Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gamifikasi dalam Pendidikan: Solusi Pembelajaran Digital yang Efektif dan Menyenangkan Nur’ain Lakoro; Sri Muliani Dama; Farah Zihan Bahsoan; Sri Juliana Mulfaidah Dunggio; Rahmawati Mokodompit; Rahman Apadu; Herman Didipu
Matano: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): Tahun 2025
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/matano.v1i2.3216

Abstract

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan dan memanfaatkan media pembelajaran berbasis gamifikasi seperti Blooket, Gimkit, dan QuizWhizzer dalam mendukung proses belajar mengajar, khususnya dalam meningkatkan dan memanfaatkan keterampilan guru dalam menguasai media pembelajaran berbasisi gamifikasi. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan sosialisasi, pelatihan langsung, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk lokakarya yang melibatkan staf dewan guru SMK Negeri 1 Bulango Utara. Setiap guru mengikuti sesi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan peran masing-masing dalam proses pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kelompok guru yang terdiri atas 20 peserta mampu mengintegrasikan media digital ke dalam perangkat pembelajaran secara mandiri. Kegiatan ini memiliki implikasi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan sekolah, khususnya dalam hal penguasaan teknologi digital oleh para guru. Keberhasilan pelatihan menunjukkan bahwa penerapan media pembelajaran berbasis gamifikasi mampu meningkatkan motivasi dan partisipasi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih interaktif. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berdampak jangka pendek dalam bentuk peningkatan keterampilan, tetapi juga berpotensi mendorong transformasi pembelajaran jangka panjang menuju arah yang lebih digital, kreatif, dan sesuai dengan karakteristik generasi peserta didik masa kini.
Kepribadian Tokoh dalam Novel Almond Karya Sohn W On- Pyung dan Katarsis Karya Anastasia Aemalia : Kajian Psikologi Sigmund Freud: Penelitian Herson Kadir; Chairunnisa Mantu; Rahmawati Mokodompit; Karsum K. Talib; Shelvira Mokodongan; Amelia Anastasya Lanti; Erina Putriani Paputungan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4635

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan dua novel, yaitu Almond karya Sohn W on- Pyung dan Katarsis karya Anastasia, menggunakan pendekatan psikologi sastra Sigmund Freud, khususnya aspek Id, Ego, dan Superego. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan kajian sastra bandingan, yang dilakukan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode baca dan catat, di mana kutipan-kutipan yang relevan dengan konflik batin tokoh dikumpulkan dan dianalisis untuk memahami interaksi antara dorongan bawah sadar, kesadaran diri, dan kontrol moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua novel menampilkan dinamika psikologis yang sejalan dengan teori Freud, meskipun konteks dan karakter berbeda. Dalam Katarsis, tokoh utama Tara menunjukkan dominasi Id melalui perilaku dingin dan mati rasa emosional, terutama saat membunuh sepupunya tanpa penyesalan, menandakan minimnya kontrol dari Ego dan Superego. Sementara itu, dalam Almond, tokoh utama mengalami kelainan afasia emosional yang membuatnya tidak mampu merasakan emosi, sehingga menampilkan ketidakseimbangan antara Id, Ego, dan Superego. Analisis kutipan menunjukkan bagaimana Ego berperan dalam mengatur tindakan dan menyeimbangkan dorongan Id dengan realitas, sedangkan Superego memengaruhi kesadaran moral dan evaluasi nilai sosial tokoh. Penelitian ini memperlihatkan bahwa teori psikoanalisis Freud efektif digunakan untuk memahami konflik internal, perkembangan karakter, dan pengaruh konteks sosial serta budaya dalam membentuk perilaku tokoh. Temuan ini juga memberikan wawasan tentang perbedaan ekspresi emosional dan trauma psikologis dalam latar budaya yang berbeda, serta memperkaya pemahaman tentang hubungan antara psikologi individu dan sastra.