Pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif merupakan salah satu strategi penting dalam mendukung penurunan angka kematian bayi. Kandungan berbagai zat gizi, komponen imunologis, serta mikroorganisme yang bermanfaat dalam ASI berperan dalam pembentukan mikroflora usus dan penguatan sistem kekebalan tubuh bayi, sehingga dapat membantu menurunkan risiko infeksi, khususnya infeksi saluran pernapasan dan diare. Keberlangsungan pemberian ASI eksklusif dapat diperkuat melalui penerapan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) serta intervensi yang berperan dalam mengoptimalkan kelancaran produksi ASI. Pijat laktasi dianalisis pengaruhnya terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui di UPT Puskesmas Lubuk Muda, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis melalui pendekatan pra-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Seluruh populasi yang berjumlah 10 ibu menyusui dijadikan sebagai sampel melalui teknik total sampling. Penelitian dilaksanakan pada MeiāJuni 2026. Pengukuran kelancaran produksi ASI dilakukan menggunakan instrumen yang mencakup tujuh indikator. Pengujian menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test memperoleh p-value 0,003 (p<0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan setelah intervensi pijat laktasi diberikan. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa pijat laktasi berpengaruh terhadap peningkatan kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui, terutama melalui efek relaksasi serta stimulasi pelepasan hormon oksitosin yang berperan dalam proses pengeluaran ASI. Dukungan emosional dari suami dan keluarga juga berpotensi memperkuat respons positif ibu selama menyusui. Ibu menyusui disarankan melakukan pijat laktasi secara rutin dengan dukungan suami atau keluarga sebagai salah satu upaya membantu memperlancar pemberian ASI.