Peningkatan timbulan sampah di Kabupaten Sumbawa menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan lingkungan, khususnya di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Raberas yang masih didominasi oleh sistem penimbunan. Sampah organik yang terdapat di TPA Raberas memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif melalui teknologi Refuse Derived Fuel (RDF). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi dan karakteristik sampah organik, menghitung potensi energi berdasarkan nilai kalor, serta mengevaluasi kelayakan teknis pemanfaatan sampah organik sebagai bahan baku RDF di TPA Raberas Kabupaten Sumbawa. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengambilan sampel selama tujuh hari berturut-turut, analisis komposisi sampah, pengamatan karakteristik fisik, serta pengujian laboratorium untuk menentukan kadar air, kadar abu, volatile matter, fixed carbon, dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi sampah organik didominasi oleh daun/ranting sebesar 36,66%, kertas/karton sebesar 34,76%, dan sayuran/buah sebesar 23,80%. Karakteristik kimia sampah organik menunjukkan kadar air rata-rata sebesar 58,00%, kadar abu sebesar 5,82%, volatile matter sebesar 28,06%, fixed carbon sebesar 8,12%, dan nilai kalor sebesar 1.406,25 kcal/kg atau setara dengan 5,89 MJ/kg. Berdasarkan estimasi massa sampah organik sebesar 91.425,638 ton/tahun, diperoleh potensi energi RDF sebesar 538.497,00 GJ/tahun. Hasil evaluasi berdasarkan standar EN 15359:2011 dan SNI 8966:2021 menunjukkan bahwa parameter kadar abu dan fixed carbon telah memenuhi kriteria RDF, sedangkan parameter kadar air, volatile matter, dan nilai kalor masih belum memenuhi standar yang dipersyaratkan. Oleh karena itu, secara kondisi eksisting sampah organik di TPA Raberas belum layak digunakan secara langsung sebagai bahan baku RDF. Namun demikian, sampah organik tersebut memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif apabila dilakukan proses pre-treatment seperti drying, biodrying, atau pencampuran dengan material yang memiliki nilai kalor lebih tinggi.