Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

“Hubungan Pengetahuan, Konsumsi Natrium dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Rano Kecamatan Rano Kabupaten Tana Toraja” Cilirin Dwi Renta; Andi Nur Hartati; Diana Mirja Togubu
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 6 No. 1 (2025): November
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah persisten pada pembuluh darah arteri di mana tekanan darah sistolik ? 140 mmHg dan tekanan diastolik ? 90 mmHg. Hipertensi seringkali tidak menunjukkan gejala sehingga menjadi penyebab kematian tertinggi dan disebut sebagai “silent killer” karena sifatnya yang tersebunyi atau tanpa keluhan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, konsumsi natrium dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Rano Kecamata Rano Kabupaten Tana Toraja. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel sebanyak 71 responden yang di ambil menggunakan Rumus Slovin. Data Analisis menggunakan Univariat dan Bivariat. Hasil menunjukkan p-value untuk variabel pengetahuan dengan kejadian hipertensi yaitu p- value=0,000, variabel hubungan Konsumsi natrium dengan kejadian hipertensi yaitu p- value=0,002 dan untuk variabel aktivitas fisik dengan kejadian yaitu p-value=0,303 menggunakan metode uji chi-square. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan pengetahuan, konsumsi natrium, dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Rano Kecamata Rano Kabupaten Tana Toraja. Saran untuk meningkatkan program edukasi Kesehatan, khususnya pencegahan dan penatalaksanaan hipertensi pada lansia. meningkatkan program edukasi Kesehatan, khususnya pencegahan dan penatalaksanaan hipertensi pada lansia.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Petani Rumput Laut Di Kelurahan Pallantikang Kabupaten Bantaeng Hartina Hartina; Diana Mirja Togubu; Muhammad Syafar
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 6 No. 1 (2025): November
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan kerja pada petani rumput laut bisa disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kondisi kerja fisik yang berat, posisi kerja yang monoton, dan durasi kerja yang panjang. Petani rumput laut seringkali bekerja dalam posisi berdiri, membungkuk, atau jongkok dalam waktu lama, yang dapat menyebabkan kelelahan otot dan sendi. Selain itu, faktor individu seperti usia dan beban juga dapat mempengaruhi tingkat kelelahan.Jenis dan metode penelitian digunakan adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi penelitian ini semua petani rumput laut yang berada di Kelurahan Pallantikang Kabupaten Bantaeng sebanyak 108 orang. Dalam penelitian ini sampel yang diambil adalah sebagian petani rumput laut sebanyak 52 orang. Pengambilan sampel penelitian dilakukan Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan durasi kerja dengan kelelahan kerja petani rumput laut didapatkan nilai p=0,010. Terdapat hubungan durasi kerja dengan kelelahan kerja petani rumput laut didapatkan nilai p=0,002. Terdapat hubungan posisi tubuh dengan kelelahan kerja petani rumput laut didapatkan nilai p=0,013.
“Hubungan Pengetahuan, Pola Makan dan Siklus Menstruasi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMA Negeri 6 Wajo, Kabupaten Wajo Rizka Ayunda Has; Diana Mirja Togubu; Akmal Novrian Syahruddin
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 6 No. 1 (2025): November
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan kondisi kekurangan kadar hemoglobin dalam darah yang banyak terjadi pada remaja putri, terutama akibat kurangnya pengetahuan, pola makan tidak seimbang, serta siklus menstruasi yang tidak normal. Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan fisik, kemampuan belajar, dan masa depan remaja putri sebagai calon ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, pola makan, dan siklus menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 6 Wajo, Kabupaten Wajo. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah keseluruhan populasi sebanyak 310 orang dan sampel sebanyak 94 orang yang diambil dari total populasi kelas X dan XI melalui Teknik Stratified Random Sampling. Variabel penelitian meliputi pengetahuan, pola makan, dan siklus menstruasi sebagai variabel independen, serta kejadian anemia sebagai variabel dependen dan data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, Food Frequency questionnaire (FFQ), siklus menstruasi dan alat digital Easy Touch untuk pemeriksaan kadar hemoglobin. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa 55,3% responden mengalami anemia. Responden dengan pengetahuan kurang sebanyak 72,3%, pola makan tidak baik 54,3%, dan siklus menstruasi tidak normal 59,6%. Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,001), pola makan (p=0,000), dan siklus menstruasi (p=0,001) dengan kejadian anemia. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, pola makan, dan siklus menstruasi berhubungan dengan kejadian anemia.
“Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Anjir Serapat Tengah Kabupaten Kapuas Tahun 2025 Dewi Rahmah; Diana Mirja Togubu; Muhammad Syafar
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 6 No. 1 (2025): November
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewi Rahmah 2025 “Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Anjir Serapat Tengah Kabupaten Kapuas Tahun 2025” (Dibimbing oleh Diana Mirja Togubu dan Muhammad Syafar) Penyakit diare merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pencernaan yang menjadi masalah kesehatan di dunia termasuk Indonesia. Prevalensi diare di Indonesia merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan kasus yang tinggi. Berdasarkan data Kemenkes RI prevalensi diare pada tahun 2018 sebanyak 37,88% atau sekitar 1.516.438 kasus pada balita. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas menunjukkan bahwa pada tahun 2022, tercatat 823 kasus diare pada balita, yang kemudian meningkat menjadi 1.170 kasus pada tahun 2023, meskipun terjadi penurunan pada tahun 2024 menjadi 702 kasus, namun angka kematian akibat diare masih tercatat sebanyak 5 orang balita se Kabupaten Kapuas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor yang berhubungan dengan penyakit diare pada Balita di Desa Anjir Serapat Tengah Kabupaten Kapuas Tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan menggunakan purposive sampling dengan cara semua subyek yang ada dan memenuhi kriteria sampel akan dipilih dalam penelitian sampai semua jumlah subyek yang diperlukan terpenuhi. Analisis data menggunakan analisis statistik secara univariat dan bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan ?value = 0,000, penggunaan air bersih ?value = 0,000, cuci tangan pakai sabun dan air bersih ?value = 0,000 dan penggunaan jamban sehat ?value = 0,000 dengan kejadian diare pada Balita di Desa Anjir Serapat Tengah Kabupaten Kapuas Tahun 2025. Hasil penilitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, penggunaan air bersih, cuci tangan pakai sabun dan air bersih, dan penggunaan jamban sehat dengan kejadian diare pada balita di Desa Anjir Serapat Tengah Kabupaten Kapuas Tahun 2025. Bagi Masyarakat Desa Anjir Serapat Tengah, khususnya orangtua balita, diharapkan meningkatkan upaya pencegahan dengan menjaga kebersihan air, memastikan kebersihan dan kelayakan fasilitas jamban, membiasakan cuci tangan pakai sabun pada waktu-waktu penting, serta meningkatkan pengawasan dan perhatian terhadap kesehatan balita.
“Hubungan Mutu Pelayanan Dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Kapasa Kota Makassar’’ Nurul Mutmainnah; Diana Mirja Togubu; Fitriyah Amiruddin
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 6 No. 1 (2025): November
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nurul Mutmainnah 2025 “Hubungan Mutu Pelayanan Dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Kapasa Kota Makassar Tahun 2025”.(Dibimbing oleh Diana Mirja Togubu dan Fitriyah Amiruddin). Kepuasaan pasien bergantung pada kualitas pelayanan yang didapatkan. Pengguna jasa pelayanan atau pasien menuntut kualitas pelayanan bukan hanya menyangkut kesembuhan baik secara fisik atau meningkatnya derajat kesehatan, tetapi menyangkut sikap,sarana dan prasarana yang memadai, memberikan kenyamanan sehingga dapat mempengaruhi kepuasaan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan dengan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Kapasa Kota Makassar Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif.Penelitian menggunakan pendekatan survei analitik dengan desain cross- sectional.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 orang menggunakan tehnik purposive sampling dimana teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menentukan kriteria-kriteria tertentu, besar sampel yang diambil menggunakan rumus slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kehandalan (reliability ) p=(0.005), bukti fisik (tangibles) p=(0.009), empati (empaty) p=(0.030) dan tidak ada pengaruh daya tanggap (responsiveness) p=(0.476), jaminan (Assurance) p=(0.301), dengan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Kapasa. Saran : Diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan rawat jalan terhadap kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness) , bukti fisik (tangibles), jaminan (Assurance), dan empati (empaty) dengan kepuasan pasien rawat jalan dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas Kapasa Kota Makassar.
Pengaruh Kompetensi, Motivasi Kerja, Disiplin Kerja, Dan Pelatihan Terhadap Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Di Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa Into Harahap; Muh. Ilyas Nur; Diana Mirja Togubu
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1435

Abstract

Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di sektor kesehatan merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya di Kabupaten Mamasa yang menghadapi tantangan geografis, tingginya turnover pegawai, dan keterbatasan pengembangan sumber daya manusia pascapandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi, motivasi kerja, disiplin kerja, dan pelatihan terhadap kinerja ASN di Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa, baik secara parsial maupun simultan. Pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory survey digunakan dengan melibatkan seluruh ASN dan PPPK aktif melalui metode total sampling (n = 78 orang), pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa kompetensi (p = 0,041), motivasi kerja (p = 0,000), disiplin kerja (p = 0,000), dan pelatihan (p = 0,000) berhubungan signifikan dengan kinerja ASN. Namun, pada analisis multivariat hanya motivasi kerja (OR = 13,779; p = 0,003), disiplin kerja (OR = 8,734; p = 0,013), dan pelatihan (OR = 7,521; p = 0,018) yang tetap berpengaruh signifikan, sedangkan kompetensi tidak signifikan (OR = 6,834; p = 0,109). Motivasi kerja merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi kinerja ASN. Model regresi logistik biner dinyatakan layak (Hosmer and Lemeshow p = 0,842), mampu menjelaskan 59,9% variasi kinerja ASN (Nagelkerke R Square = 0,599) dengan akurasi klasifikasi 89,7%. Temuan ini menunjukkan bahwa motivasi kerja, disiplin kerja, dan pelatihan merupakan faktor utama yang memengaruhi kinerja ASN. Oleh karena itu, peningkatan motivasi kerja perlu diprioritaskan, disertai penguatan disiplin dan pelatihan
Efektivitas Edukasi Promosi Kesehatan Berbasis Keluarga Terhadap Kepatuhan Kontrol Dan Pengendalian Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Latambaga Kabupaten Kolaka Nurul Amalia; Diana Mirja Togubu; Muh. Ilyas Nur
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1493

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang menjadi penyebab utama kematian dini, dengan prevalensi nasional yang masih tinggi meskipun menunjukkan tren penurunan. Rendahnya kepatuhan kontrol dan pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi menjadi tantangan utama dalam penatalaksanaan penyakit ini, sehingga diperlukan pendekatan promosi kesehatan yang melibatkan keluarga sebagai sistem dukungan terdekat penderita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi promosi kesehatan berbasis keluarga terhadap kepatuhan kontrol dan pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan kelompok intervensi dan kelompok kontrol, melibatkan 42 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner kepatuhan kontrol dan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8), serta dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test, Mann-Whitney U, dan Spearman Rank Correlation. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan kepatuhan kontrol tekanan darah pada kelompok intervensi setelah pemberian edukasi promosi kesehatan berbasis keluarga (p=0,000), disertai penurunan tekanan darah sistolik (p=0,000) dan diastolik (p=0,000). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol pada seluruh variabel (p<0,001), serta ditemukan hubungan signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kepatuhan kontrol tekanan darah (rs=0,547; p<0,001). Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi promosi kesehatan berbasis keluarga efektif meningkatkan kepatuhan kontrol dan menurunkan tekanan darah, sehingga dapat diadopsi sebagai strategi intervensi tambahan dalam program pengendalian hipertensi di Puskesmas.
Faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Pelaksanaan Program Percepatan Penurunan Stunting Puskesmas Lelilef Kabupaten Halmahera Tengah: Factors Influencing the Effectiveness of the Stunting Reduction Acceleration Program Implementation at Lelilef Community Health Center, Central Halmahera Regency Aidin Abdurahman; Healthy Hidayanti; Diana Mirja Togubu
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1582

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan penanganan komprehensif melalui program percepatan penurunan stunting.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sumber daya manusia, sarana dan prasarana, dukungan anggaran, dan kepatuhan sasaran program terhadap efektivitas pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Puskesmas Lelilef Kecamatan Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas yang terlibat dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Puskesmas Lelilef sebanyak 35 responden, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik biner dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara sumber daya manusia (p=0,000), sarana dan prasarana (p=0,001), dukungan anggaran (p=0,000), dan kepatuhan sasaran program (p=0,000) terhadap efektivitas pelaksanaan program percepatan penurunan stunting pada analisis bivariat. Hasil analisis regresi logistik biner menunjukkan bahwa sumber daya manusia (p=0,000) dan dukungan anggaran (p=0,015) merupakan variabel yang berpengaruh signifikan terhadap efektivitas program, sedangkan sarana dan prasarana (p=0,124) serta kepatuhan sasaran program (p=0,081) tidak berpengaruh signifikan setelah dikontrol bersama dalam model. Variabel sumber daya manusia merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi efektivitas pelaksanaan program percepatan penurunan stunting. Disarankan kepada Puskesmas Lelilef untuk meningkatkan kompetensi tenaga pelaksana melalui pelatihan berkelanjutan, memperkuat dukungan anggaran program, mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana, serta meningkatkan kepatuhan sasaran melalui penguatan edukasi, pendampingan ibu hamil dan ibu balita.
Efektifitas Penyuluhan Pemberian Makanan Tambahan (Pmt) Berbasis Pangan Lokal Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Dalam Meningkatkan Status Gizi Pada Balita Gizi Kurang Di Wilayah Kerja Upt : The Effectiveness of Education on Local Food-Based Supplementary Feeding (PMT) in Improving Knowledge and Attitudes Regarding Nutritional Status Enhancement Among Under-Fives with Undernutrition in the Working Area of ​​UPT Puskesmas Usa Arnida Arnida; Siti Nurfaizah; Diana Mirja Togubu
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1583

Abstract

Masalah Gizi Kurang pada balita masih menjadi permasalahan kesehatan di berbagai negara. Kekurangan gizi merupakan kondisi ketidak seimbangan asupan energi. Masalah gizi secara langsung dipengaruhi oleh faktor konsumsi pangan dan penyakit infeksi, secara tidak langsung dipengaruhi oleh pola asuh, sanitasi, ketersediaan pangan, pengetahuan gizi, sosial ekonomi, budaya dan politik. Tujuan Penelitian Menganalisis Efektifitas Penyuluhan Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan status gizi kurang di UPT Puskesmas Usa Tahun 2026. Desain penelitian ini adalah Quassy experiment dengan rancangan Non Equivalent Control Group Design Populasi adalah seluruh balita gizi kurang di wilayah kerja UPT Puskesmas Usa dengan metode purposive sampling didapatkan sampel sebesar 30 balita yang terdiri atas 15 kelompok kasus dan 15 kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed rank dan Mann Withney. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penyuluhan PMT berbasis pangan lokal terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita gizi kurang (p-value = 0,046 < 0,05), dari aspek sikap menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan penyuluhan PMT berbasis pangan lokal terhadap sikap ibu balita gizi kurang (p-value = 0,083 > 0,05), terdapat perbedaan signifikan berat badan balita gizi kurang sebelum dan setelah pemberian PMT berbasis pangan lokal p-value = 0,000 < 0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara status gizi pada kelompok kasus yang diberikan penyuluhan dan PMT, dibandingkan kelompok kontrol yang hanya diberikan PMT saja  (p-value = 0,007).
Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kejadian Penyakit Pada Pasien PTM Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Jailolo: Analysis of Factors Influencing the Occurrence of Non-Communicable Diseases (NCDs) Among Patients in the Jailolo City Community Health Center (Puskesmas) Working Area Elok Dian Kusumawati Gather; Muh. Ilyas Nur; Diana Mirja Togubu
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1608

Abstract

Penyakit (PTM) merupakan penyebab kematian tertinggi akibat penyakit tidak menular (PTM) di dunia maupun di Indonesia, sementara data awal di wilayah kerja Puskesmas Kota Jailolo menunjukkan proporsi besar pasien PTM memiliki lebih dari dua faktor risiko yang dapat dimodifikasi secara bersamaan, namun intervensi berbasis gaya hidup yang terstruktur belum berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh aktivitas fisik, pola makan, tingkat stres, dan kualitas tidur terhadap kejadian Penyakit pada pasien PTM, serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan. Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 133 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin; data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur (IPAQ-SF, FFQ, PSS-10, dan PSQI) serta telaah rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan seluruh variabel tetap berpengaruh secara bermakna setelah dikontrol satu sama lain, yaitu aktivitas fisik (OR=0,229; p=0,001), pola makan (OR=0,151; p=0,000), tingkat stres (OR=0,333; p=0,015), dan kualitas tidur (OR=0,348; p=0,018), dengan pola makan sebagai faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kejadian Penyakit. Aktivitas fisik, pola makan, tingkat stres, dan kualitas tidur berpengaruh secara bermakna terhadap kejadian penyakit pada pasien PTM di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Jailolo, dengan pola makan sebagai faktor paling dominan. Temuan ini mendukung penguatan intervensi promotif-preventif berbasis Posbindu PTM dan Prolanis yang berfokus pada perbaikan pola makan bersamaan dengan peningkatan aktivitas fisik, pengelolaan stres, dan kualitas tidur di wilayah dengan karakteristik geografis kepulauan