Artikel ini ditulis sebagai kajian mengenai dinamika historis musik pop Batak yang ditelaah dalam periode khusus yakni dari tahun 1990-2010. Artikel ini berfokus pada transformasi musik tradisional dari sub-etnik Batak seperti Karo, Pakpak, Simalungun, Toba, Mandailing, dan angkola. Transformasi yang ditelaah menyorot perubahan dari yang semula tradisional menjadi bentuk musik populer yang terintegrasi dalam industri rekaman dan hiburan nasional. Penelitian yang dilakukan melibatkan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur dengan melakukan juga analisis terhadap isi terhadap lirik, visual album, serta dokumentasi pertunjukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik Pop Batak berfungsi sebagai ruang hibridisasi antara tradisi dan modernitas. Elemen musik tradisional diadaptasi ke format pop modern melalui peran tokoh pionir dan media rekaman. Musik tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi medium artikulasi nilai sosial, spiritual, dan identitas kolektif masyarakat Batak di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi media. Musik pop Batak hadir sebagai representasi identitas kultural mereka. Temuan pada artikel ini menegaskan bahwa musik Pop Batak memiliki kontribusi penting dalam memperkuat keberlanjutan budaya, membangun rasa kebanggaan etnis, serta memperluas wacana musik populer Indonesia melalui perspektif etnomusikologi.Kata kunci: Musik Pop Batak, Identitas Kultural, Industri Musik, Kajian Historis, Representasi Budaya This study examines the historical and social dynamics of Batak Pop music from 1990 to 2010, as a form of representation of the cultural identity of the Batak people. The study focuses on the transformation of traditional music from Batak sub-ethnicities (Karo, Pakpak, Simalungun, Toba, Mandailing, Angkola) into a form of popular music integrated into the national recording and entertainment industry. The method employed is a descriptive, qualitative approach with a historical perspective, incorporating content analysis of lyrics, album visuals, and performance documentation. The results show that Batak Pop music functions as a hybrid space between tradition and modernity, where traditional musical elements are adapted to a modern pop format through the role of pioneering figures and recording media. Music is not only entertainment, but also a medium for articulating social, spiritual values, and collective identity of the Batak people amidst social change and the development of media technology. These findings confirm that Batak Pop music makes a significant contribution to strengthening cultural sustainability, building a sense of ethnic pride, and expanding the discourse of Indonesian popular music from an ethnomusicological perspective.Keywords: Batak Pop Music, Cultural Identity, Music Industry, Historical Studies, Cultural Representation