Septinaningrum Septinaningrum
Pendidikan Guru MI, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Preserving the Regional Language through Traditional Culinary Tourism in Tulungagung Siti Zumrotul Maulida; Oktavia Winda Lestari; Silfia Qurrotul A’yun; Septinaningrum Septinaningrum
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21736

Abstract

Beberapa bahasa daerah di Indonesia telah mengalami penurunan vitalitas, bahkan sebagian di antaranya sudah punah. Bahasa Jawa yang memiliki jumlah penutur terbesar pun dapat berpotensi mengalami kondisi yang sama apabila tidak dipertahankan secara berkelanjutan. Salah satu faktor penyebab bahasa Jawa mulai terpinggirkan adalah maraknya konsumsi makanan impor yang lebih diminati generasi milenial sehingga mereka semakin jauh dari kosakata makanan tradisional berbahasa Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran wisata kuliner tradisional dalam mempertahankan eksistensi bahasa Jawa di Tulungagung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan etnografi melalui observasi lapangan, wawancara dengan pemilik usaha kuliner, serta analisis wacana terkait penggunaan bahasa dalam promosi dan interaksi antara pelaku usaha, wisatawan, dan masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Jawa tetap digunakan secara konsisten dalam penamaan makanan tradisional, komunikasi transaksi antara penjual dan pembeli, serta narasi sejarah kuliner yang diwariskan kepada pengunjung. Penggunaan bahasa Jawa tersebut memperkuat identitas budaya lokal sekaligus mendorong pewarisan bahasa kepada generasi muda. Penelitian juga mengidentifikasi 22 jenis kuliner tradisional yang masih bertahan, dengan praktik berbahasa yang memadukan antara Jawa Krama dan Ngoko serta campur kode dengan bahasa Indonesia sesuai kebutuhan komunikasi. Temuan tersebut menegaskan bahwa wisata kuliner tradisional di Tulungagung tidak hanya berperan dalam melestarikan warisan gastronomi, tetapi juga berfungsi sebagai media strategis untuk pemertahanan dan revitalisasi bahasa Jawa di tengah arus globalisasi.