Wayne Yuniarta Silaban
Universitas Negeri Manado

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rekonstruksi Makna Sejarah pada Tugu Perang Dunia II di Manado Wayne Yuniarta Silaban; Anggreni Purba; Jeiny Sinjal; Gracia Crismas Br Sitepu; Jelinda Tumbel; Ingriet Mumekh; Sania Robot; Aksilas Dasfordate
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 3 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i3.2639

Abstract

Tugu Perang Dunia II Manado merupakan salah satu monumen bersejarah yang memiliki peran penting dalam merekam memori kolektif masyarakat atas peristiwa Perang Dunia II, khususnya invasi Jepang dan serangan balik Sekutu di wilayah Manado. Penelitian ini bertujuan mengungkap kembali sejarah pembangunan tugu, memaknai simbolisme arsitekturnya, serta menilai kontribusinya sebagai sumber sejarah yang dapat memperkuat kesadaran masyarakat. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui wawancara dengan juru pelihara tugu, analisis dokumen sejarah, serta observasi langsung pada struktur fisik monumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tugu ini dibangun pada 1946 oleh Sekutu sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban perang, dan dirancang oleh arsitek Ir. Van den Bosch dengan gaya kolonial yang sarat nilai simbolis. Elemen-elemen seperti kubus persembahan, lubang-lubang tembakan, dan struktur bertingkat mencerminkan pengorbanan, kekerasan perang, dan ketabahan masyarakat Manado pada masa pendudukan. Meski memiliki nilai historis dan edukatif yang tinggi, tugu ini belum diresmikan secara resmi oleh pemerintah dan kini mengalami penurunan perhatian, baik dari sisi perawatan maupun pemanfaatan sebagai media pembelajaran sejarah. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelestarian dan revitalisasi tugu sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya lokal. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman publik, memperkuat identitas sejarah Kota Manado, serta mendorong pengembangan wisata sejarah yang berkelanjutan