This Author published in this journals
All Journal Jurnal Siartek
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DAMPAK BEBAN KENDARAAN TERHADAP KERUSAKAN JALAN (Studi Kasus Jalan Kureng, Jalan Moang Siku Koru, Jalan Asam, Kota Uneng) Dominicus M. D. M Da Silva; Yono Putra; Dedi Imanuel Pau
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 10 No 1 (2024): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian kondisi kerusakan jalan berdasarkan pengaruh beban lalu lintas kendaraan sangat perlu dilakukan untuk monitoring seberapa tingkat kerusakan yang terjadi pada suatu ruas jalan. Hasil yang akan didapat akan sangat membantu dalam penyusunan program rehabilitasi dan penganggaran penanganan jalan. Dua metode yang bisa dipakai dalam rangka penilaian kondisi kerusakan perkerasan jalan yaitu metode Bina Marga dan metode PCI ( pavement condition index). Penelitian ini mempunyai tujuan yaitu mengetahui jenis-jenis kerusakan, membandingkan nilai kondisi perkerasan jalan menggunakan kedua metode diatas dan memberikan alternatif penanganan sesuai kerusakan yang ada pada ruas jalan Jalan.Kureng, Jalan.Moang Siku Koru, Jalan.Asam. Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan survei visual, pengukuran kerusakan permukaan perkerasan dan survei LHR ( lalulintas harian rata-rata ) selama tiga hari pada ruas jalan tersebut. Setelah didapat data-data dari lapangan maka selanjutnya, hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Metode Bina Marga didapat nilai Urutan prioritas (UP) untuk jalan Kureng adalah 10, Jalan Asam 9, dan Jalan Moang Siku Koru 13 (dimasukan dalam program pemeliharaan rutin), sedangkan berdasarkan metode PCI diperoleh nilai tingkatan kerusakan sebesar untuk jalan Kureng adalah 45 masuk dalam kualitas perkerasan sedang (fair), sedangkan jalan Asam dan jalan Moang Siku Koru dengan nilai 93 dan 92 masuk dalam kualitas perkerasan sempurna (excellent). Hasil dari kedua metode ini mempunyai rekomendasi penanganan yaitu Composite pavement ( Lapisan Plat Beton dibawah dan Lapisan Aspal diatasnya) sehingga jika dilalui oleh kendaraan berat dengan beban berlebih, jalan bisa menahan beban kendaraan.