Ratri Nuryani Qudwatullathifah
Institut Prima Bangsa

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDENTS ENGAGEMENT IN LEARNING MATHEMATICS WITH THE ACADEMIC PERFORMANCE OF ELEMENTARY SCHOOL Ratri Nuryani Qudwatullathifah; Amanda Maharani; Cucuh Miftahurrohmah
KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE Vol 7 No 2 (2025): Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/klasikal.v7i2.1304

Abstract

Mathematics learning at the elementary school level plays a crucial role in developing students’ logical, critical, and analytical thinking skills. Effective mathematics instruction is supported by several factors, one of which is student engagement. Student engagement is a key factor that influences learning outcomes, including academic performance. This study aims to examine the relationship between student engagement in mathematics learning and their academic performance. A quantitative method with a descriptive and correlational approach was used. The study population consisted of 4th and 5th grade students at SDN 3 Kramat, and total sampling was employed, resulting in a sample size of 64 students. The data analysis revealed a significant relationship between student engagement in mathematics learning and academic performance, with a significance value of 0.000 (< 0.05) and a correlation coefficient of 0.519. This indicates a moderate, positive relationship between the two variables.
ANALISIS ASESMEN FORMATIF BERBANTUAN QUIZIZZ PAPER MODE TERHADAP KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 JATISEENG KIDUL Reza Adi Pangestu; Zakiyah Ismuwardani; Ratri Nuryani Qudwatullathifah
PERISKOP : Jurnal Sains dan Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2026): PERISKOP: Jurnal Sains dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Prima Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58660/tmennx92

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas asesmen formatif berbantuan Quizizz Paper Mode dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV SD Negeri 1 Jatiseeng Kidul. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menilai relevansi penerapan asesmen formatif berbasis teknologi tersebut terhadap kondisi dan kesiapan lingkungan pembelajaran lokal di sekolah dasar dengan keterbatasan sarana digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode triangulasi data, mencakup wawancara mendalam dengan guru dan siswa, observasi langsung selama pembelajaran, serta analisis dokumen dan hasil belajar siswa. Instrumen penelitian meliputi pedoman wawancara, lembar observasi, dan angket terbuka. Analisis data dilakukan mengikuti model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan menggunakan verifikasi melalui teknik triangulasi sumber dan metode untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Quizizz Paper Mode mampu meningkatkan keaktifan siswa secara signifikan, ditunjukkan oleh keterlibatan aktif siswa dalam menjawab soal, berdiskusi, dan berinteraksi selama proses asesmen. Sebanyak 90% siswa menyatakan lebih semangat belajar dengan metode ini. Dari sisi hasil belajar, 79,31% siswa memperoleh nilai di atas KKM (≥70). Hambatan yang ditemukan berupa keterbatasan jaringan dan pemahaman awal guru, namun dapat diatasi melalui penyesuaian teknis dan pelatihan sederhana. Penelitian ini bermanfaat bagi pendidikan dasar, khususnya dalam implementasi asesmen formatif berbasis teknologi di lingkungan dengan keterbatasan digital. Hasil penelitian dapat dijadikan rujukan oleh guru, kepala sekolah, dan pengembang kurikulum untuk menerapkan metode evaluasi yang interaktif dan efisien dalam meningkatkan partisipasi dan capaian belajar siswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan Quizizz Paper Mode sebagai bentuk inovasi asesmen formatif yang mengintegrasikan teknologi digital dengan pendekatan konvensional berbasis kertas. Inovasi ini menjembatani kesenjangan antara pembelajaran digital dan keterbatasan fasilitas sekolah dasar, serta memperluas konsep asesmen formatif menjadi lebih inklusif, adaptif, dan relevan dengan konteks lokal pendidikan Indonesia.
DINAMIKA INTERAKSI MODERASI GAYA BELAJAR TERHADAP MODEL 5E DAN MATHEMATICAL COMMUNICATION COMPETENCY: CONDITIONAL PROCESS ANALYSIS (CPA) Lusi Umayah; Mochamad Guntur; Ratri Nuryani Qudwatullathifah
PERISKOP : Jurnal Sains dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): PERISKOP: Jurnal Sains dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Prima Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58660/tfx49a08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran 5E terhadap Mathematical Communication Competency (MCC) dengan Mathematics Anxiety (KM) sebagai mediator dan Learning Style (GB) sebagai moderator menggunakan pendekatan Model 8 Andrew F. Hayes. Penelitian dilakukan dengan desain true experimental posttest-only control group melibatkan 148 siswa sekolah dasar yang dipilih secara acak dari dua sekolah dasar negeri. Instrumen penelitian terdiri atas tes uraian MCC, angket kecemasan matematika, serta angket gaya belajar yang telah divalidasi melalui uji reliabilitas dan validitas konstruk. Analisis data dilakukan menggunakan PROCESS Macro Model 8 dengan bootstrapping 5000 sampel dan heteroskedasticity-consistent standard error. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar (GB) berperan sebagai moderator yang tidak signifikan dalam hubungan langsung antara Model 5E (M5E) dan kemampuan komunikasi matematika (MCC). Namun, pada jalur interaksi antara M5E dan KM, gaya belajar berpengaruh cukup signifikan dengan arah efek negatif (regulation effect). Hal ini menandakan bahwa pengaruh Model 5E terhadap hasil komunikasi matematis tidak bersifat universal, melainkan bergantung pada kesesuaian karakteristik gaya belajar siswa. Dengan kata lain, semakin selaras gaya belajar siswa dengan karakteristik aktivitas 5E, semakin optimal hasil pembelajaran yang dicapai. Secara teoritis, temuan ini memperkuat konsep constructivist learning yang menekankan pentingnya penyesuaian strategi pembelajaran dengan karakteristik individu peserta didik. Implikasi praktisnya menunjukkan bahwa penerapan model 5E akan lebih efektif jika guru mampu mengidentifikasi serta menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan gaya belajar dominan siswa di kelas. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan pembelajaran matematika yang berorientasi pada keseimbangan antara aspek kognitif dan afektif siswa.