Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kualitas Biourin Kambing dengan Pemberian Buah Nanas (Ananas comosus L. Merr) pada Level Berbeda Yuni Suryanti; Setiawan Putra Syah; Andi Nurul Mukhlisah; Hassani Hassani
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 5, No 1 (2023):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v5i1.29175

Abstract

Limbah ternak kambing berupa urin dapat memberikan sumbangsih terhadap penyebaran penyakit dan pencemaran lingkungan. Semakin besar usaha peternakan semakin besar pula limbah yang dihasilkan. Penanggulan masalah limbah urin kambing dapat dilakukan melalui pemanfaatan limbah urin kambing menjadi biourin. Biourin merupakan pupuk organik cair dari urin ternak yang berbentuk cair dan mudah larut. Kualitas dari biourin dapat ditingkatkan dengan penambahan bahan-bahan tertentu sebagai katalisator. Penambahan buah nanas pada pembuatan biourin dilakukan sebagai katalisator dan sumber energi yang bertujuan untuk mempercepat proses fermentasi serta meningkatkan kandungan unsur hara biourin.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitasbiourin kambing yang diberikan nanas dengan level berbeda, serta untuk mengetahui level terbaik dari pemberian nanas terhadap kualitas biourin kambing yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu dengan level penambahan nanas sebanyak P0= tanpa penambahan nanas (kontrol), P1= 600 g, P2= 800 g, dan P3= 1000 g. Analisis data menggunakan analisis ANOVA dengan program SPSS versi 23 dan dilanjutkan uji Duncan. Parameter yang diamati adalah kandungan nitrogen dan C/N rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan nanas berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap kandungan nitrogen dan C/N rasio biourin kambing. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kualitas biourinkambing dapat meningkat dengan level penambahan nanas sebanyak P3= 1000 g dimana menghasilkan kandungan nitrogen biourin tertinggi sebesar 0,25% dan kandungan C/N rasio sebesar 26%.
Training on making sausages from durian seed flour as a business opportunity in Pulliwa Village, Sulawesi Barat Province [Pelatihan pembuatan sosis dari tepung biji durian sebagai potensi usaha di Desa Pulliwa, Provinsi Sulawesi Barat] Andi Nurul Mukhlisah; Setiawan Putra Syah; Weny Dwi Ningtiyas; Muhammad Irfan; Rahmawati
Buletin Pengabdian Bulletin of Community Services Vol. 5 No. 3 (2025): Bull. Community. Serv.
Publisher : LPPM Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/bulpen.v5i3.609

Abstract

The filling ingredient commonly used in sausage production is tapioca flour. One alternative to tapioca flour is durian seed flour. Durian seed flour can be used as a filling ingredient in processed chicken products because it contains 88.68% starch. The addition of durian seed flour is one alternative that can be used to increase sausage variety and improve sausage quality. The method used to solve the problem was an institutional approach, namely a process of continuous guidance and assistance throughout the activity. There were 20 participants involved in this activity, consisting of women from the Paraita Women Farmers Group (KWT). The assistance was focused on guiding and assisting the KWT women in applying the technology of processing livestock products in the form of sausages. The community service activity was carried out by conducting counseling, followed by training and mentoring for the women of KWT in Pulliwa Village, Bulo District, Polewali Mandar Regency. This activity provided information to KWT that sausage can be made not only with tapioca flour, but also with cheaper durian seed flour, thus opening up business opportunities to increase members' income. The community service activity through counseling, training, and mentoring for the women of the Paraita Women Farmers Group (KWT) in Pulliwa Village, Bulo District, Polewali Mandar Regency successfully increased the knowledge and skills of the participants in processing livestock products into sausage products with the innovation of adding durian seed flour as a filler.