Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tantangan Administrasi Sarana dan Prasarana Sekolah dalam Mewujudkan Lingkungan yang Kondusif di SMAN 1 Cileunyi Ayi Najmul Hidayat; Sobari; Wulan Nurlanty
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi administrasi sarana dan prasarana di SMAN 1 Cileunyi serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya dalam mendukung terwujudnya lingkungan sekolah yang kondusif. Administrasi sarana dan prasarana dipandang tidak hanya sebagai kegiatan teknis pengelolaan aset, tetapi juga sebagai bagian integral dari tata kelola sekolah yang berpengaruh terhadap kenyamanan fisik, keamanan, dan kondisi psikologis warga sekolah. Penelitian ini menjadi relevan mengingat adanya kesenjangan antara potensi fasilitas sekolah yang relatif memadai dengan dinamika pengelolaan administrasi yang dihadapkan pada tantangan nyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Lokasi penelitian adalah SMAN 1 Cileunyi, Kabupaten Bandung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana, kepala tata usaha, serta pihak terkait lainnya, disertai dengan observasi langsung dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik dengan mengidentifikasi pola dan tema yang muncul dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menerapkan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi administrasi sarana dan prasarana di SMAN 1 Cileunyi secara umum telah berjalan sesuai dengan alur pengelolaan yang ditetapkan, mencakup proses perencanaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan fasilitas sekolah. Sekolah memiliki sarana dan prasarana yang relatif lengkap dan mendukung kenyamanan fisik lingkungan belajar. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya faktor penghambat yang signifikan, khususnya pada pengelolaan administrasi digital, seperti keterbatasan sumber daya manusia dan kelalaian dalam pengelolaan sistem administrasi, yang berdampak pada rasa aman dan kenyamanan psikologis warga sekolah. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa terwujudnya lingkungan sekolah yang kondusif tidak hanya bergantung pada ketersediaan sarana fisik, tetapi juga pada ketepatan dan profesionalitas pengelolaan administrasi serta kesiapan sumber daya manusia dalam mengelola sistem secara berkelanjutan.
Metode Pembinaan Muhadharah dalam Meningkatkan Profesionalitas Dakwah Santri di Pondok Pesantren Kabupaten Bandung Angga Ali Sadikin; Sobari
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i3.7790

Abstract

Penelitian ini bertujuan menelaah efektivitas pelaksanaan program pembinaan Muhadharah dalam meningkatkan profesionalitas dakwah santri di Pondok Pesantren Al-Muqorrobin. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengajar, pembina, dan santri peserta program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Muhadharah dilaksanakan secara sistematis melalui tahapan persiapan materi, latihan presentasi, dan evaluasi. Meskipun terdapat kendala seperti mentalitas santri, penguasaan materi, dan keterbatasan keterampilan komunikasi, program ini berdampak positif terhadap peningkatan kepercayaan diri, kemampuan berbicara, dan profesionalitas dakwah santri. Faktor pendukung utama meliputi komitmen pengajar, fasilitas yang memadai, serta antusiasme santri, sedangkan faktor penghambatnya adalah pengalaman berbicara yang terbatas dan perbedaan tingkat pemahaman materi. Secara keseluruhan, pembinaan Muhadharah terbukti efektif dalam mengembangkan kompetensi dakwah santri melalui pendekatan sistematis dan latihan berkelanjutan
The management of teachers’ personality competence to enhance discipline among elementary school students Ani Susilawati; Sobari
At Turots: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 Desember (2025): At Turots: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51468/jpi.v7i2.1193

Abstract

The discipline of elementary school students is a crucial foundation for character development and the achievement of national education goals. Teachers play a strategic role as role models in instilling discipline values through personality competencies reflected in integrity, exemplary behavior, consistency, and the ability to nurture student behavior. Implementing these competencies requires planned management through the functions of planning, organizing, implementing, and supervising. This study employed a qualitative approach with a case study method at SDN Sukawangi 2 Warungkondang and SDN Kembangmanis 2 Cugenang, Cianjur Regency. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and document analysis, validated by triangulation of sources, techniques, and time, and analyzed using an interactive model comprising data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that teacher personality competency management is implemented through four management functions: (1) Planning, emphasizing exemplary behavior, integrity, and consistency supported by internal policies, reflective forums, and continuous training; (2) Organizing, which strengthens teacher competencies through role-model assignments, coordination of habituation activities, and provision of coaching tools; (3) Implementation, where teachers act as role models, motivators, and consistent enforcers of rules; and (4) Supervision, involving monitoring student discipline, evaluating teacher personality, and following up with peer mentoring, reflection forums, and individual guidance. The findings align with educational management theories (Mulyasa, Terry, Sergiovanni) and government policies on teacher competencies. Challenges include differences in discipline among teachers, limited coordination time, student resistance to humanistic approaches, and limited school resources. The success of discipline development strongly depends on synergy between organizational structure, school culture, and adequate coaching instruments.