Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MANAJEMEN PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PUSKESMAS KABUPATEN KARANGANYAR Sinta Wisma Sari; Martha Tamo Inya
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 1 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah medis sebagai bahan sisa hasil kegiatan pelayanan medis yang berpotensi terkontaminasi oleh zat yang bersifat infeksius. Kegiatan puskesmas menghasilkan timbulan limbah medis. Limbah medis yang tidak tertangani dengan baik akan mencemari lingkungan puskesmas, untuk meminimalsir hal tersebut, perlu adanya managemen penglolan limbah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Manajemen Pengelolaan Limbah Medis Puskesmas Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, keabsahan data dilakukan teknik triangulasi baik metode maupun sumber informannya, informan penelitian yaitu informan pertama Puskesmas Tasik Madu, informan kedua puskesmas karanganyar dan informan ketiga Puskesman Jaten I. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pengelolaan limbah medis di Puskesmas tasik madu, Puskesmas karanganyar dan puskesmas jaten di Kabupaten karanganyar secara umum sudah dilakukan dengan baik sesuai dengan standart, namun belom dilakukan secara mandiri dan masih bekerja sama dengan pihak ke-3 yaitu PT. Ara. Perbandingan proses pengelolaan limbah medis di Puskesmas tasik madu, Puskesmas karanganyar dan puskesmas jaten di Kabupaten karanganyar secara umum tergolong sama tidak ada perbedaan yang signifikan dan masih terdapat kelemahan dalam segi pengangkutan sampah yang dilakukan 2 hari sekali padahal seharusnya dalam waktu setiap 24 jam harus diangkut. Kendala pada pengelolaan limbah medis di kabupaten karanganyar yaitu menegemen proses pengelolaan limbah medis belum sepenuhnya maksimal karena pihak puskesmas tidak mempunyai insinerator/ autoklaf/gelombang mikro. Limbah medis dari puskesmas, harus dilakukan pengelolaan limbah medis dengan orientasi memberikan perlindungan terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat, dibutuhkan manajemen dalam pengelolaan yang baik dan benar sesuai statndart. Disarankan bagi pihak puskesmas lebih memaksimalkan dalam manageman penglolaan limbah hingga proses akhir secara mandari tanpa campur tangan pihak lain.