Handi Widyawan
Universitas Darul Ulum

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pemasaran Kopi Lokal Di Desa Pangklungan Kecamatan Wonossalam Kabupaten Jombang Handi Widyawan; Effy Indriati; Ancha Budi Wicaksana
KAMBIUM Jurnal Pertanian Vol. 1 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/kambium.v1i1.1103

Abstract

Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar di dunia. Kopi merupakan salah satu komoditi hasil perkebunan mempunyai peran cukup penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia. Selain untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri, kopi juga menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan yang menyumbang devisa negara. Dengan demikian perlu adanya strategi pemasaran yang digunakan untuk menganalisis alternatif strategi pemasaran yang tepat guna dapat lebih mendapatkan banyak konsumen dan merambah ke daerah-daerah lain. Oleh karena itu, peneliti ingin fokus membahas pada penelitian ini mengenai “Analisis Strategi Pemasaran Kopi Lokal di Desa Pangklungan Kecamatan Wonossalam Kabupaten Jombang (Studi Kasus pada Perkebunan Kopi Excelsa)” dengan analisis Strength, Weakness, Oportunity, dan Threats (SWOT) dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Metode dasar penelitian adalah deskriptif analitis. Lokasi penelitian dilakukan di perkebunan Kopi Excelsa, Desa Pangklungan, Kecamatan Wonossalam, Kabupaten Jombang. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal perusahaan, analisis SWOT dan analisis QSPM. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Nilai skor IFAS pada faktor internal strategi sebesar 1,66 dan nilai skor EFAS pada faktor eksternal strategi sebesar 2,43. Angka ini menandakan bahwa usaha Kopi Excelsa cenderung lemah namun peluang pengembangan usaha Kopi Excelsa terbuka secara lebar. (2) Analisis SWOT menghasilkan alternatif strategi berdasarkan analisis faktor internal dan eksternal. (3) Urutan rekomendasi prioritas strategi berdasarkan hasil analisis matriks QSPM dimulai dari yang paling penting dengan urutan sebagai berikut: a. Mempertahankan variasi produk dan memasarkan secara online dengan sistem pembayaran yang lebih variatif dan tetap aman, b. Mendaftarkan izin usaha Kopi Excelsa dan mematenkan sebuah merek pada kemasan dengan teknologi yang mumpuni agar lebih terkenal. c. Menetapkan harga yang berbeda untuk B2B dan B2C agar konsumen yang ingin menjual lagi mendapatkan harga yang lebih murah dari konsumen B2C. d. Menetapkan harga dengan memerhatikan fluktuasi yang disebabkan oleh faktor ekonomi makro. e. Melakukan perbaikan investasi pada teknologi agar lebih modern dan memiliki kualitas produk yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan untuk makanan dan minuman, terutama komoditas kopi.
Optimalisasi Sektor Pertanian di Kabupaten Jombang untuk Perkembangan Ekonomi Daerah Muhammad Sofwan; Handi Widyawan; Effy Indriati
KAMBIUM Jurnal Pertanian Vol. 1 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/kambium.v1i2.1204

Abstract

The agricultural sector in Jombang Regency serves as the backbone of the regional economy, contributing significantly to the Gross Regional Domestic Product (GRDP), accounting for approximately 27.3%, valued at Rp 21.4 trillion (BPS, 2024). Nevertheless, the sector's direct contribution to Local Own-source Revenue (PAD/Pendapatan Asli Daerah) remains relatively low because most agricultural products are marketed as raw commodities with limited value addition. This research aims to analyze the agricultural sector's contribution to GRDP and PAD, identify the existing potential and constraints, and formulate optimal strategies to enhance the sector's role in local economic development. The research employed a mixed-methods approach, utilizing quantitative analysis through the Location Quotient (LQ) to identify base commodities, and qualitative analysis via in-depth interviews with key stakeholders, subsequently analyzed using the SWOT matrix. The findings indicate that the main base commodities in Jombang include rice (padi), sugarcane (tebu), and horticulture, all possessing high comparative advantage. This significant potential is supported by diverse agro-climatic conditions and the availability of productive human resources, especially young farmers. However, several structural constraints still impede optimization, including limited access to capital/financing, uneven irrigation infrastructure, weak farmer institutional capacity, and limited product quality certification. The recommended strategies include: (1) developing downstreaming (hilirisasi) of agricultural products to increase value addition; (2) strengthening farmer institutions through professional cooperatives; (3) implementing modern agricultural innovation and technology; and (4) establishing an integrated agropolitan area that connects with MSMEs, tourism, and export markets. Implementation of these strategies is projected to boost PAD by approximately Rp 80–100 billion annually, create new job opportunities, and strengthen regional fiscal independence. Thus, reinforcing the agricultural sector in Jombang Regency not only implies improving farmer welfare but also serves as a strategic instrument for the local government in building a competitive, inclusive, and sustainable local economy.