serta alam semesta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi budaya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tokoh adat serta masyarakat Tidung. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur Maligay, seperti tiga tingkatan bangunan, warna kain, jumlah tiang, dan sesaji, mengandung makna spiritual, sosial, dan kosmologis yang mencerminkan pandangan hidup masyarakat Tidung. Penelitian ini penting sebagai upaya pelestarian budaya lokal dan penguatan identitas budaya masyarakat Tidung di tengah arus modernisasi.
Pendampingan Pengolahan Limbah Serabut Kelapa Menjadi Cocopeat dan Cocofiber dengan Mesin Pencacah di Desa Rejosari Nurul Ratnawati; Agus Purnomo; Surya Desismansyah; Ferdinan Bashofi; Chania Ratu Iriana Putri
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 10 No 1 (2025): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v10i1.10890

Abstract

This service activity focuses on utilizing the abundant coconut fiber waste in Rejosari Village by processing it into cocopeat and cocofiber using a shredding machine. Coconut fiber waste is often an environmental problem due to the accumulation and pollution it causes. The activity implementation method consists of three stages, namely (1) preparation, including coordination with the village and provision of tools; (2) implementation, which includes the introduction of coconut fiber shredding machine technology and how to process the waste into cocopeat and cocofiber which can be used as planting media and other materials that have economic value; and (3) follow-up, in the form of marketing assistance and product development. The results of the activity showed an increase in community understanding and skills in processing coconut fiber waste independently. Cocopeat produced can be used as an environmentally friendly planting medium, while cocofiber is used as a craft. This program provides economic benefits to the community and supports sustainable environmental management. In the future, the proposed follow-up includes optimizing marketing and developing coconut fiber-based derivative products.
Pelatihan Penyusunan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Masalah dan Proyek Nurul Ratnawati; Neni Wahyuningtyas; Muhammad Mujtaba Habibi; Ferdinan Bashofi; Diana Anggita Nareswari
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v10i2.12841

Abstract

This community service activity was motivated by the problem of the low quality of Student Worksheets (LKPD) used by teachers at SMP Negeri 16 Malang City. The LKPD in circulation are generally not in line with the characteristics of innovative learning models such as Problem Based Learning (PBL) and Project Based Learning (PjBL), so they are not optimal in supporting the development of 21st century skills. The purpose of this activity is to improve teachers' understanding of the PBL and PjBL models and the deep learning approach, train teachers in compiling LKPD based on these models with the help of live worksheet technology, and produce contextual and applicable LKPD. The method used is service learning through four stages: survey, preparation, implementation, and evaluation-follow-up. The results show that the training activities carried out using blended learning are able to significantly improve teachers' understanding, facilitate the preparation of LKPD that are in line with PBL and PjBL syntax, and encourage critical reflection through presentations and peer feedback. Evaluation through questionnaires showed a positive response from participants, especially in terms of material relevance and resource person competence.