Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Derajat Septum Deviasi pada Pemeriksaan CT Scan Sinus Paranasal dengan Derajat Obstruksi Hidung di RSI Siti Rahmah Padang Vioni Yolisa Fitri; Jenny Tri Yuspita; Elfahmi; Vina Tri Septiana; Yanti Fitri Yasa
Scientific Journal Vol. 3 No. 4 (2024): SCIENA Volume III No 4, July 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i4.149

Abstract

Deviasi septum adalah kondisi di mana septum hidung, dinding yang memisahkan kedua lubang hidung, tidak lurus. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah pernapasan, termasuk hidung tersumbat, sinusitis, dan kesulitan tidur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara derajat deviasi septum yang diamati pada pemeriksaan CT scan sinus paranasal dan derajat obstruksi hidung.Penelitian ini menggunakan data dari pasien yang menjalani pemeriksaan CT scan sinus paranasal dan penilaian skor NOSE (Nasal Obstruction Symptom Evaluation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara derajat deviasi septum dan derajat obstruksi hidung (p<0,0001). Pasien dengan deviasi septum yang lebih parah memiliki skor NOSE yang lebih tinggi, yang menunjukkan obstruksi hidung yang lebih parah. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemeriksaan CT scan sinus paranasal dapat digunakan untuk menilai derajat deviasi septum dan membantu menentukan tingkat keparahan obstruksi hidung. Informasi ini dapat membantu dokter dalam mendiagnosis dan merencanakan pengobatan deviasi septum dengan tepat.
Pemberdayaan Lansia melalui Penyuluhan Gaya Hidup Sehat untuk Pencegahan Hipertensi di Puskesmas Lubuk Buaya Fidiariani Sjaaf; Debie Anggraini; Nesi Meldi Pratiwi; Chandra Adilla; Desi Alifia; Lismawati; Maryeti Marwazi; Nilas Warlem; Tati Khairina; Yanti Fitri Yasa
Abdika Sciena Vol 4 No 1 (2026): JURABDIKES Volume 4 No 1, Juni 2026
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v4i1.352

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang paling banyak ditemukan pada kelompok lanjut usia dan menjadi penyebab utama komplikasi kardiovaskular. Peningkatan kasus hipertensi pada lansia dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko seperti usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, pola konsumsi natrium, obesitas, aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan lansia melalui penyuluhan gaya hidup sehat sebagai upaya pencegahan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang. Metode kegiatan dilakukan melalui edukasi kesehatan menggunakan media leaflet dan banner, pemeriksaan tekanan darah, pengukuran indeks massa tubuh, serta konseling terkait pola hidup sehat. Sasaran kegiatan adalah 88 lansia hipertensi yang mengikuti pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Lubuk Buaya. Hasil kegiatan menunjukkan sebagian besar peserta berusia 60–74 tahun sebanyak 54 orang (61,4%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 61 orang (69,3%), memiliki riwayat keluarga hipertensi sebanyak 54 orang (61,4%), aktivitas fisik kurang baik sebanyak 64 orang (72,7%), dan konsumsi natrium kurang baik sebanyak 68 orang (77,3%). Kegiatan penyuluhan berjalan baik dan peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya pola hidup sehat untuk mengontrol tekanan darah. Penyuluhan gaya hidup sehat diharapkan menjadi langkah promotif dan preventif dalam menurunkan risiko hipertensi pada lansia.