This Author published in this journals
All Journal SEMAR
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi pemanfaatan lahan kosong sebagai sarana budidaya tanaman holtikultura oleh PKK Kalisegoro Shofia Nur Awami; Ahmad Muhtadin; Puspita Wijayanti; Lu'lu'a Ulyn Ni'mah
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.110583

Abstract

Wilayah RT 04 RW 04 Kalisegoro yang dulunya merupakan lahan tegalan, sekarang sebagian wilayahnya beralih fungsi menjadi area kompleks perumahan. Meskipun sudah menjadi area perumahan, terdapat sebagian kecil lahan yang dibiarkan kosong, dan belum dimanfaatkan secara optimal, dikarenakan lahan tersebut sedianya untuk fasilitas umum area perumahan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membenahi lahan, menata agar terlihat rapi, memotivasi warga dan memanfaatkan lahan kosong untuk berbudidaya tanaman hortikultura oleh ibu-ibu Dawis dan Anggota PKK RT 04. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2024. Metode pengabdian yang digunakan adalah pemberdayaan ibu-ibu dawis dan PKK melalui kegiatan pendampingan pemanfaatan lahan kosong, pembuatan sarana dan prasarana budidaya, sekaligus mengusahakan tanaman hortikultura. Tahapan kegiatan meliputi: koordinasi dan survei awal, perencanaan tata letak, perbaikan serta pembuatan sarana prasarana, pembinaan lapangan, dan monitoring. Kegiatan pengabdian melibatkan ibu-ibu anggota PKK dan Dawis di RT 04/04 Kalisegoro, serta dibantu 4 (empat) mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim. Hasil kegiatan diantaranya, tertatanya lahan menjadi rapi, semula dengan ukuran sekitar 130 m2, dibiarkan terbengkelai (belum dimanfaatkan), sekitar 4 x 10 m bagian lahan ditata ulang. Dari bagian lahan yang tertata, sebagian dibuat petak-petak tanam sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media tanam tanaman hortikultura, selain itu lingkungan menjadi bersih dan dapat menghasilkan sayuran. Disisi lain motivasi ibu-ibu anggota PKK dan dawis untuk berbudidaya serta merawat tanaman menjadi meningkat. Tanaman hortikultura yang ditanam adalah tanaman cabai (cabai rawit dan cabai merah), tomat dan terong, yang masing-masing tanaman disediakan sejumlah 100 bibit. Akhir kegiatan, tanaman hortikultura yang dibudidayakan di lahan setempat, ternyata belum menghasilkan secara optimal dikarenakan ada hama dan penyakit yang menyerang, seperti hama belalang hijau, lalat buah, virus gemini dan penyakit hama layu.