Jerawat (acne vulgaris) merupakan salah satu penyakit kulit kronis yang sering terjadi pada usia remaja, namun dapat pula terjadi pada usia dewasa. Jerawat didapatkan pada 9,4? orang di dunia pada tahun 2010 dan memiliki prevalensi seumur hidup sebesar 85?. Jerawat disebabkan oleh infeksi propionibacterium Agnes dan menggunakan antibiotik kloramfenikol. Bunga pepaya dapat sebagai antibakteri Propionibacterium acnes. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji ekstrak bunga pepaya dengan pelarut etanol 70% terhadap Propionibacterium acnes. Metode penelitian ini menggunakan maserasi dengan etanol 70% dan uji difusi cakram. Metode penelitian ini menggunkan penelitian eksperimental murni (true experimental) dan menggunakan difusi cakram dimana bertujuan guna mengetahui uji aktivitas antibakteri Propionibacterium acnes. Hasil replikasi pertama menunjukkan bahwa konsentrasi 80% ekstrak bunga papaya menghasilkan zona hambat terbesar, dengan rata-rata sekitar 1,61 mm. Hasil replikasi kedua dan ketiga menunjukkan variasi yang lebih rendah dan perbedaan ona hambat yang tidak signifikan antara berbagai konsentrasi. Propionibacterium acnes, yang sering dikaitkan dengan perkembangan jerawat. Aktivitas antibakteri Propionibacterium acnes pada perlakuan kelompok konsentrasi 40% menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 1,046666667 mm yang menunjukkan respon lemah. Perlakuan kelompok konsentrasi 60% menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 1,193333333 mm yang menunjukkan respon lemah. Perlakuan kelompok konsentrasi 80% menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 1,298333333 mm yang menunjukkan respon lemah. Perlakuan kontrol positif menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 2,3 mm yang menunjukkan respon lemah.