p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Scientific Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Trauma Tumpul Akibat Jatuh dari Ketinggian Rosmawaty
Scientific Journal Vol. 4 No. 1 (2025): SCIENA Volume IV No 1, January 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i1.193

Abstract

Trauma menjadi penyebab kematian dengan angka yang terus meningkat setiap tahunnya. Secara global kematian akibat trauma menyumbang 1 dari 10 kematian. Pemahaman yang berkaitan dengan luka atau trauma dalam bidang forensik dikenal sebagai Traumatologi. Trauma tumpul dikaitkan dengan interaksi tubuh dengan benda maupun interaksi benda terhadap tubuh. Luka akibat rauma tumpul dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis yaitu lebam, luka lecet, luka robek dan fraktur. Umumnya semua jenis luka dapat muncul bersamaan. Telah dilaporkan korban laki-laki usia 35 tahun ditemukan meninggal disebuah bangunan kosong bertingkat dengan posisi terlentang. Atas permintaan kepolisian dilakukan pemeriksaan visum et repertum dan ditdapatkan perkiraan kematian lebih dari 12 jam. Pemeriksaan luar di dapatkan luka lecet gores dan memar pada dada dan perut yang disebabkakn oleh trauma tumpul. Pada pemeriksaan dalam ditemukan cairan 500 ml pada rongga dada,tulang iga kiri belakang 1-6 dan paru kiri robek dan mengecil. Temuan ini menunjukkan penyebab kematian pasien akibat trauma tumpul diduga akibat pasien terjatuh dari ketinggian.
Menentukan Kekompakan dari Dua Individu yang Sudah Menjadi Tulang Belulang Rosmawaty
Scientific Journal Vol. 4 No. 5 (2025): SCIENA Volume IV No 5, September 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i5.266

Abstract

Identifikasi forensik suatu upaya yang dilakukan untuk membantu penyidik menentukan identitas seseorang. Informasi yang berkaitan dengan identitas seseorang seperti kedua individu korban dari kekompakan tulang belulang antara Mrs A dan Mrs B, ras, jenis kelamin, dan umur. Penemuan dari tulang belulang ini dilaporkan oleh polisi dan diidentifikasi oleh ahli forensik berdasarkan surat permohonan visum yang diberikan. Pada kasus ini diidentifikasi jumlah tulang belulang manusia lengkap dan tidak lengkap dengan perkiraan lama kematian sekitar 1 tahun dapat diperkirakan melalui penilaian kondisi tulang yang masih padat, berbau busuk, berwarna kecoklatan dan kekuningan serta masih adanya sisa jaringan lunak pada permukaan tulang belulang dan ditemukannya belatung. Berdasarkan hasil pemeriksaan tulang belulang dapat disimpulkan sebab kematian korban karena adanya trauma tumpul dan ditemukan adanya resapan darah pada tulang kepala. Pada kedua kerangka tulang terdapat kekompakan tulang yang dapat memudahkan identifikasi korban dari dua induvidu yang berbeda dan adanya pemeriksaan DNA.