This Author published in this journals
All Journal Jawahir Al-Ahadis
Afdilla Nisa
Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Nasikh-Mansukh Dalam Hadis Tentang Wudhu Setelah Makan Makanan Yang Dimasak Api Ridwan; Afdilla Nisa
Jawahir Al-Ahadis Vol. 1 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji dua hadis sahih yang tampak berseberangan terkait hukum berwudu setelah memakan makanan yang tersentuh api. Hadis riwayat al-Bukhari menggambarkan Rasulullah saw. makan daging kambing lalu menunaikan salat tanpa berwudu, sementara hadis riwayat Muslim memuat perintah berwudu setelah makan dari sesuatu yang dimasak. Studi ini bertujuan menelaah pertentangan tersebut melalui pendekatan nasikh–mansukh untuk menetapkan ketentuan hukum yang berlaku. Penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan menelaah sumber primer hadis serta pandangan ulama klasik dan kontemporer. Data dihimpun dari Sahih al-Bukhari, Sahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan al-Tirmidzi, dan Musnad Ahmad, kemudian dianalisis memakai langkah nasikh–mansukh (verifikasi kualitas riwayat, identifikasi indikasi pertentangan, dan mekanisme penyelesaiannya). Hasil kajian menunjukkan bahwa kewajiban berwudu setelah makanan yang dimasak merupakan hukum awal yang kemudian dihapus (mansukh) oleh hadis yang membolehkan makan tanpa berwudu (nasikh). Temuan ini dikuatkan oleh kronologi periwayatan, konteks sosial sahabat perawi, dan kesetaraan derajat kesahihan kedua hadis. Kesimpulannya, wudu tidak wajib setelah makan makanan tersentuh api, namun tetap dianjurkan sebagai sunnah demi kesempurnaan ibadah dan kebersihan, sekaligus membantu mengurangi ambiguitas hukum di masyarakat modern.