Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

LALONGET Diskursus Perceraian Orang Tua dalam Novel Anak Indonesia dan Implikasinya terhadap Kompetensi Sosial Emosional Anak Wahda Rahma Laila; Ari Ambarwati
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21737

Abstract

Perceraian orang tua merupakan fenomena sosial yang berdampak besar pada perkembangan anak, khususnya dalam aspek sosial dan emosional. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi pengalaman anak dalam menghadapi perceraian orang tua dalam karya sastra anak dan remaja serta implikasinya terhadap kompetensi sosial-emosional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis isi terhadap tiga karya sastra Indonesia bertema perceraian, yaitu Seruni karya Almas Sufeeya, Another Sorry karya Fahrul Khakim, dan buku bergambar Bagai Bumi Berhenti Berputar karya Clara Ng. Data berupa kutipan teks dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian orang tua direpresentasikan membawa dampak pada kesulitan hubungan interpersonal, pengelolaan emosi, rasa kehilangan, kesedihan, dan konflik batin. Seruni menekankan dampak emosional yang mendorong keputusan impulsif, Another Sorry menggambarkan dinamika relasi saudara, sedangkan Bagai Bumi Berhenti Berputar menampilkan pendekatan penuh kasih yang mendukung stabilitas emosional anak. Representasi positif menunjukkan bahwa dukungan orang tua mampu meminimalkan dampak negatif perceraian terhadap anak. Analisis juga memperlihatkan keterkaitan dengan lima aspek kompetensi sosial-emosional CASEL, yakni kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial, keterampilan hubungan, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Dengan demikian, sastra anak dapat berfungsi sebagai media reflektif sekaligus edukatif untuk mendukung perkembangan sosial-emosional anak yang menghadapi perceraian.