Na’imatul Retno Faizah
STIKES Tujuh Belas

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI BIAYA RIIL PADA PASIEN JKN SECTIO CAESAREA RAWAT INAP DI RSUD Dr. MOEWARDI TAHUN 2017 Ratna Mildawati; Na’imatul Retno Faizah
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 2 No. 1 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sectio Caesarea (SC) merupakan proses pengeluaran janin melalui insisi dinding abdomen dan dinding uterus. SC merupakan salah satu prosedur yang pembiayaannya diatur dalam tarif INA-CBG’s. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui factor-faktor yang memengaruhi biaya riil pengobatan pada pasien Sectio Caesarea rawat inap di RSUD Dr. Moewardi. Metode dalam penelitian ini adalah observasi analitik dengan menggunakan pendekatan penelitian cross sectional menurut prespektif rumah sakit. Metode pengambilan data secara retrospektif. Data penelitian ini adalah data kuantitatif. Analisis faktor-faktor yang memengaruhi biaya riil menggunakan analisis korelasional.Hasil penelitian menunjukkan total biaya riil pada pasien JKN SC pada keparahan ringan sebesar Rp 181.402.922 dan keparahan sedang sebesar Rp 165.097.844. Faktor yang memengaruhi biaya riil Sectio Caesarea adalah LOS. Kata kunci: Sectio Caesarea, Biaya Riil, Faktor ABSTRACT Sectio Caesarea (SC) is a process of delivering of the fetus through the abdominal wall and uterine wall incision. SC defrayel was regulated in the INA-CBG’s rates. The purpose of this research is to know the factors affect the real costs of treatment in patients Sectio Caesarea hospitalization in hospital Dr. Moewardi. The research was on analytic observation research used a cross-sectional design according to the hospital perspective. Data collection method was retrospectively. The data of this research were quantitative data. Analysis of the factors that affect the real costs used bivariate correlation test. The study result showed that total cost of Sectio Caesarea inpatient in hospital Dr. Moewardi on severity I amounted to Rp 181.402.922 and severity of II amounted to Rp 165.097.844. The factor was affected the real costs of Sectio Caesarea was LOS. Keywords: Sectio Caesarea, Real Cost, Factor
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL MAHKOTA DAUN NANAS (Ananas comosus) TERHADAP BAKTERI Salmonella typhi Fitri Susilowati; Octaviana Dyah Oentari; Na’imatul Retno Faizah
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 1 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nanas (Ananas comosus) merupkan salah satu tanaman digunakan sebagai bahan herbal alami untuk pengobatan infeksi bakteri. Kandungan kimia mahkota daun nanas adalah kumarin, terpenoid, phlobatannin, alkaloid, fenol, saponin, kuinon, cardiac glycoside, steroid, dan flavonoid. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol mahkota daun nanas (Ananas comosus) dan konsentrasi ekstrak yang paling baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi.Ekstraksi mahkota daun nanas menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Hasil ekstraksi dilakukan uji aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhi menggunakan metode difusi dengan konsentrasi 25 mg/ml, 50 mg/ml, dan 75 mg/ml. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol mahkota daun nanas (Ananas comosus) mampu menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi, konsentrasi 25 mg/ml, 50 mg/ml, 75 mg/ml, dan kontrol positif memiliki respon hambatan lemah. Konsentrasi ekstrak mahkota daun nanas (Ananas comosus) 75 mg/ml paling baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi dengan rata-rata zona hambat 2,20 mm.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN PANDAN WANGI (PANDANUS AMARYLLIFOLIUS ROXB.) TERHADAP BAKTERI PROPIONIBACTERIUM ACNES Na’imatul Retno Faizah
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 1 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jerawat (acne) adalah penyakit akibat berlebihannya produksi kelenjar minyak (sebum) pada permukaan kulit. Peningkatan jumlah kuman dapat berdampak pada kondisi ini. Bakteri Propionibacterium acnes menyebabkan kulit pecah menjadi pustula dan papula ketika mengekstrak asam lemak bebas dari sebum dan merangsang sel neutrofil membesar. Beberapa tumbuhan, seperti daun pandan aromatik, memiliki sifat antibakteri yang dapat digunakan untuk mengobati jerawat. Penelitian ini merupakan sebuah eksperimen. Daun pandan aromatik dimaserasi dengan etanol 70% kemudian diuapkan dalam rotary evaporator hingga diperoleh ekstrak kental. Kami menggunakan teknik difusi untuk menguji aktivitas antibakteri. Temuan berikut diperoleh dari penelitian ini, yang mengukur zona hambat dalam uji aktivitas ekstrak etanol daun pandan aromatik terhadap bakteri Propionibacterium acnes: 4,43 mm adalah rata-rata zona hambat pada konsentrasi daun pandan aromatik 40 mg/ml. ekstrak; 5,67 mm adalah zona hambat rata-rata pada dosis 50 mg/mlmm.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BUNGA PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) TERHADAP PROPIONIBACTERIUM ACNES Alfina Nurlita; Na’imatul Retno Faizah; Arti Wahyu Utami
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 1 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jerawat (acne vulgaris) merupakan salah satu penyakit kulit kronis yang sering terjadi pada usia remaja, namun dapat pula terjadi pada usia dewasa. Jerawat didapatkan pada 9,4? orang di dunia pada tahun 2010 dan memiliki prevalensi seumur hidup sebesar 85?. Jerawat disebabkan oleh infeksi propionibacterium Agnes dan menggunakan antibiotik kloramfenikol. Bunga pepaya dapat sebagai antibakteri Propionibacterium acnes. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji ekstrak bunga pepaya dengan pelarut etanol 70% terhadap Propionibacterium acnes. Metode penelitian ini menggunakan maserasi dengan etanol 70% dan uji difusi cakram. Metode penelitian ini menggunkan penelitian eksperimental murni (true experimental) dan menggunakan difusi cakram dimana bertujuan guna mengetahui uji aktivitas antibakteri Propionibacterium acnes. Hasil replikasi pertama menunjukkan bahwa konsentrasi 80% ekstrak bunga papaya menghasilkan zona hambat terbesar, dengan rata-rata sekitar 1,61 mm. Hasil replikasi kedua dan ketiga menunjukkan variasi yang lebih rendah dan perbedaan ona hambat yang tidak signifikan antara berbagai konsentrasi. Propionibacterium acnes, yang sering dikaitkan dengan perkembangan jerawat. Aktivitas antibakteri Propionibacterium acnes pada perlakuan kelompok konsentrasi 40% menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 1,046666667 mm yang menunjukkan respon lemah. Perlakuan kelompok konsentrasi 60% menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 1,193333333 mm yang menunjukkan respon lemah. Perlakuan kelompok konsentrasi 80% menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 1,298333333 mm yang menunjukkan respon lemah. Perlakuan kontrol positif menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 2,3 mm yang menunjukkan respon lemah.
TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI ANGGOTA POSYANDU LANSIA BINA BAHAGIA DI DESA BANDARDAWUNG KECAMATAN TAWANGMANGU KABUPATEN KARANGANYAR Wagiyanti; Na’imatul Retno Faizah; Arti Wahyu Utami
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 2 (2024): MEI 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu dari Penyakit Tidak Menular (PTM) sebagai penyumbang angka kematian yang tinggi di dunia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi anggota posyandu lansia di Desa Bandardawung Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar. Penelitian menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah 96 pasien hipertensi anggota posyandu lansia di Desa Bandardawung, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling, besaran sampel dihitung dengan rumus slovin, sehingga sampel yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah 49 responden. Instrumen penelitian kuesioner metode MMAS-8. Teknik analisa menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi anggota posyandu lansia di Desa Bandardawung, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar dari 49 pasien sebagian besar kategori rendah (40,8%), sedangkan sisanya yaitu kategori sedang sebesar 32,7% dan tinggi sebesar 26,5%. Kepatuhan minum obat hipertensi yang rendah tersebut lebih banyak pada lansia yang berusia 60-74 tahun (lanjut usia) dengan yang sudah menderita hipertensi selama 4-5 tahun, serta memiliki jarak rumah ke fasilitas kesehatan 4,5 sampai dengan 5 km.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 96% BUNGA KECOMBRANG DALAM BENTUK FORMULASI DAN SEDIAAN MASKER GEL Arti Wahyu Utami; Rifkarosita Putri Ginaris; Tri Yudianto; Na’imatul Retno Faizah; Dyah Rohma Wati
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 3 No. 1 (2021): November 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A health problem that occurs during adolescence, puberty and sensitive facial skin is acne. Acne that arises apart from being supported by hormonal factors, on the other hand, can also be caused by the uncontrolled activity of normal flora, causing a decrease in self-confidence in socializing with the environment. Bacteria that initially become normal flora on facial skin then grow because they are uncontrolled and a person's level of cleanliness decreases, ideally in the form of Staphylococcus aureus (SA) and Propinobacterium acnes (PS). Efforts to prevent the growth of bacteria that cause acne, apart from consuming nutritious food, also recommend using cosmetics made from natural ingredients and have antibacterial properties. One of the cosmetics used to maintain cleanliness and prevent the growth of acne-causing bacteria is a gel mask. The advantage of the gel mask preparation is that it does not cause heat, feels cool, and is able to remove dirt from facial skin optimally. The gel mask preparation used in this research was 96% ethanol extract of the kecombrang flower plant. Combrang flowers have been proven to contain phytochemicals which are effective as a source of antibacterial properties. This research aims to provide the latest scientific information on each formulation and gel mask preparation made from the active ingredient 96% ethanol extract of kecombrang flowers in inhibiting the growth of the two test bacteria, namely SA and PS. This research is an experimental laboratory by making a formulation and preparation of a gel mask using the active ingredient 96% ethanol extract of the kecombrang flower plant at a concentration of 5%; 10% ; and 15%. The results of this research have proven that each gel mask preparation correlates positively as an antibacterial for SA and PS. The conclusion in this study is that a concentration of 15% is the optimal concentration as an antibacterial for SA and PS
DAYA KETAHANAN FUNGI PATOGEN YANG MENYERANG TANAMAN KOMODITAS HORTIKULTURA SPESIES STRAWBERRY DARI EKSTRAK ETANOL 96% BUNGA KECOMBRANG Ratna Fitry Yenny; Arti Wahyu Utami; Na’imatul Retno Faizah; Tri Yudianto; Alfina Nurrahman; Octavina Dyah Oentari; Andri Tri Cahyono; Dyah Rohma Wati; Firman Rezaldi; M. Fariz Fadillah
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 3 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Horticultural commodity crops can be prioritized, apart from industrial needs, they can also be utilized by the community because they play a role in facilitating nutritional needs which include fiber, vitamins and protein. The biochemical composition contained in horticultural commodity plants are substances that are essential for the human body. Priorities for horticultural commodity crops to be cultivated by farmers include high economic value, high market opportunities, and high income benefits. Strawberry is a horticultural commodity crop that has quite high economic value. Controlling diseases that have the potential to attack plants is one of the main priorities for plant breeders because until now farmers still control them by using chemicals that are less economical, very excessive, not well maintained, pollute the environment as a negative effect, namely by using pesticides excessively. instant or chemical. The two types of fungal pathogens found in this research to attack strawberry plants include Botrytis cinerea, Colletotrichum acutatum. The solution to overcome the minimal use of synthetic and environmentally friendly pesticides is to use natural ingredients which can reduce the occurrence of quite high side effects in the long term. The solution to overcome the minimal use of synthetic and environmentally friendly pesticides is to use natural ingredients which can reduce the occurrence of quite high side effects in the long term. The natural material used in this research is kecombrang flowers extracted by 96% ethanol. The research carried out was laboratory experimental, namely by providing synthetic antibiotics as a positive control, CMC 1% as a negative control, ethanol extract of kecombrang flowers at 1%, 3% and 5%. The test method for testing this durability is disc diffusion. 96% ethanol extract at all concentrations correlated positively as an antifungal for horticultural commodity plant pathogens in strawberry species. A 5% concentration of 96% ethanol extract is the best treatment when compared to concentrations of 1% and 3%.