Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM  DALAM TRADISI NYONGKOLAN  MASYARAKAT SASAK Nurul Khatimah; Zahraini Zahraini
Ar-Risalah Media Keislaman Pendidikan dan Hukum Islam Vol. 23 No. 2 (2025): (Oktober 2025)
Publisher : LPPM IAI IBRAHIMY GENTENG BANYUWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69552/9e9wh038

Abstract

The Nyongkolan tradition is a traditional ceremony conducted by the Sasak people of Lombok as part of their wedding celebrations. This tradition serves not only as a cultural procession but also embodies Islamic educational values that have a significant impact on shaping the character of the community, particularly in terms of ethics, solidarity, and social responsibility. This study aims to analyse the Islamic educational values embedded in the Nyongkolan tradition and explore its potential as an educational tool for the younger generation. The study adopts a qualitative approach, employing in-depth interviews and participatory observation with the community directly involved in the tradition's implementation. The findings indicate that the Nyongkolan tradition teaches principles such as the importance of maintaining relationships, moral education and etiquette, the value of mutual cooperation, solidarity, Islamic brotherhood, and respect for guests. These values align with Islamic teachings that promote the creation of a harmonious, mutually respectful, and solidarity-filled society.
Mendidik dengan Adil: Kesetaraan Gender sebagai Pilar Pendidikan Islam yang Berkemajuan Nurul Khatimah; Deddy Ramdhani
Maharah: Journal of Islamic Education Teaching and Learning Vol. 2 No. 1 (2025): Juli-Desember
Publisher : Pascasarjana UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/maharah.v2i1.95

Abstract

Kesetaraan gender merupakan nilai fundamental dalam Islam yang menegaskan hak dan kewajiban laki-laki dan perempuan sama dalam pendidikan. Namun, dalam praktiknya, ketidakadilan gender, terutama terhadap perempuan, masih terjadi akibat budaya patriarki dan stereotip negatif di masyarakat. Penelitian ini menganalisis bagaimana prinsip kesetaraan gender dapat diinternalisasikan dalam kurikulum dan metode pembelajaran di lembaga pendidikan Islam serta mengidentifikasi tantangan implementasinya, khususnya di masyarakat tradisional. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif, mengumpulkan data dari buku, jurnal, dokumen kebijakan, serta ayat Al-Qur’an dan hadis terkait. Analisis content analysis mengungkapkan bahwa Islam mengajarkan keadilan dan kesetaraan gender secara tegas, baik secara spiritual maupun sosial. Pendidikan Islam yang inklusif dan responsif gender mampu mengatasi hambatan budaya dan diskriminasi serta memberdayakan peserta didik mencapai potensi terbaik. Namun, budaya patriarki, norma sosial tradisional, dan kurangnya pemahaman nilai keadilan gender masih menjadi kendala utama. Oleh karena itu, diperlukan integrasi nilai kesetaraan gender secara sistematis dalam kurikulum, metode pembelajaran, dan kebijakan pendidikan Islam. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi pendidik dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan pendidikan Islam yang inklusif dan bebas diskriminasi gender.