Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Governansi Digital dalam Program Business Matching Kementerian Perdagangan untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM Indonesia Melani Putri; Syamsir Saili; Aura Fadhilah; Aisya Fitri Fadhila; Fatia Nur Fadila Qomari; Audrey Amanda; Zelvina Wati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran governansi digital dalam Program Business Matching Kementerian Perdagangan untuk meningkatkan daya saing UMKM. Dengan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara informal, dan telaah dokumen, penelitian menemukan bahwa governansi digital berkontribusi pada integrasi data, transparansi proses, dan perluasan akses pasar UMKM. Kendala utama meliputi rendahnya literasi digital, keterbatasan integrasi sistem, dan infrastruktur yang belum merata. Upaya Kemendag mencakup pelatihan digital, penyederhanaan proses berbasis platform, dan penguatan koordinasi lintas lembaga. Governansi digital terbukti penting, namun perlu peningkatan ekosistem digital agar manfaatnya lebih optimal.
Strategi Manajemen Konflik di Sekretariatan Negara dalam Harmonisasi Program Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045 Melani Putri; Syamsir Saili; Aura Fadhilah; Aisya Fitri Fadhila; Fatia Nur Fadila Qomari; Audrey Amanda; Zelvina Wati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas strategi manajemen konflik dalam harmonisasi Program Asta Cita sebagai bagian dari upaya mendukung Visi Indonesia Emas 2045. Pelaksanaan Asta Cita yang melibatkan berbagai kementerian/lembaga menimbulkan potensi konflik seperti tumpang tindih regulasi, perbedaan prioritas kebijakan, serta ego sektoral. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik konflik yang muncul selama implementasi program serta menganalisis peran Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) sebagai fasilitator utama dalam menjaga sinkronisasi kebijakan lintas sektor. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur, analisis dokumen kebijakan, serta observasi non-partisipatif selama kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Setneg berperan penting dalam melakukan harmonisasi regulasi, mediasi kebijakan, fasilitasi forum koordinasi, serta deteksi dini terhadap potensi konflik. Strategi-strategi ini terbukti efektif dalam mereduksi fragmentasi kebijakan dan memperkuat kolaborasi antar-K/L. Dengan demikian, manajemen konflik menjadi instrumen penting dalam mendukung keberhasilan harmonisasi Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.
Sinergi Pemuda Sibakur dan KKN UNP 2025: Turnamen Wali Nagari CUP 1 (Lomba Voli dan Sepak Bola) Tingkat Kecamatan Tanjung Gadang untuk Membangun Kebersamaan dan Semangat Olahraga Ali Basrah Pulungan; Aisya Putri Qaimah; Latifa Ananda Putri; Sandra Azzuhra; Shalma Rahayu; Zelvina Wati
Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) Vol 3 No 2 (2025): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Wali Nagari Cup 1 tournament, organized by UNP 2025 KKN students in collaboration with the youth of Nagari Sibakur, is a concrete example of collaboration between youth and universities in building togetherness and a spirit of sports at the village level. This activity included two main sports soccer and volleyball participated by various teams from hamlets in Tanjung Gadang District. This study aims to describe how this activity was implemented, the collaboration between various parties, and its impact on social cohesion in the community. The results show that sports at the village level are not only a means of entertainment, but also an effective tool for strengthening social relations, increasing community participation, and affirming local cultural identity. The existence of traditions such as the Singgang Ayam auction also plays a role in strengthening the sense of unity within the community. This study supports previous findings that collaboration between youth, communities, and students can bring about social change that is rooted in local values and is participatory.