Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisa Ekonomi Usaha Pembenihan Kerapu Cantang (Epinephelus sp.) di BBRBLPP Gondol Indonesia Muh. Sulaiman Dadiono; Maheno Sri Widodo; Rima Oktavia Kusuma
Indo Journal of Multidisciplinary Science Vol 1 No 1 (2025)
Publisher : PT. Gyandharma Global Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study presents an economic analysis of the cantang grouper (Epinephelus sp.) the hatchery at the BBRBLPP Gondol. The research objective is to provide information to business actors in developing the grouper hatchery sector in Indonesia. The results of the business analysis show that the investment costs needed for the cantang grouper hatchery business activities are Rp. 336,590,000. depreciation of Rp. 35,615,000. The fixed cost required for one year is Rp. 164,615,000. Production costs to be incurred in the amount of Rp. 176,299,000. Revenue obtained for one year is Rp. 345,600,000. The profit gained during the year is Rp. 169,301,000. An R/C ratio of 1.96 means that each additional cost of Rp. 1 will receive an income of Rp. 1.96. Payback Period of 1,988, meaning the investment costs incurred will be returned after the hatchery business runs for 2 years. BEP rupiah of 171,473,958. This means that the turning point will be reached if the seed sales reach IDR 171,473,958. BEP unit of 28,396, which means the turning point of hatchery venture capital will be achieved if seed production reaches 28,396. The prospect of Cantang grouper hatchery business in the future is up-and-coming for the Bali region. Most grouper farmers prefer the cantang grouper because the development of the cantang grouper is faster and more resistant to disease.
Stress dan Respon Sistem Pertahanan Tubuh Non Spesifik pada Ikan Rima Oktavia Kusuma; Purnama Sukardi
Academic Letters Vol 1 No 4 (2025)
Publisher : PT. Gyandharma Global Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stress menunjukkan ketidakseimbangan akibat respon awal terhadap stressor sehingga menghasilkan berbagai perubahan dalam fisiologis organisme. Respon stress memiliki pengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh, hal ini mengacu pada durasi dan presistensi paparan stressor. Pada respon awal terhadap stress, pelepasan katekolamin dapat meningkatkan kinerja sel-sel sistem pertahanan tubuh. Sedangkan pelepasan kortisol terbukti memiliki efek penekanan terhadap kinerja sel-sel imun, hal ini menyebabkan peningkatan kerentanan ikan terhadap serangan patogen. Selain stress secara fisiologis, terdapat stress oksidatif yang diakibatkan ketidak seimbangan antara terbentuknya radikal bebas dengan kinerja antioksidan. ROS diproduksi oleh mitokondria, sel sel pertahanan tubuh dan lingkungan termasuk polutan. Pemaparan polutan dengan intensitas tinggi menunjukkan pengaruh peningkatan ekspresi sitokin pro inflamasi.
Penemuan Ikan Coelacanth di Indonesia Makhluk Purba yang Masih Hidup di Laut Nusantara Rima Oktavia Kusuma; Muh. Sulaiman Dadiono; Pratiwi Restu Murti
Academic Letters Vol 1 No 6 (2025)
Publisher : PT. Gyandharma Global Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan coelacanth dikenal sebagai salah satu makhluk laut paling misterius di dunia karena selama puluhan juta tahun dianggap telah punah. Namun, penemuan ikan ini dalam keadaan hidup di perairan Indonesia mengejutkan dunia ilmu pengetahuan. Artikel esai ini membahas latar belakang penemuan coelacanth di Indonesia, mengenalkan ciri-ciri utamanya, serta menjelaskan mengapa temuan ini sangat penting bagi ilmu pengetahuan dan upaya pelestarian laut. Pembahasan menunjukkan bahwa coelacanth Indonesia merupakan spesies berbeda dari coelacanth Afrika dan hidup di laut dalam yang relatif masih alami. Penemuan ini membuktikan bahwa laut Indonesia menyimpan kekayaan hayati luar biasa sekaligus menuntut perhatian serius dalam perlindungan ekosistem laut dalam.