Beton merupakan campuran yang homogen antara semen, air dan agregat. Beberapa faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan beton diantaranya kualitas dan penentuan proporsi dalam perancangan campuran beton atau mix design, proses pemadatan dan perawatan beton (curing). Perawatan (curing) dilakukan saat beton sudah mulai mengeras yang bertujuan untuk menjaga agar beton tidak cepat kehilangan air dan sebagai tindakan menjaga kelembaban beton sehingga beton dapat mencapai mutu yang direncanakan. Untuk membuktikan asumsi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan beton peneliti melakukan penelitian tentang Pengaruh Faktor Air Semen (FAS) Terhadap Kuat Tekan dalam Mix Design Beton K 250 dengan memperhatikan curing beton dan tanpa curing beton. Dalam penelitian ini menggunakan Semen Bosowa 40 kg dengan komposisi campuran beton mutu K 250 yang mengacu pada SNI 7394-2008, faktor air semen (FAS) yang digunakan 0,4, 0,6, dan 0,8, dengan memperhatikan memperhatikan curing dan tanpa curing beton. Hasil penelitian jika dilihat dari nilai faktor air semen (FAS), kuat tekan beton tertinggi dan terendah terdapat pada faktor air semen (FAS) 0,4 yaitu 229,17 kg/cm² . Dilihat dari faktor curing, penurunan kuat tekan rata-rata terbesar pada faktor air semen (FAS) 0,4 mencapai 10,64 % dan Penurunan kuat tekan terkecil yaitu 2,33 % terdapat pada faktor air semen (FAS) 0,8.
Copyrights © 2017