Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi terbaik bagi bayi karena mengandung komposisi gizi lengkap dan antibodi yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pada tahun 2024, di Desa Wonosalam, Kabupaten Demak, angka pemberian ASI mencapai 53,49%. WHO merekomendasikan pemberian ASI hingga 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun, namun faktor seperti kesibukan kerja, kurangnya pengetahuan, dan minimnya dukungan sering menjadi hambatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk konseling dan edukasi kesehatan menjadi kunci untuk meningkatkan motivasi ibu dalam memberikan ASI. Faktor-faktor seperti kurangnya motivasi dan kesadaran ibu menjadi penghambat utama. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-experiment dengan desain one group pretest-posttest. Teknik pengumpulan sampel dengan menggunakan rumus Lemeshow yang terdiri dari 70 responden yaitu, ibu menyusui yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, dengan uji validitas Product Moment Test dan uji reliabilitas Cronbach’s Alpha. instrumen penelitian ini adalah dengan kuesioner motivasi dalam pemberian ASI dan kuesioner sikap dengan menggunakan kuesioner dari Lowa Infant Feeding Attitude Scale (IIFAS). Kemudian data dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-Test untuk melihat perbedaan motivasi sebelum dan sesudah konseling. Hasil penelitian di RSI NU Demak menunjukkan bahwa konseling ASI cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman dan motivasi ibu. Rata-rata peningkatan pemahaman mencapai 21,54%, dengan mayoritas responden berada pada usia produktif (21–35 tahun), berpendidikan tinggi, dan tidak bekerja, yang mendukung kesiapan menerima informasi. Tingkat motivasi ibu meningkat dari 66,57 sebelum konseling menjadi 70,63 setelahnya, dan pemahaman tentang manfaat ASI juga meningkat secara signifikan (p 0,001).