Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarat Melalui Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Posyandu Pematangkapau Kec. Kulim Yesi Septina Wati; Eva Mayasari; Fatma Nadia; Rahmi Santika; Maisa Nur Yani; Ika Permana Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat 360 Derajat Vol 1 No 2 (2024): Pengabdian Masyarakat 360 Derajat
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/r2cky231

Abstract

Tanaman Obat Keluarga adalah salah satu jenis tanaman obat yang dikenal memiliki beragam manfaat. Pasalnya, toga adalah singkatan dari tanaman obat keluarga. Manfaat tanaman toga yaitu berfungsi sebagai sarana untuk mendekatkan tanaman obat, sebagai upaya kesehatan masyarakat. Berdasarkan hasil survey, masyarakat Pematangkapau telah memanfaatkan TOGA untuk pengobatan atau bahan tambahan untuk makanan, akan tetapi belum ada satupun warga yang menanam TOGA secara mandiri. Kegiatan ini bertujuan untuk memberitahukan maanfaat TOGA di lingkungan sekitar masyarakat, dan peningkatan pengetahuan TOGA di masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Pematangkapau, Kec. Kulim pada tanggal 20 Juli 2024. Tahapan kegiatan pengabdian ini meliputi persiapan berupa perencanaan penentuan sasaran TOGA serta pelaksanaan berupa sosialisasi, penanaman dan praktek pemanfaatan TOGA. Kegiatan ini cukup berhasil karena telah tersedia tanaman TOGA di beberapa lahan warga, adanya peningkatan pengetahuan mengenai jenis tanaman TOGA dan tata cara penanaman dan pemanfaatanya. Selain itu, adanya kontribusi/ partisipasi aktif masyarakat dalam menyukseskan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sehingga diharapkan masyarakat secara mandiri mampu menanam TOGA di pekarangan rumah masing-masing
PELAYANAN KELUARGA BERENCANA SERENTAK DALAM RANGKA HUT IBI KE-74 DAN INTERNATIONAL DAY Of THE MIDWIFE 2025: KOLABORASI STRATEGIS IBI DAN BKKBN DALAM MENINGKATKAN AKSES KONTRASEPSI DI KOTA PEKANBARU Karmina; Ary Oktora Sri Rahayu; Fatma Nadia; Yesi Septina Wati; Meirita Herawati; Nia Desriva; Yeni Susilawati; Yanti Nida
Jurnal Pengabdian Masyarakat 360 Derajat Vol 2 No 1 (2025): Pengabdian Masyarakat 360 Derajat
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/jf8vvs20

Abstract

Pelayanan Keluarga Berencana (KB) merupakan upaya penting dalam menurunkan angka kehamilan tidak direncanakan dan mendukung program pembangunan keluarga.  Keluarga berencana merupakan tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk untuk menghindari kelahiran yang tidak diinginkan, tujuannya yaitu meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak serta mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera nelalui pengendalian kelahiran dan pengendalian pertumbuhan penduduk Indonesia (Anggraini, dkk, 2021). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan pemanfaatan layanan KB melalui kegiatan pelayanan serentak yang dilakukan oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) bekerja sama dengan BKKBN. Metode yang digunakan adalah kegiatan pelayanan langsung dan penyuluhan kepada Wanita Usia Subur (WUS) di wilayah kerja Puskesmas Tenayan Raya, Pekanbaru yang dimulai pada tanggal 5  Mei sampai 31 Mei  2025. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan jumlah akseptor baru, khususnya penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Tantangan berupa keraguan peserta terhadap kontrasepsi berhasil diatasi melalui konseling interpersonal oleh bidan. Kegiatan ini menunjukkan efektivitas pendekatan kolaboratif dalam penguatan program KB nasional.
HUBUNGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) PADA REMAJA PUTRI DENGAN SIKLUS MESTRUASI DI SMAN 2 TAMBANG Antika Pratiwi; Yesi Septina Wati; Meirita Herawati; Rifa Yanti
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 5, No 3 (2026): Vol. 5 No. 3 Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/err.v5i3.3820

Abstract

Chronic Energy Deficiency (CED) is a nutritional problem that is still commonly found among adolescent girls and can affect reproductive health, one of which is menstrual cycle disorders. An irregular menstrual cycle in adolescent girls may indicate hormonal imbalance influenced by nutritional status. This study aimed to determine the relationship between Chronic Energy Deficiency (CED) in adolescent girls and menstrual cycle patterns at SMAN 2 Tambang. This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. The population consisted of all tenth-grade female students at SMAN 2 Tambang, totaling 40 respondents, with the sampling technique using total sampling. Nutritional status data were obtained through Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) measurements, while menstrual cycle data were collected using a questionnaire. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analysis with Fisher’s Exact Test. The results showed that out of 40 adolescent girls, 13 respondents (32.5%) experienced Chronic Energy Deficiency (CED), while 27 respondents (67.5%) had normal nutritional status. A total of 25 respondents (62.5%) had a normal menstrual cycle, while 15 respondents (37.5%) experienced an irregular menstrual cycle. Bivariate analysis indicated a significant relationship between Chronic Energy Deficiency (CED) and menstrual cycle patterns among adolescent girls at SMAN 2 Tambang, with a p-value of 0.001. In conclusion, there is a significant relationship between Chronic Energy Deficiency (CED) and menstrual cycle patterns in adolescent girls. Therefore, efforts to improve nutritional status and provide balanced nutrition education for adolescent girls are needed to maintain reproductive health and regular menstrual cycles.Keyword : Chronic Energy Deficiency, Menstrual Cycle, Adolescent Girls
Pijat Oksitosin terhadap Pengeluaran ASI pada Ibu Postpartum Multipara Beksi Yaturahmi; Nia Desriva; Yesi Septina Wati; Meirita Herawati
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/46cr5271

Abstract

This study aimed to determine the effect of oxytocin massage on breast milk production in multiparous postpartum mothers in the Kota Baru Community Health Center (UPT Puskesmas), Indragiri Hulu Regency. The method used was a quantitative study with a quasi-experimental design, employing a one-group pretest-posttest design. The results showed an increase in breast milk production after oxytocin massage, as indicated by significant differences between pretest and posttest scores for infant urination frequency (p = 0.003) and infant bowel movement frequency (p = 0.002). In conclusion, oxytocin massage affects breast milk production in multiparous postpartum mothers at the Kota Baru Community Health Center in Indragiri Hulu Regency in 2025.   Keywords: Multiparous Postpartum Mothers, Oxytocin Massage, Breast Milk Production
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN RISIKO INFERTILITAS PADA WANITA USIA SUBUR DI KLINIK FERTILITAS MERCY PEKANBARU Donna Octavia Cendana Putri; Rifa Yanti; Meirita Herawati; Yesi Septina Wati
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 2 (2026): Vol. 8 No. 2 Edisi 1 Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i2.3602

Abstract

Infertility is a reproductive health problem that impacts the quality of life of couples, while obesity is known to be a significant risk factor that can affect fertility through hormonal disorders, insulin resistance, and ovulation quality. This study aims to analyze the relationship between obesity and infertility in women of childbearing age at the Mercy Fertility Clinic in Pekanbaru. This study used a quantitative method with a cross-sectional analytical design, conducted in January–August 2025. The study population was all 117 women of childbearing age who visited the clinic in 2024. A sample of 91 respondents was selected using a purposive sampling technique based on inclusion criteria, namely women aged 20–45 years who were diagnosed with primary infertility and were willing to be respondents. Primary data were obtained through BMI measurements and filling out questionnaires, while secondary data came from clinic records. Data processing was carried out through editing, coding, entry, and cleaning stages, then analyzed univariately and bivariately with the Chi-Square test (α = 0.05). The results showed that 69.2% of respondents were obese and 69% experienced infertility. There was a significant association between BMI and infertility (p = 0.000). It is recommended that the Mercy Pekanbaru Fertility Clinic provide weight management services through nutritional counseling, healthy diet programs, and BMI monitoring to improve the success of pregnancy programs in women of childbearing age. Keywords: Body Mass Index (BMI), Obesity, Infertility, Women of Reproductive Age