Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Produk Benih Hortikultura CV. Sumber Horti Nasional Nur Salam; Effy Indriati
Corolla: Jurnal Sains Pertanian Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.029 KB) | DOI: 10.32492/corolla.v2i1.732

Abstract

Perubahan lingkungan di bidang pertanian yang semakin lama semakin kurang baik akibat penggunaan pestisida yang berlebihan. Menyebabkan kekebalan terhadap hama dan penyakit. Secara tidak langsung ini sebagai acuan khusus bagi perusahaan untuk membuat suatu varietas yang lebih tahan terhadap lingkungan, CV Sumber Horti Nasional yang ikut bergerak di bidang penangkaran benih diharapkan bisa menjawab keluh kesah petani dalam hal pemilihan benih yang unggul. Dalam hal pemasaran untuk meningkatkan keputusan pembelian perusahaan tidaklah lepas dari konsep marketing mix. Yang meliputi Produk, Harga, Distribusi, Promosi. Sampel yang di gunakan di daerah yang potensial menggunakana produk tersebut antara lain kecamatan kepung, pare dan kunjang.Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Adapun sampel yang diambil berdasarkan rumus diatas adalah 100 orang. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan terlebih dahulu diuji dengan uji validitas dan reliabilitas Berdasarkan hasil penelitian, bahwa secara terpisah variabel produk, harga, distribusi, dan promosi berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Sedangkan secara simultan bahwa variabel produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan variabel harga, ditribusi, dan promosi berpengaruh posifif akan tetapi tidak signifikan, kesimpulan dalam penelitian ini bahwa harga, distribusinya, promosinya yang baik kalau produk kurang bagus tidak akan berpengaruh signifikan tetapi hanya berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian produk CV. Sumber Horti Nasional Dengan hasil tersebut menunjukkan bahwa variable Produk, Harga, Distribusi, Promosi perlu dikembangkan secara berkelanjutan karena memberikan nilai efektif yang dominanpada perusahaan.
Reformasi Kebijakan Pelayanan Publik Di Bidang Inseminasi Buatan (IB): (Studi Kasus Di Dinas Peternakan Kabupaten Jombang) Effy Indriati; Nur Salam
Corolla: Jurnal Sains Pertanian Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.958 KB) | DOI: 10.32492/corolla.v3i1.740

Abstract

Maksud dan tujuan penulisan karya tulis ini adalah untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang berpengaruh pada kualitas pelayanan IB di masyarakat kabupaten Jombang. Karena pelayanan Ib adalah kategori pelayanan jasa, mak manajemen pelayanan Ib haruslah berbasis pada kaidah-kaidah pelayanan jasa yang prima, apabila kita dapat mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang dominan mempengaruhi kualitas pelayanannya maka jawaban akan dapat kita berikan dalam perspektif yang lebih mengena. Kualitas pelayanan publik adalah indikator penting dalam menentukan apakah penyelenggaraan keewenangan pemerintah dan aparaturnya sudah berjalan dengan baik, dengan kata lai kualitas pelayanan publik adalah menentukan tercapainnya “Good Governance”. Tercapainya kualitas pelayanan publik yang baik, yang berbasis kaidah-kaidah pelayanan prima (Service Exellent) hanya dapat terwujud apabila dilaksanakan reformasi demokrasi karena telah begitu lama aparatur pemerintah bersama birokrasinya yang penuh KKN. Membangun sistem kerja organisasi pelayanan Inseminasi Buatan (IB) yang berorientasi pada terwujudnya kepuasan pelanggan. Dalam hal ini adalah peternak dan berbasis pada kaidah-kaidah pelayanan prima, pada dasarnya adalah sebagai upaya konkrit dari Dinas Peternakan untuk memberi kontribusi demi terwujudnya “Good Governance” di Pemerintahan Kabupaten Jombang.
Analisis Saluran Pemasaran Hasil Ternak Kambing PE di Desa Gongseng Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang Nur Salam; Effy Indriati
Corolla: Jurnal Sains Pertanian Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.362 KB) | DOI: 10.32492/corolla.v3i1.745

Abstract

Kambing etawa adalah kambing yang berasal dari India yang juga disebut kambing Jamnapari. Keturunan silangan (hibrida) kambing etawa dengan kambing lokal dikenal sebagai “Peranakan Etawa” atau “PE”. Kambing etawa di Kabupaten Jombang merupakan kambing kebanggaan peternak, disamping diambil susunya yang terkenal mahal dan berhasiat sebagai obat, dagingnya lebih gurih dan tidak amis bila dimasak. Dari jumlah populasi 6806 ekor kambing di kecamatan Jombang, 127 diantaranya berjenis PE yang berada di desa Gongseng Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang, dengan 12 orang peternak. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa sistem pemasaran ternak kambing di Desa Gongseng Kecamatan megaluh Kabupaten Jombang terdiri dari tiga saluran pemasaran yaitu: I. Peternak → Konsumen, II. Peternak → Pedagang Pengumpul → Pedagang Pengecer → Konsumen, III, Peternak → Pedangang Pengumpul → Pedagang Besar → Pedagang Pengecer → Konsumen. Dari ketiga saluran tersebut yang paling efisien adalah saluran pemasaran II yakni sebesar 4,36%. Hal ini disebabkan karena biaya yang dikeluarkan pemasaran II lebih kecil dibandingkan dengansaluran pemasaran lainnya.
Dampak Kecanduan Gadget Pada Anak PAUD Harapan Bunda Desa Sentul Moh. Idris Marzuki; Muhammad Fajrul Falah; Effy Indriati; Nensy Triristina; Miming Suryoningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Darul Ulum Vol 1 No 1 (2022): DIMAS-UNDAR
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/dimas.v1i1.520

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan gadget pada anak usia dini serta mengimplementasikan solusi dari dampak penggunaan gadget terhadap anak usia dini. Penggunaan gadget secara terus menerus pada anak usia dini akan berdampak negatif terhadap pola perilaku anak dalam kesehariannya seperti anak lebih asik bermain gadget dari pada berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Kegiatan ini dilakukan dengan metode diskusi/wawancara, penyebaran angket, dan sosialisasi. Permasalahan anak ini diketahui ketika proses tanya jawab (wawancara) serta diperkuat dengan penyebaran angket. Dari masalah yang muncul lalu di susun hal-hal penting yang kemudian di berikan solusi pada akhir kegiatan. Proses pelaksanaan kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih 2 minggu. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat didapatkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman responden terhadap bahaya kecanduan gadget. Dengan adanya pengetahuan dan pemahaman yang baik, diharapkan pula terjadi perubahan perilaku positif seperti mampu mengelola waktu ketika bermain gadget atau membatasi penggunaan gadget. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terlaksana dengan baik karena adanya partisipasi mitra yaitu Kepala PAUD Harapan Bunda Desa Sentul.Pojok baca adalah salah satu solusi untuk mengurangi penggunaan gadget pada anak usia dini, dimana buku pada pojok baca bisa dipinjam dan dibawa pulang. Selain itu, pojok baca juga membantu orang tua untuk lebih dekat dan aktif berperan dalam pertumbuhan anak.
Budidaya Sayur Hidroponik System Sumbu/Wick Sebagai Upaya Kemandirian Pangan Pasca Pandemi Desa Kalang Semanding, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang M Infarul Mukhibin; Nur Salam; Agus Fahmi; Muhammad Sofyan; Mike Nurwidyanti; Effy Indriati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Darul Ulum Vol 1 No 2 (2022): DIMAS-UNDAR
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/dimas.v1i2.62

Abstract

Berdasarkan analisis situasi diketahui bahwa sebagian besar masyarakat Desa kalang semanding bermata pencarian disektor pertanian dan produk yang dihasilkan berupa kacang kedelai, padi, dan bawang merah tetapi untuk jenis tanaman sayuran produksinya sangat rendah dan bahkan tidak dibudidayakan oleh penduduk setempat. Padahal, potensi pengembangan pertanian pada skala rumah tangga atau perkarangan cukup besar. Tujuan program ini adalah (1) Untuk memberdayakan masyarakat Desa Kalang semanding dengan memberikan pelatihan budidaya tanaman sayuran dengan hidroponik sistem wick / Sumbu (2) meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang teknik hidroponik. Konsep hidroponikmerupakan budidaya menanam dengan memanfaatkan serabu kayu,serat kelapa dan sekam. Metode yang digunakan dalam program ini adalah sosialisasi program, pelatihan dan praktik pembuatan hidroponik dan pendampingan serta evaluasi kegiatan. Berdasarkan hasil program yang dijalankan dapat disimpulkan bahwa budidaya tanaman sayuran hidroponik sistem wick / Sumbu telah berhasil memberdayakan ibu-ibu rumah tangga masyarakat Desa Kalang Semanding dalam meningkatkan minat untuk memanfaatkan perkarangan sebagai lahan penanaman sayuran. Masyarakat memberikan respon yang sangat positif terhadap kegiatan yang dilakukan dan menilai kegiatan ini sangat bermanfaat
Optimalisasi Sektor Pertanian di Kabupaten Jombang untuk Perkembangan Ekonomi Daerah Muhammad Sofwan; Handi Widyawan; Effy Indriati
KAMBIUM Jurnal Pertanian Vol. 1 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/kambium.v1i2.1204

Abstract

The agricultural sector in Jombang Regency serves as the backbone of the regional economy, contributing significantly to the Gross Regional Domestic Product (GRDP), accounting for approximately 27.3%, valued at Rp 21.4 trillion (BPS, 2024). Nevertheless, the sector's direct contribution to Local Own-source Revenue (PAD/Pendapatan Asli Daerah) remains relatively low because most agricultural products are marketed as raw commodities with limited value addition. This research aims to analyze the agricultural sector's contribution to GRDP and PAD, identify the existing potential and constraints, and formulate optimal strategies to enhance the sector's role in local economic development. The research employed a mixed-methods approach, utilizing quantitative analysis through the Location Quotient (LQ) to identify base commodities, and qualitative analysis via in-depth interviews with key stakeholders, subsequently analyzed using the SWOT matrix. The findings indicate that the main base commodities in Jombang include rice (padi), sugarcane (tebu), and horticulture, all possessing high comparative advantage. This significant potential is supported by diverse agro-climatic conditions and the availability of productive human resources, especially young farmers. However, several structural constraints still impede optimization, including limited access to capital/financing, uneven irrigation infrastructure, weak farmer institutional capacity, and limited product quality certification. The recommended strategies include: (1) developing downstreaming (hilirisasi) of agricultural products to increase value addition; (2) strengthening farmer institutions through professional cooperatives; (3) implementing modern agricultural innovation and technology; and (4) establishing an integrated agropolitan area that connects with MSMEs, tourism, and export markets. Implementation of these strategies is projected to boost PAD by approximately Rp 80–100 billion annually, create new job opportunities, and strengthen regional fiscal independence. Thus, reinforcing the agricultural sector in Jombang Regency not only implies improving farmer welfare but also serves as a strategic instrument for the local government in building a competitive, inclusive, and sustainable local economy.