Asman Asman
Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Madako Tolitoli

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Interpretasi Hermeneutik Karakter Kewirausahaan dalam Novel: Kontribusi Interdisipliner bagi Perkembangan Studi Sastra dan Kewirausahaan di Masa Depan Asman Asman; Julia Marfuah
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21599

Abstract

This study aims to interpret entrepreneurial characters in novels as cultural constructs embedded with values and ideology. Through a hermeneutical approach, literary works are understood as social discourses that reflect societal value systems, rather than merely aesthetic products. The study responds to the limitations of normative approaches in entrepreneurship education, which often emphasize practice and outcomes, by highlighting the importance of symbolic and narrative dimensions in literary texts. A qualitative method employing hermeneutic text analysis was applied to two novels by Asma Nadia: Bidadari untuk Dewa and Cinta Dua Kodi. Data were collected through close reading, literature review, interpretive validation, narrative excerpt classification, and categorization based on entrepreneurial character indicators. The findings reveal seven dominant entrepreneurial traits: responsibility, risk-taking, achievement motivation, self-confidence and optimism, collaboration, creativity and innovation, and leadership. Using the hermeneutic circle method, each trait was analyzed as a construction of meaning, emerging not only from narrative progression but also from the symbolic interaction between text and reader. These narratives show that entrepreneurial characters in the novels are shaped by the tension between personal idealism, religious values, and socio-economic dynamics. In-depth interpretation of dialogues, monologues, and dramatic situations enables a comprehensive reading of entrepreneurial actions as representations of cultural and spiritual identity. This research contributes to the interdisciplinary integration between literature and entrepreneurship studies by emphasizing the narrative dimension in shaping entrepreneurial character. The results demonstrate that literary texts can serve as reflective media in entrepreneurship education to foster ethical, resilient, and value-oriented entrepreneurial mindsets. The study recommends the strategic use of literature as a pedagogical tool to enrich value-based approaches in entrepreneurship development.
Interpretasi Hermeneutik Karakter Kewirausahaan dalam Novel: Kontribusi Interdisipliner bagi Perkembangan Studi Sastra dan Kewirausahaan di Masa Depan Asman Asman; Julia Marfuah
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan karakter kewirausahaan dalam novel sebagai konstruksi budaya yang sarat nilai dan ideologi. Melalui pendekatan hermeneutika, karya sastra dipahami sebagai wacana sosial yang merefleksikan sistem nilai masyarakat, bukan sekadar produk estetika. Studi ini merespons keterbatasan pendekatan normatif dalam pendidikan kewirausahaan yang cenderung fokus pada praktik dan output, dengan menekankan pentingnya pemahaman atas dimensi simbolik dan naratif teks sastra. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis teks hermeneutik terhadap dua novel karya Asma Nadia: Bidadari untuk Dewa dan Cinta Dua Kodi. Data dikumpulkan melalui pembacaan mendalam, kajian literatur, validasi bacaan, klasifikasi kutipan naratif, dan kategorisasi berdasarkan indikator karakteristik kewirausahaan. Hasil penelitian mengungkap tujuh karakteristik kewirausahaan yang dominan, yakni tanggung jawab, keberanian mengambil risiko, motivasi berprestasi, kepercayaan diri dan optimisme, kolaborasi, kreativitas dan inovasi, serta kepemimpinan. Melalui metode lingkaran hermeneutika, setiap karakteristik dianalisis sebagai konstruksi makna yang tidak hanya berkembang dari alur cerita, tetapi juga dari interaksi simbolik antara teks dan pembaca. Narasi-narasi tersebut menunjukkan bahwa karakter wirausaha dalam novel dibentuk oleh ketegangan antara idealisme pribadi, nilai religius, dan dinamika sosial-ekonomi. Interpretasi mendalam terhadap kutipan dialog, monolog, dan situasi dramatik memungkinkan pembacaan yang menyeluruh terhadap tindakan-tindakan wirausaha sebagai bentuk representasi budaya dan spiritual. Penelitian ini berkontribusi terhadap integrasi interdisipliner antara sastra dan studi kewirausahaan dengan menekankan pentingnya dimensi naratif dalam pembentukan karakter wirausaha. Hasil studi menunjukkan bahwa teks sastra dapat dijadikan medium reflektif dalam pendidikan kewirausahaan untuk menanamkan pola pikir yang etis, resilien, dan berorientasi nilai. Temuan ini merekomendasikan pemanfaatan sastra sebagai strategi pedagogis untuk memperkaya pendekatan berbasis nilai dalam pengembangan kewirausahaan.