p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Scientific Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Eksplorasi Persepsi Dosen Pembimbing Klinik terhadap Dinamika Aktual Pembelajaran Klinik di Fasilitas Kesehatan Widyandana; Assyifa Nur'aini; Resti Rahmadika Akbar; Naima Lassie
Scientific Journal Vol. 4 No. 3 (2025): SCIENA Volume IV No 3, May 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i3.202

Abstract

  Pendahuluan: Pembelajaran klinik merupakan fase krusial dalam pendidikan kedokteran yang bergantung pada peran dosen sebagai fasilitator. Namun, keterbatasan waktu, variasi kasus, dan minimnya pelatihan pedagogis kerap menjadi kendala. Tujuan: Mengeksplorasi persepsi dosen klinik terkait tantangan, strategi pembelajaran, serta pengalaman dan harapan terhadap pelatihan. Metode: Studi kualitatif deskriptif ini melibatkan 61 dosen pembimbing klinik Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahman Padang melalui survei daring saat pelatihan. Hasil: Sebanyak 27,9% belum pernah mengikuti pelatihan. Strategi dominan meliputi pendekatan kognitif (34,4%) dan penguatan soft skill (26,2%), sementara 24,6% tidak memiliki strategi khusus. Tantangan utama adalah keterbatasan waktu (31,1%) dan kesiapan mahasiswa. Dosen berharap mendapat pelatihan teknis (50,8%), peran perseptor (21,3%), serta komunikasi dan publikasi ilmiah (21,3%). Kesimpulan: Meskipun berpengalaman secara profesional, dosen masih menghadapi kesenjangan pedagogis. Diperlukan pelatihan teknis yang terstruktur dan berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pembelajaran klinik.
Pengaruh Praktik Laboratorium Soft Skills Terhadap Kemampuan Refleksi Diri Mahasiswa Kedokteran Resti Rahmadika Akbar; Shinta Pratiwi; Aulia Cahya Madhani; Gadiza Usuludin
Scientific Journal Vol. 4 No. 3 (2025): SCIENA Volume IV No 3, May 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i3.208

Abstract

Latar Belakang: Skills Lab, atau laboratorium keterampilan klinis, merupakan fasilitas pendidikan yang dirancang untuk membantu mahasiswa kedokteran menguasai keterampilan klinis melalui simulasi sebelum berinteraksi langsung dengan pasien. Salah satu kompetensi utama yang dipelajari adalah komunikasi efektif, yang mencakup edukasi dan konseling. Aspek penting dalam komunikasi efektif meliputi kemampuan sambung rasa terhadap pasien, empati, keterampilan membuka dan menutup sesi, serta negosiasi dalam proses persetujuan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review dengan menganalisis 30 artikel yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa refleksi memiliki peran yang signifikan dalam proses pembelajaran mahasiswa kedokteran. Refleksi membantu mahasiswa menilai pengalaman dan respons emosional mereka secara kritis, terutama ketika terpapar pengaturan klinis sejak dini. Paparan ini memungkinkan mahasiswa untuk memahami lebih baik tantangan klinis, mengembangkan empati, dan membangun identitas profesional mereka sebagai tenaga kesehatan. Melalui praktik reflektif, mahasiswa dapat memperbaiki keterampilan komunikasi dan klinis mereka. Refleksi membantu mahasiswa dalam meningkatkan pengambilan keputusan klinis, menyempurnakan kompetensi profesional, dan memperdalam pemahaman mereka tentang kebutuhan pasien. Selain itu, refleksi memungkinkan mahasiswa untuk mengelola emosi dalam situasi klinis dan membangun hubungan terapeutik yang lebih baik dengan pasien. Simulasi yang dilakukan di Skills Lab, didukung oleh praktik refleksi, menjadi pendekatan strategis dalam pendidikan kedokteran. Hal ini memastikan mahasiswa tidak hanya menguasai keterampilan teknis tetapi juga memiliki kepekaan dan empati yang diperlukan dalam memberikan perawatan pasien. Dengan demikian, refleksi tidak hanya mendukung pengembangan keterampilan komunikasi yang efektif tetapi juga menjadi landasan dalam membangun kompetensi profesional yang lebih holistik. Kesimpulan: Refleksi memainkan peran kunci dalam pendidikan kedokteran, membantu mahasiswa menjadi penyedia layanan kesehatan yang kompeten, berempati, dan siap menghadapi tantangan klinis nyata.
Correlation Between Body Mass Index and Cardiovascular Fitness in Medical Student Alief Dhuha; Berry Rahmadhoni; Lovea Ajeng Sari; Dian Puspita; Resti Rahmadika Akbar; Widia Sari
Scientific Journal Vol. 4 No. 5 (2025): SCIENA Volume IV No 5, September 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i5.254

Abstract

Introduction: Cardiovascular fitness is one of the components that can be used to evaluate health-related physical fitness. Body mass index (BMI) is a factor that can influence cardiovascular fitness. This is due to the strong correlation between BMI and cardiovascular fitness. Aims: To assess the correlation between BMI and cardiovascular fitness among medical students at Universitas Baiturrahmah. Method: The research was conducted at the Physiology Laboratory, Faculty of Medicine, Universitas Baiturrahmah. We assessed each subjects’s BMI and evaluated their cardiovascular fitness using the Harvard Step Test. The data were processed using Spearman rho correlation analysis. Results: Among the 50 subjects who participated in this study the mean BMI was 23.66±0.67 kg/m2, with approximately 68% (34) of subjects categorized in the normal BMI group. Out of the total number of subjects, around 34% (17) subjects had good cardiovascular fitness, with a mean value around 75.48±2.17. The results showed a significant correlation between BMI and cardiovascular fitness (r = -0.436, p<0.05), indicating that a higher BMI is related to lower levels of cardiovascular fitness. Conclusion: The results of this study indicate a significant negative correlation between BMI and cardiovascular fitness among medical students at Universitas Baiturrahmah.