Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS STRATEGI MARKETING BERDASARKAN SEGMEN RUMAH SAKIT Jeki Pornomo; Irma Febri Mustika
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 3, No 1 (2022): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v3i1.1842

Abstract

Strategi marketing berdasarkan segmen rumah sakit merupakan salah satu bagian dari strategi pemasaran modern STP (Segmenting, Targeting dan Positioning) yang berfungsi untuk menangkap peluang pasar, sehingga rumah sakit mampu menyajikan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Ada tren yang fluktuatif terkait dengan jumlah kunjungan pasien di RS X, sehingga perlu merumuskan STP yang tepat dalam untuk meningkatkan kunjungan rawat inap dan rawat jalan dan mencapai standar indikator pelayanan rawat inap. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pemasaran RS X berbasis segmen rumah skit. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan tentang suatu keadaan secara objektif, untuk memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi. Kuncinya Informan dalam penelitian ini adalah Direktur Umum dan Pemasaran manajer rumah sakit, dan informan triangulasi dalam hal ini studi adalah petugas medis dan pasien. Hasil: Hasil penelitian mengungkapkan bahwa segmentasi didasarkan pada demografi dengan perempuan atau ibu rumah tangga dengan tingkat pendidikan menengah atau lebih rendah sebagai jumlah pengguna jasa terbanyak. Berdasarkan geografis karakteristik, sejumlah besar pengguna layanan adalah mereka yang hidup di Ring 1, area dalam radius 0-10 km dari rumah sakit. Penargetan telah dilakukan dengan baik dilihat dari jumlah pasien yang mencapai 6.500 pengguna layanan dalam setahun. Penentuan posisi adalah Terkait dengan ketersediaan ahli bedah, operasi yang relatif singkat durasi, dan pelayanan yang baik, ramah, dan rapi yang membuat pasien merasa seperti mereka dirawat oleh keluarga mereka sendiri Kesimpulan: Segmen pasar, penargetan, dan penentuan posisi bagus, tetapi tidak cukup terpenuhi. RS X harus evaluasi masyarakat tanggapan mengenai apa yang dibutuhkan untuk memenuhi komunitas sasaran
PENGGUNAAN SOSIAL MEDIA SEBAGAI STRATEGI MARKETING RUMAH SAKIT Jeki Pornomo; Irma Febri Mustika
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 2, No 2 (2021): JURNAL MEDIKA INODNESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v2i2.1843

Abstract

Pada awal tahun 2020 pengguna media sosial di dunia mengalami peningkatan menjadi 3.8 miliar dan jumlah orang yang mengakses atau menggunakan internet lebih dari 4,5 miliar. Rumah sakit yang menggunakan media sosial sejak pandemic Covid-19 juga semakin meningkat dan didukung oleh revolusi 4.0. Tujuan : Untuk Mengetahui Gambaran Penggunaan Media Sosial di Rumah Sakit Tahun 2020. Metode : Metode kajian sistematis ini dibuat dengan menggunakan metode PRISMA dengan mengkaji dari artikel yang relevan yang diterbitkan dari tahun 2019-2020 yang bersumber dengan menggunakan Google Scholar dan PubMed. Kriteria inklusi adalah artikel jurnal penelitian mengenai penggunaan media sosial dalam Pemasaran Rumah Sakit, Kata Kunci "Media Sosial", "Rumah Sakit" a (Rumah Sakit dan "Pemasaran"). Artikel lengkap dapat diakses, diterbitkan 2019- 2020. Tinjauan basis data elektronik dua hari, 6 November 2020- 07 hari disaring secara mandiri dan kolektif oleh penulis. Setelah seleksi studi dan ekstraksi data, temuan artikel disintesis dalam sintesis naratif. Artikel yang dipilih dalam kajian sistematis ini sebanyak 8 artikel. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan yang sinigfikan pada pemasaran rumah sakit setelah menggunakan media sosial terutama dalam meningkatkan pangsa pasar dengan komunikasi interaktif dengan pasien dalam membuat konten kesehatan yang menarik guna meningkatkan pelayanan kesehatan sesuai dengan visi dan misi. Dalam pemasaran rumah sakit menjadikan keharusan dalam penggunanaan media sosial, bahkan rumah sakit menggunakan lebih dari 1 (satu) platform media sosial. Media sosial ini digunakan rumah sakit sebagai salah satu strategi rumah sakit untuk mempengaruhi reputasi meningkatkan kepercayaan dan sharing pengetahuan kesehatan kepada pasien.
EVALUASI BEBAN KERJA STAF ADMINISTRASI DALAM MENDUKUNG PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN AKADEMIK Cikita Berlian Hakim; Jeki Pornomo; Nurul Iman
JURNAL TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN INDUSTRI Vol 5, No 2 (2024): JURNAL TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN INDUSTRI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jatmi.v5i2.2483

Abstract

Evaluasi beban kerja staf administrasi menjadi langkah strategis dalam upaya perbaikan kualitas pelayanan akademik. Distribusi beban kerja yang seimbang tidak hanya berdampak positif pada produktivitas staf, tetapi juga pada tingkat kepuasan mahasiswa terhadap layanan akademik yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi beban kerja staf administrasi dan dampaknya terhadap kualitas pelayanan akademik di institusi pendidikan tinggi. Studi ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan 15 partisipan dari berbagai departemen di Universitas X. Metode pengumpulan data meliputi wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi partisipan, dan analisis dokumen. Hasil penelitian mengidentifikasi lima tema utama: kompleksitas dan variasi beban kerja, tantangan adaptasi teknologi, kesenjangan antara ekspektasi layanan dan keterbatasan sumber daya, dampak pada kesejahteraan staf, serta strategi coping dan inovasi pelayanan. Observasi mengungkapkan variasi signifikan dalam waktu tunggu layanan antara periode normal dan puncak, serta inkonsistensi penggunaan sistem informasi antar departemen. Analisis dokumen menunjukkan peningkatan kompleksitas job description tanpa penambahan sumber daya yang sepadan. Implikasi beban kerja terhadap kualitas pelayanan akademik terlihat dalam aspek kecepatan respons, akurasi informasi, konsistensi layanan, dan kemampuan memberikan perhatian personal. Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan pengembangan sistem manajemen beban kerja yang lebih fleksibel, program pelatihan berkelanjutan, implementasi sistem rotasi tugas, peningkatan dukungan kesehatan mental, serta evaluasi dan restrukturisasi proses administrasi. Studi ini memberikan kontribusi signifikan dalam pemahaman dinamika beban kerja staf administrasi dan pengaruhnya terhadap kualitas pelayanan akademik, serta menyediakan dasar empiris untuk pengembangan kebijakan dan praktik manajemen sumber daya manusia yang lebih efektif di institusi pendidikan tinggi.