Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE EFFECT OF MORAL REASONING ON ADOLESCENT DEVIANT BEHAVIOR: THE ROLE OF MALTREATMENT MODERATION Titik Muti’ah; Zahran Nur Wicaksana
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 5 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i5.4839

Abstract

Adolescence is an important period in the development of moral reasoning that serves as the basis for behavioral decision-making, but the experience of maltreatment in parenting can increase the tendency for deviant behavior. This study aims to examine the influence of moral reasoning on adolescent deviant behavior and examine the role of maltreatment as a moderator variable in these relationships. The research uses a quantitative approach with a correlational design. The research subjects amounted to 222 students of SMK Tamansiswa Jetis Yogyakarta aged 15–19 years who were selected using cluster sampling techniques. Data analysis was carried out with the help of the Jamovi application version 2.7.12 at a significance level of 0.05. However, the results of the moderation test The results of the study showed that moral reasoning had a negative and significant effect on deviant behavior (p < 0.05), while maltreatment had a positive and significant effect on adolescent deviant behavior (p < 0.05). Simultaneously, moral reasoning and maltreatment were able to explain 49.9% of the variation in deviant behavior. However, the results of the moderation test showed that the interaction between moral reasoning and maltreatment did not have a significant effect on deviant behavior (p = 0.261 > 0.05). Thus, the first and second hypotheses are accepted, while the third hypothesis is rejected, so that maltreatment does not act as a moderator variable in the relationship between moral reasoning and deviant behavior, but rather as an independent predictor.
Hubungan Penggunaan Media Sosial TikTok terhadap Brain Rot Remaja Slamet Danu Wijianto; Titik Muti’ah; Haniek Farida
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3005

Abstract

Media sosial TikTok menyediakan hiburan cepat dan instan lewat algoritma video singkat sehingga menyebabkan gangguan terhadap perkembangan remaja pada aspek sosial,emosional dan kognitif. Fenomena kelelahan mental dan kognitif yang diakibatkan konsumsi berlebihan konten video pendek tidak berbobot disebut dengan isitilah Brain Rot oleh Oxford World Press 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara penggunaan media sosial TikTok dan Brain Rot remaja. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan rancangan penelitian korelasional.Populasi dalam penelitian ini adalah 115 mahasiswa X Angkatan 2025. Teknik pengumpulan subjek penelitian menggunakan teknik Purposive Sampling dengan kriteria (1) Mahasiswa X Angkatan 2025; (2) Memiliki akun di media sosial TikTok; (3) Berusia 18-21 Tahun. Hasilnya, terdapat 70 orang yang memenuhi kriteria, sehingga total 61 peserta penelitian yang direkrut melalui penyebaran kuesioner via tautan Google Forms. Variabel penggunaan media sosial TikTok dikur menggunakan skala dari aspek teori SONTUS (Social Networking Time Use Scale) Olufadi, (2016) dan skala Brain Rot dari aspek Yousef et al., (2025).Analisis hasil penelitian ini menggunakan teknik korelasi product moment dari pearson dengan software Jamovi version 2.6.44 for windows. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara variabel penggunaan media sosial TikTok dan Brain Rot dengan nilai r positif. r = 0,352 dengan nilai p-value = 0,005 (p < 0,05). Nilai koefisien determinasi R² = 0,124 menunjukkan penggunaan TikTok menyumbang 12,4% terhadap fenomena Brain Rot remaja. Temuan ini menegaskan pentingnya untuk membatasi penggunaan media sosial dan konsumsi video pendek bagi remaja dan bagi orang tua penting untuk memberikan kontrol terhadap penggunaan media sosial remaja.