This Author published in this journals
All Journal Jawahir Al-Ahadis
Aminuddin
Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rekontekstualisasi Makna Istathā’a dalam Hadis Anjuran Menikah Melalui Pendekatan Semiotika Ferdinand de Saussure Ihsanuddin; Nurun Najwah; Aminuddin
Jawahir Al-Ahadis Vol. 1 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPernikahan dalam Islam merupakan sebuah ritual sakral yang dimaksudkan untuk membangun peradaban dan menjaga kesucian. Penelitian ini didasarkan pada Hadis Riwayat Bukhari nomor 1905, yang menetapkan syarat kemampuan (Istathā'a) bagi para pemuda. Namun, kata Istathā'a sering direduksi dan keseimbangan, yang berkontribusi pada munculnya berbagai masalah sosial dalam rumah tangga modern. Dengan menggunakan alat analisis semiotika Ferdinand de Saussure, penelitian ini berusaha mendekonstruksi dan merekonstruksi makna Istathā'a dalam hadis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan studi pustaka yang berargumen bahwa makna Istathā'a tidak statis dengan membedah hubungan antara penanda (signifier) ​​dan petanda (petanda) dan melihat hubungan sintagmatik dan paradigmatik antara tanda-tanda tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa arti "mampu" berubah secara historis. Bermula dari pemahaman klasik yang terfokus pada kemampuan biologi (al-bā'ah) dan berkembang ke arah kemampuan finansial, hingga pemaknaan modern yang menuntut kesiapan yang bersifat menyeluruh yang mencakup aspek psikologis, emosional, dan sosial. Pemahaman yang menyeluruh ini lebih sesuai dengan tujuan utama pernikahan (maqāshid al-zawāj), yaitu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah dalam menghadapi kompleksitas tantangan zaman. Kontekstualisasi pemahaman hadis adalah upaya untuk menjadikannya lebih relevan menjawab realitas sosial.