Anemia merupakan kondisi kekurangan kadar hemoglobin dalam darah yang banyak terjadi pada remaja putri, terutama akibat kurangnya pengetahuan, pola makan tidak seimbang, serta siklus menstruasi yang tidak normal. Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan fisik, kemampuan belajar, dan masa depan remaja putri sebagai calon ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, pola makan, dan siklus menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 6 Wajo, Kabupaten Wajo. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah keseluruhan populasi sebanyak 310 orang dan sampel sebanyak 94 orang yang diambil dari total populasi kelas X dan XI melalui Teknik Stratified Random Sampling. Variabel penelitian meliputi pengetahuan, pola makan, dan siklus menstruasi sebagai variabel independen, serta kejadian anemia sebagai variabel dependen dan data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, Food Frequency questionnaire (FFQ), siklus menstruasi dan alat digital Easy Touch untuk pemeriksaan kadar hemoglobin. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa 55,3% responden mengalami anemia. Responden dengan pengetahuan kurang sebanyak 72,3%, pola makan tidak baik 54,3%, dan siklus menstruasi tidak normal 59,6%. Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,001), pola makan (p=0,000), dan siklus menstruasi (p=0,001) dengan kejadian anemia. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, pola makan, dan siklus menstruasi berhubungan dengan kejadian anemia.