Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung. Tahun 2025 perkiraan jumlah penduduk Indonesia sebesar 284.829.000 orang atau bertambah 23.713.544 dari tahun 2016. Dilaporkan masih terdapat 82% sampah belum terkelola. Salah satu jenis sampah yang paling sulit terurai adalah sampah plastik yang bisa mencapai 400 tahun. Sampah plastik merupakan sampah yang karena sifat, konsentrasi atau volumenya memerlukan pengelolaan khusus. Pengelolaan sampah plastik menjadi tanggung jawab masyarakat yang tidak punya pilihan lain untuk membuang sampah selain insinerator dan timbunan sampah. Solusi inovatif yang ada adalah dengan menjadikan sampah plastik menjadi ecobrick. Penelitian ini menggunakan studi pustaka (library research). Pemanfaatan plastik sendiri umumnya hanya difokuskan pada penggunaannya, sehingga setelah selesai digunakan akan dibuang atau dibiarkan begitu saja di alam. Permasalahan sampah adalah sesuatu yang dianggap cukup sederhana namun memiliki dampak yang besar. Ecobrick adalah salah satu usaha kreatif bagi penanganan sampah plastik. Pembuatan ecobrick adalah bentuk solusi inovatif pengelolaan sampah plastik. Ecobrick ialah metode yang memanfaatkan botol plastik yang diisi secara padat menggunakan sampah anorganik yaitu plastik sebagai solusi untuk mengatasi sampah plastik menjadi produk berguna yang memiliki manfaat dengan cara memberdayakan masyarakat yang bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka miliki. Ecobrick dapat dimanfaatkan sebagai barang-barang yang berguna seperti meja, kursi, dinding, dan lainnya.