p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Siartek
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KARAKTERISTIKKEKUATAN BETON DENGAN GLASS POWDER, FLY ASH DAN GBFS SEBAGAI MATERIAL PENGGANTI SEMEN Sandy I. Yansiku
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 2 No 2 (2016): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menyajikan hasil investigasi laboratorium menyangkut perilaku beton yang dicampur dengan material bekas pakai sebagai pengganti sebagian volume semen beton konvensional.Kuat desak, kuat tarik, dan kuat geser diuji pada campuran beton baik penggantian material tunggal maupun kombinasinya di mana glass powder (bubuk kaca), fly ash (abu terbang) dan Granulated Blast Furnace Slagdicampur dalam adukan beton dengan proporsi tertentu.Hasil uji coba menunjukkan bahwa penggantian semen dalamjumlah tertentu dengan tiga jenis material tersebut mampu mencapai kekuatan yang bersaing serta perilaku fisik yang memadai dalam mengganti beton normal. Penggantian material tunggal secara tipikal menghasilkan kuat tekan, kuat tarik dan kuat geser yang lebih tinggi dibandingkan dengan penggantian semen dengan kombinasi lebih dari satu material. Beton dengan kandungan alternatif material yang lebih rendah menunjukkan kekuatan yang bersaing relatif terhadap beton normal.
IMPLIKASI FREE AIRBLAST DAN FULLY-VENTED BLAST TERHADAP TEKANAN DAN IMPULS PERMUKAAN ELEMEN STRUKTUR Sandy I. Yansiku; Christian L. Keraf
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi pengaruh ledakan ganda terhadap elemen struktur melalui sebuah studi parametrik. Studi kasus dilakukan dengan skenario ledakan udara bebas dan ledakan dalam ruang tertutup terbatas. Analisa beban ledakan mengadopsi metode Unified Facilities Criteria (UFC). Hasil studi menunjukkan bahwa pada skenario free airblast ledakan ganda menimbulkan refleksi tekanan dan impuls yang lebih tinggi dibandingkan satu ledakan, sedangkan dua ledakan menghasilkan tekanan dan impuls yang lebih berarti dibandingkan tiga ledakan sebagai akibat dari kontribusi jarak dan posisi ledakan. Pengaruh ledakan ganda tidak signifikan pada skala jarak lebih besar 2 m/kg1/3. Ukuran mesh dan adanya logaritma natural secara proporsional mempengaruhi output tekanan dan impuls. Pengaruh ruang antar ledakan lebih signifikan pada tekanan daripada impuls karena makin besar ruang antar ledakan dapat mengurangi interaksi antar gelombang ledakan. Jumlah ledakan tidak berdampak pada tekanan apabila rasio S/R lebih besar 2 dan oleh karena itu dampak yang ditimbulkan mendekati ledakan tunggal. Fully-vented blast menghasilkan tekanan refleksi puncak rerata sebesar 1710 Psi atau 11,78 MPa dan impuls rerata sebesar 112 psi-ms/lb1/3 atau 4,828 MPa-ms dalam durasi 0,82 ms.
EVALUASI KAPASITAS GESER PANEL DINDING BATA TAK BERTULANG AKIBAT BEBAN GEMPA Sandy I. Yansiku; Slavator D. Dala
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 4 No 1 (2018): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi perilaku dinding pasangan bata merah tanpa tulangan terhadap kapasitas geser bidang akibat beban gempa berdasarkan Standar Australia. Distribusi beban gempa sebagai beban yang diperlukan dan kapasitas geser bidang segmen dinding dinilai melalui model bangunan sederhana dari pasangan bata merah tak bertulang. Asesmen numerik menunjukkan bahwa sebagian besar panel mengalami kegagalan meskipun rasio kapasitas-permintaan lebih dari 1. Panel nomor 9, 7 dan 4 memiliki kapasitas geser yang lebih tinggi dibandingkan dengan panel lainnya. Evaluasi menunjukkan kegagalan pada panel dinding nomor 2 dan nomor 6 diakibatkan oleh lebih tingginya aspek rasio yang menghasilkan 60% kapasitas di bawah kekuatan yang diperlukan.
REDESAIN STRUKTUR GEDUNG KAMPUS STFK LEDALERO 3 LANTAI MENGGUNAKAN KONSTRUKSI BAJA Ignasius Anwal Mo'an Hure; Firnimus Konstantinus Bhara; Sandy I. Yansiku
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 7 No 1 (2021): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Steel structures are metal structures made of structural steel components that are connected to carry loads and provide full and even stiffness and strength. The STFK Ledalero Campus Building is a multi-story building whose main structure uses a reinforced concrete structure and will be re-planned to use steel construction. This campus building is located in earthquake area 5 and will be used as offices and classrooms, so the planning for this building must meet excellent safety criteria by applicable regulations. In planning this steel structure, current standard regulations are used, namely SNI 1729:2020 which refers to the LRFD method with several load combinations by the provisions in SNI-1726-2019, SNI 1727:2020, and PPPURG 1987. Structural analysis uses the help of SAP 2000 v.14, to determine the magnitude of the moment, shear force, and axial force values in the upper structure of the building, namely the beams and columns, against the working loads. The results of the analysis of the redesign of the 3-story STFK Ledalero campus building using BJ 37 showed that the steel profile dimensions for the Main Column used WF 400x400x13x21, the Terrace Column used WF 350x350x12x19, the main beam used WF 450x200x9x14 and for the child beam used WF 350x175x7x11, the roof main beam used WF 294x20 0x8x12, Block Roof rafters use WF 244.175.7.11, Terrace Beams use WF 244.175.7.11, the conclusion is that the structure is safe against moments, shear forces and axial forces.
Analisis Respon Getaran Bangunan Akibat Beban Gempa Kobe: (Studi Kasus SMAK Sta. Maria Monte Carmelo) Yosefina Maria Edo Beribe; Firnimus K. Bhara; Sandy I. Yansiku
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 11 No 2 (2025): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang dapat menimbulkan kerusakan signifikan pada struktur bangunan, terutama jika struktur tidak dirancang dengan mempertimbangkan ketahanan terhadap beban gempa. Mengingat sifat gempa yang tidak dapat diprediksi baik dari segi waktu maupun lokasi, diperlukan analisis numerik yang mampu mensimulasikan respons struktur terhadap beban dinamis akibat gempa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji respon getaran bangunan SMAK Sta. Maria Monte Carmelo terhadap beban gempa Kobe 1995 di Jepang. Analisis struktur yang dilakukan menggunakan metode analisis riwayat waktu (time history analysis) dengan bantuan perangkat lunak SAP2000 untuk melihat bagaimana pengaruh beban gempa Kobe terhadap struktur bangunan selama gempa berlangsung. Hasil output SAP2000 kemudian diolah menggunakan program Origin 2018 untuk menghitung respon getaran bangunan yang berupa perpindahan, kecepatan dan percepatan. Hasil penelitian menunjukkan, nilai perpindahan maksimum akibat gempa arah X adalah sebesar 164 mm dan percepatan maksimum sebesar 2.442709 mm/s2. Sedangkan besarnya perpindahan maksimum akibat gempa arah Y adalah sebesar 145 mm dan percepatan sebesar 2.443 mm/s2. Nilai simpangan antar tingkat untuk masing–masing tingkat adalah tingkat 1 (68.2583 mm), tingkat 2 (159.0367 mm), dan puncak struktur (53.333 mm). Nilai simpangan antar tingkat untuk tingkat 1 dan 2 sudah melebihi nilai simpangan antar tingkat izin berdasarkan SNI 1726:2019 yaitu tingkat 1 (37.5 mm) dan tingkat 2 (97.5 mm), sedangkan untuk puncak struktur masih dibawah simpangan izin yaitu 150 mm. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada struktur bangunan sehingga perlu adanya perkuatan pada bangunan.