Rindiani Rindiani
Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Membangun Jembatan Toleransi: Strategi Manajemen Konflik untuk Mewujudkan Harmoni dalam Keberagaman Agama Rindiani Rindiani; Syamsir Syamsir; ⁠⁠Nur Ainun Siagian; Dwi Yanti Aura Putri; Qhatrunada Nayla Shyfa; Febrina Dwi Daniati; Syafrina Azzahra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen konflik dalam konteks keberagaman agama memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial dan menciptakan harmoni di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen konflik yang diterapkan oleh Kementerian Agama dalam membangun toleransi dan mengatasi potensi konflik antarumat beragama di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap berbagai artikel, buku, dan laporan resmi yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa dialog antaragama, pendidikan toleransi, dan mediasi sosial merupakan tiga strategi utama yang efektif dalam mengurangi ketegangan antar kelompok agama. Penerapan strategi tersebut terlihat nyata melalui program Forum Kerukunan Umat Beragama dan Moderasi Beragama yang dijalankan oleh Kementerian Agama. Meskipun strategi ini terbukti efektif, pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia, dukungan anggaran yang terbatas, serta pengaruh politik dan budaya lokal. Upaya untuk mengatasi hambatan tersebut dilakukan melalui pelatihan mediasi, penguatan jejaring kerja sama lintas sektor, serta integrasi nilai-nilai toleransi dalam kebijakan publik. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan manajemen konflik berbasis agama memerlukan sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat untuk mewujudkan kehidupan sosial yang damai, inklusif, dan berkelanjutan.
Digitalisasi Governansi Kehutanan: Tinjauan Kebijakan, Tantangan, dan Solusi Kementerian kehutanan dalam Pengelolaan Kawasan Hutan di Era RKTN 2011–2030 Rindiani Rindiani; Syamsir Syamsir; Nur Ainun Siagian; Nurul Zahra Andini; Fauziah Putri; Mohammad Jimmy; Muhammad Rafi; Nicholas Tamara
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digitalisasi governansi kehutanan semakin menjadi fokus penting dalam upaya meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan hutan di Indonesia, namun kajian yang secara khusus menelaah penerapannya dalam konteks implementasi RKTN 2011–2030 masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran digitalisasi dalam mendukung perencanaan, pengawasan, serta pengendalian kebijakan kehutanan, sekaligus mengidentifikasi tantangan dan solusi yang dihadapi Kementerian Kehutanan dalam proses tersebut. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus institusional, melibatkan 8–10 informan kunci yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi berkontribusi signifikan dalam meningkatkan ketepatan data, mempercepat proses perencanaan kawasan hutan, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas tata kelola. Namun, beberapa tantangan ditemukan, seperti keterbatasan kapasitas teknis aparatur, infrastruktur digital yang kurang merata, serta belum optimalnya integrasi data antar-unit kerja. Temuan ini memperkuat pengembangan teori governansi digital dan memberikan pemahaman lebih dalam mengenai peran teknologi dalam pengelolaan sumber daya hutan. Studi ini menekankan pentingnya peningkatan kapasitas SDM, modernisasi infrastruktur, dan integrasi sistem sebagai strategi kunci, serta merekomendasikan perlunya penelitian lanjutan yang mengeksplorasi dampak digitalisasi dalam skala yang lebih luas dan beragam.