Hasil pembakaran dari industri batubara menghasilkan limbah berupa bottom ash dan fly ash yang dapat mencemari lingkungan. Pemanfaatan limbah khususnya yang dihasilkan PLTU Kertasari Kabupaten Sumbawa Barat masih belum optimal sehingga perlu adanya alternatif guna mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental untuk memperoleh komposisi campuran penambahan fly ash sebagai bahan tambah semen dan bottom ash sebagai pengganti pasir pada beton. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai slump, nilai kuat tekan beton pada umur 7 dan 28 hari pada variasi fly ash 0%, 20%, 40%. dan 60% serta mengetahui nilai perbandingan kuat tekan beton umur 7 dan 28 hari. Penelitian ini menggunakan benda uji berbentuk silinder sebanyak 15 benda uji dimana untuk setiap variasinya sebanyak 3 benda uji. Adapun hasil yang didapatkan berupa nilai slump dengan bahan tambah fly ash menghasilkan campuran terbesar pada variasi 0% yaitu sebesar 11,5 cm. Nilai kuat tekan beton terbesar yang dihasilkan pada umur 7 hari terdapat pada variasi 60% yaitu sebesar 6,09 MPa. Sedangkan pada umur 28 hari nilai kuat tekan beton terbesar dihasilkan pada umur 28 hari terdapat pada variasi 60% yaitu sebesar 13,02 MPa.