Penelitian ini dilatarbelakangi oleh inovasi pembelajaran Islam anak usia dini yang diterapkan di PPIT Lukmanul Hakim Kabupaten Gorontalo, dengan mengintegrasikan literasi multibahasa dan kearifan lokal dalam pembelajaran hafalan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretatif, yang bertujuan untuk menelaah secara mendalam model integrasi literasi multibahasa dan kearifan lokal dalam pembelajaran hafalan di PPIT Lukmanul Hakim Gorontalo, sebagai inovasi pedagogis yang memperkuat literasi dini, nilai religius, serta identitas budaya anak dalam kerangka pendidikan Islam kontekstual. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria peran dan keterlibatannya dalam implementasi literasi multibahasa dan kearifan lokal, sebanyak 10 orang terdiri dari kepala sekolah, guru, orang tua, dan tokoh agama. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur dan studi dokumentasi pada modul ajar, teks hafalan; ayat pendek dan asmaul husna serta teks tuja’i, kemudian dianalisis berdasarkan bahasa yang digunakan , integrasi nilai kearifan lokal, strategi guru, respon siswa , interaksi sosial budaya, lingkungan literasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi empat bahasa (Arab, Indonesia, Inggris, dan Gorontalo) dan kearifan lokal seperti perapalan teks Tuja’i mampu membentuk kesadaran fonologis, pemahaman makna religius, dan nilai moral anak pada teks yang dihafalkan. Guru berperan sebagai fasilitator budaya melalui strategi translanguaging, gerak-lagu, dan storytelling. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis terhadap pengembangan model pembelajaran Islam berbasis budaya lokal serta secara praktis memberi dasar bagi kebijakan PAUD kontekstual berbasis bahasa ibu dan kearifan lokal.