p-Index From 2021 - 2026
2.386
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Siartek
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

OPTIMASI KEBUTUHAN DERMAGA PADA PELABUHAN MAUMERE Dedi Imanuel Pau
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 1 No 1 (2015): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermaga pada Pelabuhan Maumere dioperasikan untuk kegiatan bongkar/muat general cargo, peti kemas dan penumpang. Dermaga tersebut terdiri dari tiga tambatan dengan dengan panjang masing-masing dermaga adalah 60 m. Untuk lebih meningkatkan pelayanannya maka perlu dilakukan optimasi terhadap kebutuhan dermaga pada Pelabuhan Maumere berdasarkan dataarus peti kemas, arus kapal peti kemas dan produktifitas B/M tahun 2008-2012. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan optimal dan prediksikebutuhan dermaga. Penelitian ini menggunakan metode optimasi yang didasarkan pada data historis arus peti kemas, arus kapal peti kemas dan produktifitas B/Mserta trend pertumbuhannya.Metode optimasi yang digunakan adalah analisis kebutuhan dermaga dengan memperhatikan nilai BOR yang disarankan UNCTAD. Analisis yang dilakukan berdasarkan data tahun 2008-2012, kemudian berdasarkan data proyeksi arus peti kemas, arus kapal peti kemas dan produktifitas B/Mdianalisis kebutuhan dermaga Pelabuhan Maumere yang optimal untuk beberapa tahun kedepan. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan optimal dermaga, dapat diprediksikan kebutuhan panjang dermaga dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2025 adalah tetap yaitu sepanjang 373 m. Bedasarkan hasil pengamatan dilapangan, panjang dermaga yang teramati dilapangan adalah sepanjang 180 m dengan jumlah tambatan sebanyak 3 tambatan, oleh karena itu dermaga masih perlu diperpanjang lagi. Sebagai tambahan, sesuai dengan hasil prediksi untuk tahun 2034 maka panjang dermaga yang diperlukan adalah 493 m dengan jumlah tambatan sebanyak 4 tambatan..
KINERJA PERALATAN BONGKAR MUAT BARANG DAN PETI KEMAS PELABUHAN MAUMERE Dedi Imanuel Pau
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 2 No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Maumere yang di kenal dengan pelabuhan Laurentius Say merupakan pelabuhan utama di Kabupaten Sikka dan merupakan salah satu pelabuhan besar di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Peran Pelabuhan Laurentius Say Maumere menjadi sangat penting karena merupakan simpul utama perekonomian dan sebagai jalur keluar masuknya barang lintas Flores. Pelabuhan Laurentius Say Maumere ini pengoperasiannya dilakukan oleh PT. Pelabuhan Indonesia III Persero (PELINDO) dengan kantor pusat di Surabaya. Pelabuhan sebagai penunjang kegiatan pergerakan manusia dan barang maka diperlukan sarana dan prasarana yang baik. Sarana berupa kapal penumpang maupun kapal barang. Prasarana merupakan pelabuhan. Dalam perkembangan pelabuhan Laurentius Say Maumere mengalami peningkatan akan permintaan volume jasa pelayanan yaitu menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan peti kemas. Peningkatan permintaan jasa tersebut harus diimbangi dengan ketersedian fasilitas yang menunjang seperti pelabuhan, dermaga peti kemas serta alat-alat bongkar muat di pelabuhan guna memberi pelayanan cepat, ekonomis serta keamanan dan keselamatan barang, baik yang akan keluar maupun yang akan masuk ke pelabuhan. Oleh karena itu, guna meningkatkan pelayanan akan kebutuhan jasa bongkar muatan yang ideal yang menghasilkan produktifitas yang optimal baik dari segi waktu maupun biaya, sehingga perlu dilakukan penelitian kinerja peralatan bongkar muat barang dan peti kemas di pelabuhan Laurentius Say Maumere. Hasil yang diperoleh dari penelitian kinerja peralatan bongkar muat barang dan peti kemas pada Pelabuhan Laurentius Say Maumereguna pelayanan sampai tahun 2015. Kebutuhan bongkar muat peti kemas dibutuhkan crane kapal produktifitas 9 box/jam sebanyak 2 unit, truck trailer produktifitas 7 box/jam sebanyak 2 unit danReach Stacker produktifitas 9 box/jam sebanyak 1 unit.Kebutuhan bongkar muat barang umum dibutuhkan crane kapal produktifitas8jala-jala/jam sebanyak 1 unit dan truck produktifitas 10jala-jala/jam sebanyak 1 unit..
ANALISA PENGARUH AIR HUJAN TERHADAP KINERJA CAMPURAN ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE(AC-WC) Dedi Imanuel Pau; Stefanus Arifin
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 2 No 2 (2016): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rusaknya jalan diakibatkan oleh berbagai macam faktor diantaranya penanganan sistem drainase yang kurang baik sehingga badan jalan sering digenangi air hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi campuran Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) yang terendam air hujan dan air tawar terhadap Marshall test.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan mengadakan kegiatan percobaan di laboratorium milik PT. Alam Fores dengan dasar menggunakan sistem pencampuran aspal panas Asphalt Concrete - Wearing Course (AC-WC) yang merupakan dasar dari pembangunan jalan raya yang digunakan oleh Bina Marga. Dari hasil perhitungan didapat kadar aspal optimum 5,7%, maka variasi kadar aspal rencana yang dipakai berkisar antara 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, 7%. Hasil pengujian menyatakan bahwa seluruh karateristik Marshall memenuhi spesifikasi pada kadar aspal 5.8%. Hasil pengujian Marshall adalah sebagai berikut: Perendaman dengan durasi 30 Menit nilai stabilitas perendaman air tawar 1380.16 Kg, 1326.60 Kg untuk perendaman air hujan, nilai Flow perendaman air tawar 3.79 mm, 3.67 mm untuk perendaman air hujan, nilai Marshall Quotient perendaman air tawar 364.25 Kg/mm, 361.44 Kg/mm untuk perendaman air hujan, nilai VIM perendaman air tawar 4.09 %, 4.01 % untuk perendaman air hujan, nilai VMA perendaman air tawar 17.59 %, 17.30 % untuk perendaman air hujan, nilai VFB perendaman air tawar 76.97 %, 76.30 % untuk perndaman air hujan. Perendaman dengan durasi 24 Jam nilai stabilitas perendaman air tawar 1322.25 Kg, 1226.66 Kg untuk perendaman air hujan, nilai Flow perendaman air tawar 3.80 mm, 3.68 mm untuk perendaman air hujan, nilai Marshall Quotient perendaman air tawar 348.13 Kg/mm, 342.50 Kg/mm untuk perendaman air hujan, nilai VIM perendaman air tawar 3.80 %, 3.69 % untuk perendaman air hujan, nilai VMA perendaman air tawar 16.90 %, 16.77 % untuk perendaman air hujan, nilai VFB perendaman air tawar 75.26 %, 72.64 % untuk perendaman air hujan.
ANALISIS DESAIN GEOMETRIK JALAN PADA LENGKUNG HORIZONTAL (TIKUNGAN) DENGAN METODE BINA MARGA DAN AASHTO (Studi Kasus Ruas Jalan Km 180–Waerunu Sta. 207+500 s/d Sta. 207+700) Dedi Imanuel Pau; Siprianus Aron
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 4 No 2 (2018): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan jalan merupakan salah satu tujuan dari pemerintah daerah untuk membuka akses jalan dari kawasan terisolir menjadi kawasan terbuka dengan demikian akan semakin banyak pembangunan lainnya yang mendukung dengan pemerintah daerah bertujuan meningkatkan taraf kehidupan masyarakat. Hal ini mendukung sekali dengan terciptanya perekonomian yang lebih baik. Secara spesifik, Perencanaan Geometrik Jalan tersebut antara lain pada Alinyemen Horizontal meliputi : gaya sentrifugal, jari- jari tikungan, lengkung peralihan, superelevasi, bentuk lengkung Horizontal, jarak pandangan dan pelebaran tikungan. sedangkan untuk Alinyemen Vertikal, meliputi : kelandaian Alinyemen Vertikal, Lengkung Vertikal Cembung dan Cekung. Kecendrungan tikungan dan tanjakan serta penurunan jalan yang ada saat ini di jalan Trans Maumere-Larantuka pada ruas jalan Km 180-Waerunu, Sta.207+500 s/d Sta. 207+700 tidak sesuai standar Perencanaan Geometrik Jalan, oleh karena itu harus di rencanakan ulang.
KOMPRESIF KARAKTERISTIK BETON DENGAN SEKAM PADI DAN TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS DAN AGREGAT KASAR Dedi Imanuel Pau; Jhon Yosep Bisararua
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 4 No 2 (2018): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekam padi dan tempurung kelapa memiliki kandungan silikat yang cukup tinggi pada bagian luarnya yang mengakibatkan sekam padi dan tempurung kelapa memiliki sifat abrasif (sifat keras). Sekam padi dan tempurung kelapa selama ini hanya dianggap sebagai sampah anorganik yang sulit terurai. Dalam penelitian akan diteliti yaitu pengaruh penggunaan sekam padi dan tempurung kelapa sebagai pengganti agregat halus dan agregat kasar terhadap kuat tekan beton yang dihasilkan.sekam yang digunakan yaitu sekam yang berasal dari limbah penggilingan padi yang lolos saringan 5 mm dan tempurung kelapa yang telah dihancurkan dan telah lolos saringan 25,4 mm. Pengujian kuat tekan dilakukan pada beton berumur 7 hari dan dikonversikan ke 28 hari dengan komposisi sekam padi dan tempurung kelapa 10 %, 20 %, 30 %, 50 %. Penggunaan sekam padi dan tempurung kelapa sebagai pengganti agregat halus dan agregat kasar dalam campuran beton berpengaruh terhadap kuat tekan beton yang dihasilkan ditandai dengan semakin besar persentase penggantinya maka semakin kecil nilai kuat tekan yang dihasilkan. Penurunan kuat tekan beton terkecil terdapat pada campuran beton dengan penambahan tempurung kelapa 10 % dengan kuat tekan beton yang dihasilkan sebesar 117,37 kg/cm² pada sedangkan untuk penurunan kuat tekan beton terbesar terdapat pada campuran BTS50% dengan kuat tekan beton yang dihasilkan adalah 21,65 kg/cm²
PENANGANAN LIMPASAN DAN GENANGAN AIR PADA PERMUKAAN JALAN DENGAN SISTIM JEBAKAN (STUDI KASUS DI JALAN JENDERAL AHMAD YANI MAUMERE) Dedi Imanuel Pau; Agustinus Frencis
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 5 No 1 (2019): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas jalan Jenderal Ahmad Yani Maumere sering terjadi limpasan dan genangan pada permukaan jalan yang bukan berasal dari luapan saluran drainase samping. Atau dengan kata lain saluran tersebut tidak menyebabkan masalah, namun hal ini terjadi akibat dari air hujan yang jatuh pada permukaan jalan itu sendiri.Metode yang digunkan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan melalui survey di lokasi penelitian guna memperoleh data yang berkaitan dengan penelitian.Setelah data dianalisis, maka diperoleh besarnya debit rencana (design flood) yang akan digunakan dalam mendesain bangunan jebakan air dan bangunan air lainnya, ditentukan debit maksimum dengan periode ulang sepuluh tahun (Q10 tahun). Daerah limpasan dalam penulisan ini diasumsikan dalam beberapa segmen yakni segmen I sampai dengan segmen IV dengan besarnya debit rencana untuk masing-masing segmen adalah: Segmen I= 0.2749 m3 /dtk, Segmen II = 0.3665 m3 /dtk, Segmen III = 0.4581 m3 /dtk, Segmen IV = 0.2749 m3 /dtk.Dari hasil tersebut di atas selanjutnya digunakan untuk mendesain bangunan jebakan air yang berfungsi untuk mengalirkan limpasan dan genangan air yang ada di atas permukaan jalan dari masing-masing segmen.
ANALISIS KARAKTERISTIK PARAMETER HIDROLIS ALIRAN MELALUI AMBANG PADA SALURAN TERBUKA Nurul Ayu Istiqomah; Dedi Imanuel Pau; Alfrendo Satriawan Kabupung
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 6 No 1 (2020): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tilting flume merupakan saluran laboratorium yang salah satu fungsinya bisa digunakan untuk melihat karakteristik aliran yang terjadi dengan menggunakan ambang. Karakteristik dari suatu aliran sangat penting diketahui untuk membangun bangunan air, seperti bendungan dan bendung. Karakteristik aliran yang terjadi pada saluran disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah dimensi dari ambang sekat. Panjang lebar dan bentuk ambang sangat mempengaruhi karakteristik aliran yang terjadi, sehingga debit yang didapatkan juga bervariasi. Kecenderungan aliran yang terjadi pada hulu dan hilir ambang akan mempengaruhi debit aliran yang didapatkan. Pada penelitian ini mengunakan empat ambang lebar dan tiga ambang tajam. Dengan dimensi ambang yang berbeda maka debit yang dihasilkan juga bervariasi pada setiap sekatnya. Percobaan yang dilakukan berulang menunjukan besarnya pengaruh tinggi muka air pada hulu ambang terhadap debit aliran di hilir ambang. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa semakin besar ketinggian muka air di hulu ambang (Y0 ) maka semakin besar debit (Q) yang didapatkan. Dengan nilai Q tertinggi yang didapatkan adalah 0,27 liter/detik untuk jenis ambang lebar dan ambang tajam. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa panjang dari ambang merupakan salah satu faktor besar dan kecilnya debit aliran yang didapatkan.
ANALISA PERHITUNGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA STRUKTUR DAN PENJADWALAN GEDUNG RUKO 2 LANTAI DENGAN MENGGUNAKAN STANDAR HARGA SATUAN BANGUNAN PERDA KABUPATEN SIKKA TAHUN 2020 Sebastianus Hendra Vias Iry; Octavianus Jori; Dedi Imanuel Pau
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 6 No 1 (2020): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruko atau rumah toko adalah bangunan yang umumnya bertingkat dua atau lebih dimana lantai bawah biasa digunakan untuk tempat usaha, dan lantai-lantai berikutnya difungsikan sebagai tempat tinggal. Dalam mendirikan bangunan ruko ini ada banyak faktor yang diperlukan untuk kelancaran pelaksanaan bangunan. Salah satu faktor yang dimaksud adalah ketersediaan dana atau anggaran biaya. Anggaran biaya adalah perhitungan banyaknya biaya yang diperlukan. Dalam menghitung rencana anggaran biaya (RAB), digunakan standar harga satuan bangunan Pem erintah Daerah Kabupaten Sikka Tahun 2020 dan Analisa Harga Satuan Pekerjaan SNI Tahun 2017 – 2018. Pada penyusunan penjadwalan digunakan metode PDM dengan bantuan Microsoft excel. Dari hasil perhitungan perencanaan anggaran biaya struktur yang ada maka Ruko 2 lantai menggunakan standar harga satuan kabupaten Sikka adalah sebesar Rp 4.866.105.714,14 dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan struktur (kolom, balok, dan plat lantai) telah direncanakan dengan durasi waktu 51 hari.
OPTIMASI PELAYANAN BONGKAR MUAT PETI KEMAS DI PELABUHAN L. SAY MAUMERE Martinus Laurensius Rao; Octavianus Jori; Dedi Imanuel Pau
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 6 No 2 (2020): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ak— Dalam perkembangan pelabuhan L. Say Maumere mengalami peningkatan akan permintaan volume jasa pelayanan yaitu menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan peti kemas. Untuk meningkatkan pelayanan akan kebutuhan jasa bongkar muatan yang ideal yang menghasilkan produktifitas yang optimal baik dari segi waktu maupun biaya, dilakukan penelitian pelayanan bongkar muat barang dari peti kemas di pelabuhan L, say Maumere. Penelitian ini menggunakan metode optimasi yang didasarkan pada data historis arus peti kemas dan arus kapal. Metode optimasi yang digunakan adlah analisis kapsitas terminal peti kemas, sistem penanganan penumpukan peti kemas di lapangan, dari analisis metode regresi dengan memperhatikan nilai BOR yang disarankan UNCTAD. Analisis yang dilakukan berdasarkan data tahun 2010-2019, kemudian berdasarkan data proyeksi arus peti kemas dan arus kapal dianalisis pelayanan bongkar muat barang dan peti kemas di pelabuhan Maumere yang optimal untuk 10 tahun kedepan. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, dapat diprediksi untuk 10 tahun ke depan pelayanan bongkar muat barang dan peti kemas lebih optimal dengan menambah jumlah gang pekerja menjadi 3 gang dan produktifitas bongkar muat dinaikan menajdi 14 TEU’s/jam dan penambahan tambatan sebanyak 4 tambatan sehingga panjang dermaga menjadi 495 m. Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan, luas lapangan penumpukan peti kemas yang teramati di lapangan adalah 28332 m2 atau 2,83 ha yang masih mampu menampung peti kemas untuk 10 tahun yang akan datang terhitung darri tahun 2020 sampai tahun 2029 dengan tinggi/jumlah penumpukan peti kemas adalah 3 susun.
PREDIKSI CURAH HUJAN DI KOTA MAUMERE TAHUN 2022DENGAN METODE SARIMA Debora Oktaviana Lado; Octavianus Jori; Dedi Imanuel Pau
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 8 No 1 (2022): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is a tropical country that consists of 2 seasons. However, the change of seasons in Indonesia is currently unpredictable. The same thing happened in Maumere City. Instabilities in weather and climate that affect the seasons prevent rainfall intensity from being estimated by analogy. Meanwhile, rainfall information is needed in various fields. Therefore, rainfall prediction research was carried out using the Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average (SARIMA) method. Rainfall prediction is done by analyzing rainfall data in Maumere City every month from 2014 to 2021 which is taken from the Meteorology, Climatology and Geophysics Agency (BMKG) of the Maumere Climatology Station. The results obtained are the best SARIMA model, namely the SARIMA model (1,1,1) (0,1,1)23 . From the best model, the results of the prediction of the City of Maumere in 2022 are obtained, namely the maximum rainfall occurs in November with a total rainfall of 214 mm. While the minimum rainfall occurs in May with a total rainfall of 22 mm. The average rainfall in 2022 is 93.17 mm.