Sifat fisika-kimia tanah, seperti pH, tekstur, kandungan karbon organik (C-organik), dan warna merupakan faktor penentu kesuburan dan produktivitas lahan pertanian dan kehutanan. Variasi sifat tanah di Kabupaten Gayo Lues yang mendukung komoditas unggulan seperti kopi arabika, kemiri, dan pinus memerlukan analisis mendalam untuk pengeloaan lahan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan sifat pH, tekstur, C-organik, dan warna tanah pada lahan komoditas pertanian (jagung, kemiri, nenas, kopi, bawang merah, padi, kakao, cabai) dan kehutanan (pinus) di Kecamatan Blangkejeren, Blangjerango , dan Kuta Panjang, serta mengevaluasi implikasinya terhadap kesesuaian lahan dan bagaimana lahan dikelola. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif eksperimental digunakan dengan random purposive sampling, mengambil 21 sampel tanah (kedalaman 0-20 cm) menggunakan auger, dianalisis dengan metode electrometry (pH), by feeling (tekstur), walkey and black (C-organik), dan buku Munsell (warna tanah). Hasil penelitian menunjukkan pH tanah berkisar 4,36-7,8 (rata-rata 6,39), tertinggi di Blangkejeren (6,97 + 0,50) mendukung penyerapan nutrisi optimal, sedangkan Blangjerango cenderung asam (5,44 + 0,80) akibat curah hujan tinggi. Tekstur tanah didominasi pasir berlempung dan lempung berpasir dipengaruhi material vulkanik. Warna tanah dominan hue 10 YR (value 3-4, chroma 1-3), mengindikasikan bahan organik tinggi. C-organik rata-rata 2,14 % (kategori sedang), tertinggi di Blangjerango (2,39 + 1,53 ) pada kemiri dan pinus, sementara Kuta Panjang menunjukkan degradasi (0,30 % pada pinus). Blangkejeren optimal untuk hortikultura, Blangjerango membutuhkan kapur dolomit untuk pH asam, dan Kuta Panjang memerlukan kompos untuk mencegah erosi. Penelitian ini menegaskan pentingnya manajemen tanah spesifik lokasi untuk meningkatkan kesuburan dan keberlanjutan tanah.