Masalah kesehatan mental mahasiswa semakin mengkhawatirkan, khususnya di tingkat perguruan tinggi, sebagaimana ditunjukkan oleh meningkatnya kasus stres akademik, kecemasan, burnout, dan bahkan bunuh diri. Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Palangka Raya mengalami tekanan psikologis terutama terkait tuntutan akademik, persoalan finansial, dan dinamika sosial kampus. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan one-group pre-test–post-test dengan instrumen kuesioner skala Likert (1–5) yang mengukur delapan indikator utama terkait stres akademik dan resiliensi. Kegiatan dilaksanakan melalui seminar edukatif, pelatihan teknik coping, dan konseling singkat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan mental dan keterampilan manajemen stres melalui seminar, sesi edukasi, dan bimbingan konseling. Sebanyak 43 mahasiswa mengikuti survei pra–pasca kegiatan untuk mengukur efektivitas program. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 3,46 menjadi 4,14 atau naik 19,6%. Peningkatan tertinggi terjadi pada indikator motivasi dan resiliensi akademik (+35,20%) serta kenyamanan berbagi masalah stres (+32,53%). Temuan ini menunjukkan bahwa seminar manajemen stres efektif meningkatkan kesadaran, sikap adaptif, dan kesiapan mahasiswa dalam mengatasi tekanan akademik. Program ini direkomendasikan sebagai model intervensi preventif di lingkungan kampus.