Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DASAR LENGKAP MELALUI PRECEDE PROCEED MODEL eva mayasari; riska epina hayu; nofri hasrianto; ika permanasari; destria efliani
Jurnal Pengabdian Masyarakat 360 Derajat Vol 1 No 1 (2024): Pengabdian Masyarakat 360 Derajat
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/fvewgf64

Abstract

Profil kesehatan Indonesia tahun 2021 menyatakan bahwa cakupan imunisasi dasar lengkap secara nasional yaitu 84,2%. Target renstra tahun 2021 yaitu 93,6%, sehingga angka ini belum memenuhi target.  Pemberdayaan masyarakat merupakan proses sosial, budaya, psikologis dan politik melalui individu dan kelompok sosial sehingga mengekspresikan kebutuhan, menghadirkan kepedulian, menyusun strategi keikutsertaan dalam pengambilan keputusan, serta melakukan tindakan politik, sosial dan budaya untuk memenuhi kebutuhan kesehatan (WHO,1998 cit. Sulaeman, 2013). Target dalam pemberdayaan masuyarakat yang akan dilakukan adalah ibu yang mempunyai bayi dan balita. Model precede proceed  merupakan salah model yang digunakan untuk merencanakan dan mengevaluasi promosi kesehatan. Tahapan dalam pelaksanaan model ini dapat dilakukan berurutan, fleksibel dan dapat beradaptasi dengan kebutuhan. Fase Precede terdiri dari lim fase, meliputi proses pengkajian meneyeluruh yang terdiri dari pengkajian sosial, pengkajian epidemiologi, pengkajian perilaku dan lingkungan, pengkajian edukasi dan ekologi, pengkajian kebijakan administratif. Hasil pengkajian lima fase precede tsb maka didapatkan prioritas masalah kesehatan yaitu rendahnya pengetahuan ibu tentang imunisasi. Fase Proceed telah dilakukan penyuluhan tentang imunisasi kepada ibu yang mempunyai bayi dan balita di desa Lubuk Siam. Hasil penyuluhan yang dilakukan didapatkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan.
Pengaruh Edukasi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja di SMA IT Alfikri Islamic Green School Pekanbaru Adira Kania; Rifa Yanti; Ika Permanasari; Rahmaniza
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): May : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i2.1194

Abstract

Kecelakaan lalu lintas masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius dan banyak melibatkan remaja, sementara keterlambatan pertolongan awal serta rendahnya pengetahuan pertolongan pertama dapat memperburuk kondisi korban. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi pertolongan pertama pada kecelakaan terhadap tingkat pengetahuan remaja di SMA IT Al Fikri Islamic Green School Pekanbaru. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttest design. Sampel berjumlah 39 siswa yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan berisi 16 pernyataan valid dan reliabel, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan rendah, sedangkan setelah edukasi mayoritas berada pada kategori tinggi. Skor median pengetahuan meningkat dari 8 pada pretest menjadi 15 pada posttest. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p value 0,000, yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi pertolongan pertama pada kecelakaan terhadap tingkat pengetahuan remaja. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi yang disampaikan melalui ceramah, demonstrasi, dan media audiovisual efektif meningkatkan pemahaman siswa. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya integrasi edukasi pertolongan pertama secara berkelanjutan di lingkungan sekolah untuk memperkuat kesiapsiagaan, budaya keselamatan, dan respons darurat yang tepat bagi remaja di sekolah dan kehidupan sehari hari yang semakin aman dan responsif.
Pengaruh Edukasi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja di SMA IT Alfikri Islamic Green School Pekanbaru Adira Kania; Rifa Yanti; Ika Permanasari; Rahmaniza
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): May : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i2.1194

Abstract

Kecelakaan lalu lintas masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius dan banyak melibatkan remaja, sementara keterlambatan pertolongan awal serta rendahnya pengetahuan pertolongan pertama dapat memperburuk kondisi korban. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi pertolongan pertama pada kecelakaan terhadap tingkat pengetahuan remaja di SMA IT Al Fikri Islamic Green School Pekanbaru. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttest design. Sampel berjumlah 39 siswa yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan berisi 16 pernyataan valid dan reliabel, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan rendah, sedangkan setelah edukasi mayoritas berada pada kategori tinggi. Skor median pengetahuan meningkat dari 8 pada pretest menjadi 15 pada posttest. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p value 0,000, yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi pertolongan pertama pada kecelakaan terhadap tingkat pengetahuan remaja. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi yang disampaikan melalui ceramah, demonstrasi, dan media audiovisual efektif meningkatkan pemahaman siswa. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya integrasi edukasi pertolongan pertama secara berkelanjutan di lingkungan sekolah untuk memperkuat kesiapsiagaan, budaya keselamatan, dan respons darurat yang tepat bagi remaja di sekolah dan kehidupan sehari hari yang semakin aman dan responsif.
Peran Napping dalam Mengatasi Kelelahan Kerja pada Perawat Shift Malam di Ruangan Intensive Rumah Sakit Petala Bumi Pekanbaru Nur Pani Alfiatul Wahida; Dilgu Meri; Ika Permanasari; Ahmad Redho
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9707

Abstract

Kelelahan kerja merupakan permasalahan serius yang sering dialami perawat shift malam, khususnya di ruang intensif dengan beban kerja tinggi dan tuntutan kewaspadaan terus-menerus. Tidur singkat terencana (napping) diyakini mampu memulihkan kewaspadaan dan menurunkan kelelahan, namun bukti empiris mengenai hubungan keduanya di rumah sakit Indonesia masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara durasi napping dengan tingkat kelelahan kerja pada perawat shift malam di ruang intensif RSUD Petala Bumi Pekanbaru. Desain penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan teknik total sampling terhadap 30 perawat yang berdinas malam di ICU, HCU, dan NICU. Napping diukur melalui pencatatan durasi mingguan dan dikategorikan cukup apabila totalnya ≥90 menit. Kelelahan kerja dinilai menggunakan kuesioner Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) 30 item yang telah diadaptasi dan memiliki reliabilitas Cronbach's alpha 0,87. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil menunjukkan 93,3% perawat memiliki napping cukup, rerata total durasi 1.360 menit per minggu, dan mayoritas mengalami kelelahan rendah (66,7%). Meskipun demikian, 26,7% mengalami kelelahan sedang dan 6,7% kelelahan tinggi. Seluruh perawat dengan napping kurang mengalami kelelahan tinggi. Diperoleh hubungan yang sangat signifikan antara napping dan kelelahan kerja (p=0,000). Faktor lain seperti beban kerja, jenis kelamin, dan kebisingan ruang intensif turut berkontribusi terhadap kelelahan. Diperlukan kebijakan tertulis mengenai napping dan manajemen kelelahan komprehensif untuk meningkatkan keselamatan pasien serta kesehatan kerja perawat.
Efektivitas Pemberian MP-ASI terhadap Status Gizi pada Anak Usia 6-7 Bulan di Puskesmas Tenayan Raya Pekanbaru Eva Kurnia Ulansari; Rifa Yanti; Ika Permanasari; Rahmaniza Rahmaniza
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10424

Abstract

Periode 6–7 bulan merupakan masa kritis pertumbuhan anak yang membutuhkan asupan gizi selain ASI. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 49 juta balita kurus di dunia, sedangkan di Indonesia prevalensi gizi kurang dan buruk masih tinggi (13,8% dan 3,9%). Di Kota Pekanbaru, wasting meningkat dari 5,9% menjadi 8,6% pada tahun 2022. Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat waktu dan berkualitas menjadi intervensi penting untuk memperbaiki status gizi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pemberian MP-ASI terhadap status gizi anak usia 6–7 bulan di Puskesmas Tenayan Raya. Desain quasy eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest diterapkan pada 16 anak yang diambil secara total sampling. Intervensi berupa pemberian MP-ASI 1 kali sehari selama seminggu, dengan menu bubur opor ayam, sup ayam, dan bubur ayam yang diformulasikan memenuhi kebutuhan energi, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Status gizi diukur menggunakan indeks BB/TB berdasarkan standar WHO. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon setelah uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan distribusi tidak normal (p<0,05). Hasil pretest menunjukkan 62,5% anak kurus dan 25,0% sangat kurus. Pasca intervensi, terjadi peningkatan signifikan: 68,5% berstatus gizi normal, 25,0% gemuk, dan hanya 6,3% kurus; tidak ada lagi sangat kurus. Median status gizi naik dari 1,00 menjadi 2,00 dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Disimpulkan bahwa pemberian MP-ASI efektif meningkatkan status gizi anak 6–7 bulan. Edukasi berkelanjutan tentang MP-ASI bagi ibu balita sangat direkomendasikan guna mencegah malnutrisi.
Pengaruh Expressive Writing Therapy Terhadap Tingkat Kecemasan Remaja dalam Menghadapi Ujian Sekolah di SMP IT AL - Mishbah Riau Syantiara Puji; Ika Permanasari; Rahmaniza Rahmaniza
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 14, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.14.2.2026.179-189

Abstract

Menurut WHO (2019) angka kejadian kecemasan pada remaja mencapai 20% dari seluruh populasi penduduk di dunia. Diperkirakan 3,6% anak usia 10–14 tahun dan 4,6% anak usia 15–19 tahun mengalami gangguan kecemasan (WHO, 2021). Gangguan kecemasan pada remaja di Indonesia mencapai 47,7% dari seluruh populasi penduduk di Indonesia (Kemenkes, 2021). Kecemasan yang tidak teratasi dapat menyebabkan masalah psikologis maupun fisiologis. Namun, kecemasan tersebut dapat diatasi dengan terapi non-farmakologi, salah satunya dengan expressive writing therapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh expressive writing therapy terhadap tingkat kecemasan remaja dalam menghadapi ujian sekolah. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental design, peneliti menggunakan model nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP IT Al - Mishbah Riau yaitu sebanyak 40 siswa. Sampel dalam penelitian ini dipilih secara Purposive Sampling, didapatkan 36 responden yang terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data diperoleh dari penyebaran kuesioner Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS/SRAS). Hasil penelitian dengan menggunakan uji Paired T Test, diperoleh hasil terdapat pengaruh expressive writing therapy terhadap tingkat kecemasan remaja setelah dan sebelum pemberian intervensi dengan nilai p value = 0,000 (p value ˂ 0,05). Hasil uji Independent T Test diperoleh pengaruh terhadap tingkat kecemasan remaja pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah pemberian expressive writing therapy dengan nilai p value = 0,000 (p value ˂ 0,05). Diharapkan kepada siswa untuk dapat menerapkan expressive writing therapy untuk membantu menangani tingkat kecemasan dalam menghadapi ujian sekolah.