Fitri Hayati Pangaribuan
Universitas Muhammadiyah Kudus

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Menggunakan Media Leaflet tentang Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kalomdol tahun 2025 Fitri Hayati Pangaribuan; Indanah Indanah; Septiani Septiani
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 6, No 2 (2025): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jmi.v6i2.3096

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi yang serius di Indonesia, khususnya di wilayah dengan prevalensi tinggi seperti Kabupaten Pegunungan Bintang. Rendahnya pengetahuan dan sikap ibu balita tentang stunting menjadi salah satu faktor penyebab utama terjadinya stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap ibu balita tentang stunting sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media leaflet di wilayah kerja Puskesmas Kalomdol. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pre-experiment dengan pendekatan one group pre-posttest. Sampel terdiri dari 93 ibu balita yang dipilih menggunakan teknik saturasi sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Guttman untuk pengetahuan dan skala Likert untuk sikap. Analisis data dilakukan menggunakan program SPSS versi 31 untuk uji beda sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu dari kategori kurang menjadi cukup dan baik, serta perubahan sikap positif yang signifikan setelah intervensi edukasi (p 0,05). Edukasi melalui media leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman ibu tentang definisi, penyebab, dampak, dan pencegahan stunting. Kesimpulannya, edukasi kesehatan berbasis media leaflet merupakan strategi efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu balita, yang berimplikasi pada perubahan perilaku pencegahan stunting secara berkelanjutan. Disarankan agar program edukasi ini diintegrasikan ke dalam layanan kesehatan masyarakat, terutama di daerah dengan angka stunting tinggi, untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia.