Muhammad Azizan Fitriana
Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Media dan Cyber Crime Perspektif Al-Qur’an: Studi Analisis Kontekstualisasi Pemikiran Abdullah Saeed (L.1964 M) Ridwan Ridwan; Muhammad Azizan Fitriana; Syamsul Ariyadi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi yang pesat telah memicu peningkatan kejahatan di dunia maya atau cyber crime. Berdasarkan data Bareskrim Polri dan BSSN, Indonesia menempati peringkat ke-2 dunia untuk kasus cyber crime, dengan peningkatan signifikan sebesar 300% sejak pandemi Covid-19, didominasi oleh penipuan finansial, judi online, dan peretasan data pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis akar masalah cyber crime melalui Teori Kontrol Sosial (TKS) dan (2) mengkontekstualisasikan hukum cyber crime dari perspektif Al-Qur’an, khususnya melalui pemikiran kontekstualisasi Abdullah Saeed. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Case Studies (Studi Kasus) dan analisis data deskriptif-analitis. Kerangka teori TKS digunakan untuk menganalisis penyebab kejahatan siber, yaitu melemahnya ikatan sosial (attachment, commitment, involvement, belief). Ayat-ayat kunci yang dianalisis meliputi QS. Al-Ma’idah [05]: 33, 38, 90, dan QS. An-Nur [24]: 27. Hasil penelitian menemukan bahwa secara kontekstual, ayat-ayat tersebut sangat relevan: QS. Al-Ma’idah [05]: 33 terkait Cyber Terrorism dan Cyber Espionage; QS. Al-Ma’idah [05]: 38 terkait pencurian digital seperti phising, skimming, carding, dan serangan ransomware; QS. Al-Ma’idah [05]: 90 terkait judi online (al-maisir); dan QS. An-Nur [24]: 27 (dengan term tasta'nisû) terkait kejahatan hacking atau cracking yang menekankan perlindungan data pribadi dan etika akses siber. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa prinsip-prinsip etika dan hukum Al-Qur'an secara kontekstual telah membahas akar masalah dan pencegahan cyber crime, dan solusi efektif harus mengintegrasikan penegakan hukum positif (UU PDP dan UU ITE) dengan penguatan nilai-nilai moral berbasis TKS.
Al-Ikhtilaf Fi At-Tafsir: An Analysis of the Interpretations of Abdurrahman Ibn Nasir As-Sa’di and Muhammad Quraish Shihab Abdullah Abdullah; Romlah Widayati; Muhammad Azizan Fitriana
Darul Hikmah: Jurnal Penelitian Tafsir dan Hadits Vol 11 No 2 (2025): Darul Hikmah: Jurnal Penelitian Hadits dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) Darul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61086/jstiudh.v11i2.93

Abstract

The interpretation of the Qur'an is a crucial element in understanding the meaning and message of its verses. However, in practice, differences in interpretation, or al-ikhtilaf fi at-tafsir, often occur among both early (salaf) and later (khalaf) scholars, and have existed even since the time of the Prophet Muhammad (peace be upon him). Al-ikhtilaf fi at-tafsir is divided into two main types: Disagreement that is reducible to a single meaning and Disagreement that is based on multiple meanings, each with its own forms and characteristics. This study uses a library research method and is qualitative in nature. The author found that As-Sa'di's method in interpreting verses containing al-ikhtilaf involves three approaches: not explaining the existence of a difference and choosing the opinion he deems correct; mentioning the difference without choosing one of the opinions; and explaining the difference, then selecting the opinion he deems correct. Meanwhile, Quraish Shihab uses two approaches: explaining the existence of a difference without choosing one of the opinions, and selecting the opinion he deems correct.