Jawahir Al-Ahadis
Vol. 1 No. 2 (2025): December 2025

Rekontekstualisasi Makna Istathā’a dalam Hadis Anjuran Menikah Melalui Pendekatan Semiotika Ferdinand de Saussure

Ihsanuddin (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
Nurun Najwah (Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia)
Aminuddin (Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indonesia)



Article Info

Publish Date
29 Dec 2025

Abstract

AbstrakPernikahan dalam Islam merupakan sebuah ritual sakral yang dimaksudkan untuk membangun peradaban dan menjaga kesucian. Penelitian ini didasarkan pada Hadis Riwayat Bukhari nomor 1905, yang menetapkan syarat kemampuan (Istathā'a) bagi para pemuda. Namun, kata Istathā'a sering direduksi dan keseimbangan, yang berkontribusi pada munculnya berbagai masalah sosial dalam rumah tangga modern. Dengan menggunakan alat analisis semiotika Ferdinand de Saussure, penelitian ini berusaha mendekonstruksi dan merekonstruksi makna Istathā'a dalam hadis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan studi pustaka yang berargumen bahwa makna Istathā'a tidak statis dengan membedah hubungan antara penanda (signifier) ​​dan petanda (petanda) dan melihat hubungan sintagmatik dan paradigmatik antara tanda-tanda tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa arti "mampu" berubah secara historis. Bermula dari pemahaman klasik yang terfokus pada kemampuan biologi (al-bā'ah) dan berkembang ke arah kemampuan finansial, hingga pemaknaan modern yang menuntut kesiapan yang bersifat menyeluruh yang mencakup aspek psikologis, emosional, dan sosial. Pemahaman yang menyeluruh ini lebih sesuai dengan tujuan utama pernikahan (maqāshid al-zawāj), yaitu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah dalam menghadapi kompleksitas tantangan zaman. Kontekstualisasi pemahaman hadis adalah upaya untuk menjadikannya lebih relevan menjawab realitas sosial.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jawahir

Publisher

Subject

Religion

Description

This journal focuses on the study of hadith science and contemporary Islamic studies, covering Ulumul Hadith (methodology, sanad criticism –matan, narrators, and levels of authenticity), Hadith Nusantara (transmission traditions in the Nusantara region, works of Indonesian scholars, and the ...