Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

GAMBARAN PERAN ORANG TUA TERHADAP PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA REMAJA Dyah Rohma Wati; Sinta Wisma Sari; Ratna Prasetyaningsih
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 2 No. 1 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang peran orang tua terhadap perilaku seks pranikah pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian berbentuk studi kasus yang menggunakan jenis penelitian kualitatif. Analisis data diambil dari hasil pengisian kuesioner dan wawancara kepada responden dan disajikan secara tekstural. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua sangat berpengaruh terhadap perilaku seks pranikah pada remaja. Orang tua sangat berperan besar dalam perkembangan remaja, dan memegang kendali atas perilaku remaja. Peran orang tua yang dimaksudkan yaitu sebagai pengawas, pendidik, serta memberi peraturan kepada remaja tidak lagi dilaksanakan dengan baik oleh orang tua. Hal ini yang menyebabkan para remaja kehilangan kontrol akan dirinya sendiri serta terjerumus kepada hal-hal yang berpotensi menghancurkan masa depan mereka. Kata Kunci : Peran orang tua, remaja, perilaku seks pranikah THE DESCRIPTION OF PARENTS’ ROLE TOWARD ADOLESCENT PREMARITAL SEX BEHAVIOR ABSTRACT This study aims to describe the role of parents on premarital sex behavior in adolescents. This research is a case study that uses qualitative research. Data analysis was taken from the results of filling out questionnaires and interviews with respondents and presented texturally. The results showed that the role of parents is very influential on premarital sex behavior in adolescents. Parents play a major role in adolescent development, and have control over adolescent behavior. The intended role of parents, namely as supervisors, educators, and giving regulations to adolescents is no longer carried out properly by parents. This causes teenagers lose the control of themselves and fall into things that have the potential to destroy their future. Keywords: The role of parents, adolescents, premarital sex behavior
PENGARUH PELAYANAN PENANGANAN PENGADUAN PUSKESMAS DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS GONDANG SRAGEN Sinta Wisma Sari
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 2 No. 2 (2021): MEI 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari temuan penulis tentang adanya gejala pasien di Puskesmas Gondang belum merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh petugas puskesmas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi kepuasan pasien berdasarkan lima dimensi kualitas jasa peayanan, yaitu tangibles, reliability responsiveness, assurance, emphaty, dan mengetahui perbedaan tingkat kepuasan pasien berdasarkan karakteristik. Metode penelitian yang digunakan adalah eksplanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumentasi dan studi lapangan yang dilakukan melalui observasi dan penyebaran kuesioner. Analisis data menggunakan analisis jalur, sedangkan pengolahan data dibantu dengan menggunakan software SPSS for Windows versi 22.0 dan disajikan dalam bentuk output SPSS dan persamaan matematika. Berdasarkan hasil penelitian, penulis membuat simpulan bahwa kualitas pelayanan memengaruhi kepuasan pasien di Puskesmas Sukodono Sidoarjo sebesar 0,544. Ini artinya 54,4% kepuasan pasien di Puskesmas Sukodono Sidoarjo dipengaruhi oleh dimensi-dimensi kualitas pelayanan secara simultan, dan sisanya yaitu 45,6% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti. Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa dimensi variabel kualitas pelayanan yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap kepuasan pasien adalah dimensi jaminan dan empati (68.00%), sedangkan dimensi yang mempunyai pengaruh paling kecil adalah dimensi daya tanggap (6,54%). Dengan demikian kepuasan pasien terhadap pelayanan Puskesmas Sukodono Sidoarjo diutamakan pada dimensi jaminan, yang mana pasien mengharapkan kinerja baik dari para petugas di Puskesmas Sukodono Sidoarjo. Kata Kunci: pelayanan, kepuasan pasien, puskesmas
MANAJEMEN PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PUSKESMAS KABUPATEN KARANGANYAR Sinta Wisma Sari; Martha Tamo Inya
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 1 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah medis sebagai bahan sisa hasil kegiatan pelayanan medis yang berpotensi terkontaminasi oleh zat yang bersifat infeksius. Kegiatan puskesmas menghasilkan timbulan limbah medis. Limbah medis yang tidak tertangani dengan baik akan mencemari lingkungan puskesmas, untuk meminimalsir hal tersebut, perlu adanya managemen penglolan limbah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Manajemen Pengelolaan Limbah Medis Puskesmas Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, keabsahan data dilakukan teknik triangulasi baik metode maupun sumber informannya, informan penelitian yaitu informan pertama Puskesmas Tasik Madu, informan kedua puskesmas karanganyar dan informan ketiga Puskesman Jaten I. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pengelolaan limbah medis di Puskesmas tasik madu, Puskesmas karanganyar dan puskesmas jaten di Kabupaten karanganyar secara umum sudah dilakukan dengan baik sesuai dengan standart, namun belom dilakukan secara mandiri dan masih bekerja sama dengan pihak ke-3 yaitu PT. Ara. Perbandingan proses pengelolaan limbah medis di Puskesmas tasik madu, Puskesmas karanganyar dan puskesmas jaten di Kabupaten karanganyar secara umum tergolong sama tidak ada perbedaan yang signifikan dan masih terdapat kelemahan dalam segi pengangkutan sampah yang dilakukan 2 hari sekali padahal seharusnya dalam waktu setiap 24 jam harus diangkut. Kendala pada pengelolaan limbah medis di kabupaten karanganyar yaitu menegemen proses pengelolaan limbah medis belum sepenuhnya maksimal karena pihak puskesmas tidak mempunyai insinerator/ autoklaf/gelombang mikro. Limbah medis dari puskesmas, harus dilakukan pengelolaan limbah medis dengan orientasi memberikan perlindungan terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat, dibutuhkan manajemen dalam pengelolaan yang baik dan benar sesuai statndart. Disarankan bagi pihak puskesmas lebih memaksimalkan dalam manageman penglolaan limbah hingga proses akhir secara mandari tanpa campur tangan pihak lain.
UJI DAYA HAMBAT PERTUMBUHAN JAMUR PATOGEN DERMATOFITA SPESIES Trycopyton mentagrophytes dan Trycophyton rubrum DARI EKSTRAK ETANOL 96% BUNGA KECOMBRANG Octaviana Dyah Oentari; Andri Tri Cahyono; Usman Setiawan; Barolym Tri Pamungkas; Sinta Wisma Sari
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 3 No. 1 (2021): November 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermatophytes are a skin disease caused by mycosis or fungi found on the skin. This fungus has the potential to grow in tropical environments and high humidity. Indonesia is a part of the country that has a tropical environment and high humidity, so it has the potential for disease and skin infections caused by pathogenic fungi. Trycophyton mentagrophytes and Trycophyton rubrum are pathogenic fungi that can cause dermatophytes. Long-term use of synthetic drugs causes resistance to the fungus and also irritation of the skin organs, so traditional treatments need to be reaffirmed which have been used for generations. One traditional or herbal-based treatment is to use kecombrang flowers which are extracted through 96% ethanol. This is because the phytochemical content of the kecombrang plant has been proven to have various pharmacological activities, especially in inhibiting the growth of pathogenic fungi. This research aims to provide the latest scientific information regarding the growth inhibitory power of pathogenic fungi from 96% ethanol extract of kecombrang flower plant organs in inhibiting the growth of the two test pathogenic fungi. This resistance test was carried out using the well method. The results of this research have proven that the ethanol extract of kecombrang flowers correlates positively and comprehensively as an antidermatophyte and it can be concluded that a concentration of 15% is the optimal treatment as an antidermatophyte