Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Perilaku Konsumsi Suplemen Sebagai Upaya Penanganan Paparan Virus Covid-19 S Septiani; P Purbowati; Dewi Kusumawati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tubuh manusia yang memiliki system antibody yang baik dapat melawan virus dan bakteri. Saat terjadi infeksi tubuh memerlukan zat gizi dalam jumlah yang lebih banyak dari normal. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran perilaku konsumsi suplemen di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, dengan jumlah sampel sebanyak 130 orang dan dilakukan secara online yang di laksanakan pada 10-20 November 2021. Pemilihan subjek pada penelitian ini dilakukan secara non random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner googleform dan komputer untuk menganalisis data. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat. Dari hasil penelitian ini menunjukkan konsumsi suplemen sebagai penunjang terbanyak yaitu Vitamin C, Vitamin B12, Zinc dengan masing-masing persentase 62%, 16% dan 5%. Responden mengonsumsi suplemen dengan dasar pengetahuan yang di dapat dari media massa dan rekomendasi dari pusat pelayanan kesehatan setempat untuk meningkatkan sistem imunitas. Rekomendasi tersebut sejalan dengan penelitian sebelumnya bahwa konsumsi suplemen terbukti dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh pada orang yang terpapar virus covid-19.
MENU GIZI SEIMBANG UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI DESA KABUPATEN KUDUS Fariza Yulia Kartika Sari; Septiani Septiani; Rizki Widyan Aisya; Atun Wigati
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 5, No 1 (2023): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v5i1.2029

Abstract

Stunting is a nutritional problem that is a major problem in Indonesia. The Ministry of Health provides health programs in dealing with the problem of stunting. One of the efforts made to prevent stunting is through nutrition education. The purpose of community service activities (PKM) is to improve the subject's attitudes and behavior regarding toddler nutrition and types of food for stunting prevention. The method used is community empowerment by providing nutrition education and cooking demonstrations to subjects in the villages of Ngembal Rejo and Purwosari, Kudus Regency. Subjects in this PKM are posyandu cadres and mothers who have toddlers. The education given to the subject is about toddler nutrition and types of food for stunting prevention. The results of education show that there is an increase in subject knowledge after being given education. Subjects from cadres are expected to become agents of behavior change in preventing stunting for toddlers. Meanwhile, the subject of mothers who have toddlers is expected to be able to change behavior in providing food to their toddlers.
LITERATURE REVIEW: PICKY EATING DENGAN STATUS GIZI ANAK PRASEKOLAH Septiani Septiani; Rizki Widyan Aisya
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 2, No 2 (2021): JURNAL MEDIKA INODNESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v2i2.1955

Abstract

Latar belakang: Picky eating cenderung mengonsumsi makanan yang tidak bervariasi dan menolak mencoba makanan baru. Kebutuhan akan zat gizi baik makronutiren dan mikronutrien sulit terpenuhi jika tidak teratasi akan menganggu pertumbuhan serta perkembangan anak. Tujuan : mengetahui hubungan picky eating dengan status gizi anak prasekolah. Metode : Literature review dengan mencari jurnal melalui google scholar dengan rentang tahun 2017-2021. Kata kunci yang digunakan adalah “picky eater, status gizi, dan anak prasekolah”. Hasil penelusuran didapatkan 4 penelitian dari 4 jurnal yang berbeda.  Hasil : Picky eating berhubungan dengan konsumsi makanan yang  rendah protein dan serat. Picky eating akan berpengaruh pada status gizi apabila tidak segera teratasi. Orang tua berperan untuk mencegah picky eating dengan memberikan menu makan yang bervariasi dan mengenalkan makanan baru agar anak dapat memenuhi kebutuhan zat gizi sehingga pertumbuhan dan perkembangannya optimal.  Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan picky eating dengan status gizi. Pada kasus dengan picky eating berkelanjutan dapat mempengaruhi status gizi.
Edukasi Menggunakan Media Leaflet tentang Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kalomdol tahun 2025 Fitri Hayati Pangaribuan; Indanah Indanah; Septiani Septiani
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 6, No 2 (2025): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jmi.v6i2.3096

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi yang serius di Indonesia, khususnya di wilayah dengan prevalensi tinggi seperti Kabupaten Pegunungan Bintang. Rendahnya pengetahuan dan sikap ibu balita tentang stunting menjadi salah satu faktor penyebab utama terjadinya stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap ibu balita tentang stunting sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media leaflet di wilayah kerja Puskesmas Kalomdol. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pre-experiment dengan pendekatan one group pre-posttest. Sampel terdiri dari 93 ibu balita yang dipilih menggunakan teknik saturasi sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Guttman untuk pengetahuan dan skala Likert untuk sikap. Analisis data dilakukan menggunakan program SPSS versi 31 untuk uji beda sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu dari kategori kurang menjadi cukup dan baik, serta perubahan sikap positif yang signifikan setelah intervensi edukasi (p 0,05). Edukasi melalui media leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman ibu tentang definisi, penyebab, dampak, dan pencegahan stunting. Kesimpulannya, edukasi kesehatan berbasis media leaflet merupakan strategi efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu balita, yang berimplikasi pada perubahan perilaku pencegahan stunting secara berkelanjutan. Disarankan agar program edukasi ini diintegrasikan ke dalam layanan kesehatan masyarakat, terutama di daerah dengan angka stunting tinggi, untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia.
PENGARUH SINBIOTIK TERHADAP MIKROBIOTA SALURAN CERNA PADA ANAK STUNTING Septiani Septiani; Fariza Yulia Kartika Sari
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 4, No 2 (2023): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v4i2.2002

Abstract

AbstrakLatar belakang: Komposisi microbiota dalam saluran cerna anak mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Beberapa patogen di dalam usus berfungsi dalam peningkatan penyerapan gizi. Konsumsi makanan prebiotic (yang kaya microbiota saluran cerna) akan menstimulasi pertumbuhan flora bakteri dalam usus dan meningkatkan kesehatan tubuh. Ketika saluran pencernaan anak sehat dan penyerapan zat gizi maksimal maka secara tidak langsung menurunkan risiko masalah gizi terutama stunting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji artikel tentang hubungan sinbiotik dengan mikrobiota saluran cerna pada anak stunting di Indonesia. Metode penelitian: Penelitian ini literature review dengan pendekatan analisis deskriptif dan menggunakan desain systematic review. Penelusuran jurnal menggunakan situs pencarian pada google scholar, Pubmed, DOAJ dan Plos One dengan kata kunci prebiotic, sinbiotik dan stunting . Hasil penelitian: Sinbiotik menggunakan campuran beberapa kultur bakteri asam laktat seperti Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus plantarum Dad 13 yang telah diketahui bersifat probiotik. Kombinasi ini dapat meningkatkan daya tahan bakteri probiotik yaitu dengan menstimulasi pertumbuhan flora bakteri dalam usus seperti Lactobacilli, bifidobacterial dan prevotella 9 yang mana berfungsi untuk meningkatkan imunitas saluran cerna, mengurangi populasi bakteri patogen dan meningkatkan produksi asam lemak rantai pendek. Prevotella 9 berkorelasi positif dengan tinggi badan dan berat badan Kesimpulan: Konsumsi prebiotic dan sinbiotik berpengaruh nyata terhadap komposisi gut microbiota usus yaitu peningkatan populasi Prevotella 9, L.plantarum dan Bifidobacterium; penurunan populasi EnterobacteriaceaeKata Kunci: Sinbiotik, prebiotik, stunting 
SISTEM PENYELENGGARAAN MAKANAN DI PANTI ASUHAN AISYIYAH KUDUS Dewi Kusumawati; Septiani Septiani; Purbowati Purbowati
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 2, No 2 (2021): JURNAL MEDIKA INODNESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v2i2.1954

Abstract

Latar belakang: Tumbuh kembang anak harus didukung dengan makanan dalam jumlah dan mutu yang memenuhi syarat gizi. Penyelenggaraan makanan di Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) diharapkan dapat menyediakan makanan bagi anak asuh yang sesuai dengan kebutuhan dan memenuhi standar sanitasi dengan memperhatikan batas sumber dana dan fasilitas panti asuhan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem penyelenggaraan makanan di panti asuhan Aisyiyah kudus. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 24-30 Maret 2022 dengan menggunakan data primer dan sekunder. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan check list. Hasil : Kegiatan penyelenggaraan makanan di Panti Asuhan Aisyiyah Kudus dilakukan secara swakelola dimana Panti memiliki dapur sendiri yang  melaksanakan semua kegiatan penyelenggaraan makan. Anggaran yang disediakan ialah Rp 10.000.000,- yang berasal dari Yayasan dan para donatur. Perencanaan menu dilakukan atas diskusi bersama pengurus, pengasuh dan petugas dapur  dengan mengacu pada siklus menu 7 hari, tidak dilakukan perhitungan kebutuhan anak dan tidak memiliki standar porsi. Pembelian dan penyimpanan bahan makanan secara langsung oleh pengasuh panti asuhan. Persiapan dan pengolahan makanan dilakukan dengan mengandalkan pengalama petugas dapur. Pendistribusian makanan menggunakan sistem sentralisasi dan desentralisasi. Kesimpulan: Sistem penyelenggaraan makanan di panti asuhan anak aisyiyah kudus tergolong baik.
MENINGKATKAN EFIKASI DIRI MENGHADAPI BENCANA MELALUI MINDFULNESS SPIRITUAL ISLAM PADA MASYARAKAT DI DAERAH RAWAN BANJIR Fariza Yulia Kartika Sari; Septiani Septiani; Ashri Maulida Rahmawati
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i2.2922

Abstract

Kesehatan mental masyarakat yang terdampak banjir perlu mendapatkan perhatian yang lebih. Beberapa warga desa Dorang yang  merupakan salah satu desa dari Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara yang rawan banjir, mengeluhkan merasa cemas setiap kali memasuki musim penghujan karena bencana banjir yang terus berulang dari tahun ke tahun. Salah satu upaya untuk mengatasi dampak psikologis pada korban bencana adalah pemberian terapi mindfulness spiritual yang bisa membantu meningkatkan efikasi diri sehingga individu memiliki keyakinan lebih akan kemampuannya untuk dapat mengatasi dan menghadapi situasi bencana. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan efikasi diri dalam emnghadapi bencana pada masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir. Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat telah terlaksana pada di PCNA Dorang berjalan lancar dengan total 18 peserta. Kegiatan dilaksanakan melalui 3 tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan Evaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi setelah diberikan terapi mindfulness dapat ditemukan adanya peningkatan efikasi diri dalam menghadapi bencana pada peserta sebesar 2,61, namun peningkatan ini dinilai belum signifikan terapi mindfulness dapat diberikan selama 4 sesi dalam kurun waktu 2 minggu untuk mendapatkan hasil peningkatan efikasi diri yang signifikan. Oleh karena itu, dilihat dari besarnya manfaat yang diberikan, kader siaga bencana perlu menindaklanjuti pemberian mindfulness spiritual islam agar dapat menghasilkan peningkatan efikasi diri yang signifikan
The Effect of Animal Side Dish Modification "Rolade Ayam" on Acceptability in Adult Patients Ria Fitria Madu; Purbowati Purbowati; Septiani Septiani
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 7 No. 6 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lack of food intake in inpatients or inpatients is often associated with adverse health consequences such as malnutrition. Nutrition services in the hospital's minimum service standards are determined to be at least 80% consumed by the patient. However, there are still many hospitals that have a percentage of leftover food that exceeds 20%. Food modifications are necessary to lower leftovers in hospitals and increase acceptability. The purpose of this study is to analyze the effect of animal side dish modification in the form of chicken rollade on patient acceptability. The research design in this study is a quasi-experimental or quasi-experimental with a One Group Pre-Post Test design.The research was conducted at the Fakfak Regency Regional General Hospital (RSUD) from June to July 2025. The sample in this study amounted to 43 adult patients were selected using purposive sampling. The protein menu modification used is chicken Rolade. While the pre test uses the previous menu, namely curry chicken. Acceptance assessment was carried out with a questionnaire on the related likert scale, taste, texture, and aroma. Analysis using the Paired T Test. The average acceptance score of curry chicken before menu modification was 3.11 (maximum score of 5). The average acceptance score of rolade chicken is 4.4. The results of the test showed a P value of <0.001. The chicken rolade menu is preferred and accepted by patients compared to the curry chicken menu.
The Relationship between Posyandu Cadre Knowledge Level with Anthropometric Measurements and Filling in Child Development Card (KKA) Wa Fonika; Islami Islami; Septiani Septiani
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i1.213

Abstract

Anthropometric measurements and completing the Child development cardat integrated health posts (Posyandu) are essential components of monitoring toddler growth and development. In the Fakfak Tengah Community Health Center (Puskesmas) work area, measurement coverage only reached 47.13%, and most KKA completions were still carried out by nutrition workers, with errors being found among the cadres. This situation indicates the need to improve cadre capacity. This study aimed to analyze the relationship between Posyandu cadres' knowledge level and their skills in anthropometric measurement and KKA completion. The study used a quantitative, observational design with a cross-sectional approach. A sample of 76 cadres was purposively selected from 19 Posyandus in the Fakfak Tengah Community Health Center work area from July to August 2025. The independent variable was the cadres' knowledge level regarding Posyandu services, while the dependent variables were their skills in anthropometric measurement and KKA completion. The research instruments consisted of a knowledge questionnaire and a skills observation sheet. Data analysis was performed using univariate analysis to describe respondent characteristics, and bivariate analysis using the Chi-square test to test relationships between variables at a 95% significance level (p<0.05). The results showed that Posyandu cadre knowledge was associated with anthropometric measurements (OR = 3.26; 95% CI: 1.11–9.57; p = 0.028), and completion of the Child development card (7.17 (95% CI: 1.41–36.50); p = 0.014). Posyandu cadre knowledge was associated with anthropometric measurements and completion of the child development card.
Pelatihan Pembuatan Tasima (Produk Olahan Singkong) dan Pengukuran LiLA untuk Mencegah Kejadian Ibu KEK Zaenal Fanani; Septiani Septiani; Irawati Indrianingrum
Abdimas Mandalika Vol 5, No 5 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i5.40459

Abstract

Abstract:  Cassava agricultural products have been sold as raw materials for the cassava processed product industry. The community in Singorojo Village has not been able to produce processed foods from cassava, which could be a superior product for the region. Cassava can be part of the Supplemental Feeding (PMT) for pregnant women experiencing KEK because its nutritional content can help meet energy and nutritional needs. The purpose of this activity is for early detection of mothers at risk of KEK by measuring the Upper Arm Circumference (LILA), as well as appropriate nutritional interventions in the event of KEK by consuming Tasima, a high-calorie cassava processed product. This community service is focused on providing solutions to partner problems, especially in the health and food aspects. An overview of technology and innovation is implemented through health education about the nutritional content and benefits of cassava. Training on LiLA measurement applications, and training on making Tasima. The results of the community service are in the form of procurement of LiLA measurement tools, so that it can improve health services for the prevention of KEK mothers. Furthermore, increased Tasima production, so that it is more widely known to the community and provides positive feedback for additional nutritious food. The Singorojo community utilizes social media to reach a wider consumer base, increase sales, and diversify family income sources.Abstrak: Hasil pertanian singkong selama ini dijual sebagai bahan baku industri produk olahan singkong. Masyarakat di Desa Singorojo belum dapat memproduksi makanan olahan dari singkong, yang bisa dijadikan produk unggulan daerah tersebut. Singkong dapat menjadi bagian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk ibu hamil yang mengalami KEK karena kandungan nutrisinya dapat membantu memenuhi kebutuhan energi dan gizi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk deteksi dini Ibu yang berisiko KEK dengan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA), serta intervensi gizi yang tepat pada kejadian KEK dengan konsumsi Tasima produk olahan singkong tinggi kalori. Pengabdian ini difokuskan untuk memberikan solusi dari permasalahan mitra, khususnya pada aspek kesehatan dan pangan. Gambaran teknologi dan inovasi diimplementasikan melalui edukasi kesehatan tentang kandungan nutrisi dan manfaat singkong. Pelatihan aplikasi pengukuran LiLA, serta pelatihan pembuatan Tasima. Hasil pengabdian berupa pengadaan alat pengukuran LiLA, sehingga dapat meningkatan pelayanan bidang kesehatan untuk pencegahan kejadian Ibu KEK. Selanjutnya peningkatan produksi Tasima, sehingga lebih banyak dikenal masyarakat dan memberikan feedback positif untuk tambahan makanan bergizi. Masyarakat Singorojo memanfaatkan media sosial, untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, meningkatkan penjualan, dan mendiversifikasi sumber pendapatan keluarga.