Latar Belakang: Ibu hamil merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah gizi, khususnya Kekurangan Energi Kronis (KEK). Pada tahun 2020 tercatat ibu hamil yang mengalami KEK sebanyak 1.200 orang, kemudian menurun menjadi 1.000 orang pada tahun 2021 dan turun lagi menjadi 800 orang pada tahun 2022. Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan dalam pelayanan kesehatan bagi ibu hamil di wilayah tersebut. Namun demikian, prevalensi KEK di wilayah kerja Puskesmas Atu Lintang masih tergolong tinggi. Metode: Peralatan utama yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini antara lain leaflet untuk memberikan edukasi kepada ibu hamil terkait Kekurangan Energi Kronik. Kegiatan pengabdian ini difokuskan pada pencegahan KEK yang dapat berdampak Stunting Pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Atu Lintang, Aceh. Hasil: Sebelum pelaksanaan edukasi, mayoritas ibu hamil masih memiliki tingkat pemahaman yang rendah sebesar 31 responden(56,7%) serta kesadaran yang minim terhadap pentingnya pemantauan status gizi selama masa kehamilan. Namun, setelah dilakukan penyuluhan secara interaktif dengan metode yang mudah dipahami, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan sebesar 41 Responden (68,3%), yang tercermin dari pergeseran kategori pengetahuan ke tingkat yang lebih baik. Kesimpulan: Kegiatan ini menegaskan pentingnya intervensi promotif dan preventif di wilayah yang rentan terhadap masalah gizi. Pelaksanaan edukasi secara langsung dan partisipatif dengan melibatkan kader dan tenaga kesehatan terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran serta membentuk perilaku hidup sehat pada ibu hamil. Oleh karena itu, program edukasi serupa perlu dijalankan secara berkelanjutan untuk menurunkan angka KEK dan mencegah stunting sejak masa kehamilan.