This Author published in this journals
All Journal Jurnal Siartek
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH FAKTOR AIR SEMEN (FAS) TERHADAP KUAT TEKAN DALAM MIX DESIGN BETON K 250 DENGAN MEMPERHATIKAN PROSES CURING BETON DAN TANPA CURING BETON Petrus Ronny Diaz; Harry Janto Jepira; Yono Yono
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 3 No 2 (2017): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan campuran yang homogen antara semen, air dan agregat. Beberapa faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan beton diantaranya kualitas dan penentuan proporsi dalam perancangan campuran beton atau mix design, proses pemadatan dan perawatan beton (curing). Perawatan (curing) dilakukan saat beton sudah mulai mengeras yang bertujuan untuk menjaga agar beton tidak cepat kehilangan air dan sebagai tindakan menjaga kelembaban beton sehingga beton dapat mencapai mutu yang direncanakan. Untuk membuktikan asumsi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan beton peneliti melakukan penelitian tentang Pengaruh Faktor Air Semen (FAS) Terhadap Kuat Tekan dalam Mix Design Beton K 250 dengan memperhatikan curing beton dan tanpa curing beton. Dalam penelitian ini menggunakan Semen Bosowa 40 kg dengan komposisi campuran beton mutu K 250 yang mengacu pada SNI 7394-2008, faktor air semen (FAS) yang digunakan 0,4, 0,6, dan 0,8, dengan memperhatikan memperhatikan curing dan tanpa curing beton. Hasil penelitian jika dilihat dari nilai faktor air semen (FAS), kuat tekan beton tertinggi dan terendah terdapat pada faktor air semen (FAS) 0,4 yaitu 229,17 kg/cm² . Dilihat dari faktor curing, penurunan kuat tekan rata-rata terbesar pada faktor air semen (FAS) 0,4 mencapai 10,64 % dan Penurunan kuat tekan terkecil yaitu 2,33 % terdapat pada faktor air semen (FAS) 0,8.
PENGARUH FAKTOR AIR SEMEN (FAS) TERHADAP KUAT TEKAN DALAM MIX DESIGN BETON K 250 DENGAN MEMPERHATIKAN PROSES PEMADATAN DAN TANPA PEMADATAN Petrus Ronny Diaz; Harry Janto Jepira; Yono Putra
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 6 No 1 (2020): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan campuran yang homogen antara agregat kasar, agregat halus, semen dan air. Beberapa faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan beton diantaranya proporsi bahan-bahan penyusun beton, metode pencampuran beton, cara perawatan beton, serta keadaan saat proses pengecoran beton. Jika terjadi kesalahan dalam metode pencampuran beton dalam hal ini pada saat pemadatan beton dapat berpengaruh pada kekuatan beton karena tidak terjadi pencampuran bahan yang homogen, pemadatan campuran beton yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya bleeding sehingga pemadatan beton dilakukan sesuai dengan syarat mutu. Untuk membuktikan asumsi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan beton peneliti melakukan penelitian tentang Pengaruh FAS Terhadap Kuat Tekan dalam Mix Design Beton K 250 dengan memperhatikan proses pemadatan dan tanpa pemadatan. Dalam penelitian ini menggunakan Semen Bosowa 40 kg dengan komposisi campuran beton mutu K 250 yang mengacu pada SNI 7394-2008, faktor air semen (FAS) yang digunakan 0,4, 0,6, dan 0,8, dengan memperhatikan proses pemadatan 25-30 kali tumbukan dan tanpa pemadatan. Hasil penelitian dilihat dari nilai FAS kuat tekan beton tertinggi dan terendah terdapat pada FAS 0,4 yaitu 229,17 kg/cm² Jika dilihat dari faktor pemadatan, penurunan kuat tekan rata-rata terbesar pada FAS 0,4 mencapai 85,55 % dan penurunan kuat tekan terkecil yaitu 4,17 % terdapat pada FAS 0,8.